Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
90.


__ADS_3

Pertemuan yang tidak disangka, membawa Jack ke dalam suasana menegangkan. Ia begitu kaget melihat Arion bersama dengan klien pentingnya yang bernama Arrayan, sungguh semuanya itu diluar perhitungannya.


" Bagaimana kabar Ara?"


" Heh, tidak usah menanyakan milik orang lain. Tidak kusangka kau masih bernafas."


Melihat perdebatan diantara Arion dan Jack, sampai-sampai mereka melupakan orang terpenting dalam pertemuannya saat itu.


" Jika kalian masih ingin berdebat sendiri, silahkan saja." Sindir Ray kepada mereka berdua.


Menyadari akan sindirian itu, Arion segera meminta maaf kepada Ray. Lalu ia mempersilahkan tuannya itu untuk mengatakan sesuatu hal yang cukup penting untuk dibahas.


" Maaf saya tuan."


Ray tahu jika klien mereka itu adalah informan yang cukup penting untuk mendapatkan informasi, ia memberikan isyarat kepada Arion untuk memberikannya kesempatan.


" Aku tidak akan berlama-lama, tujuan kita bertemu adalah untuk membahas beberapa kesepakatan dalam kontrak kerjasama. Namun disini, aku percayakan semuanya itu kepada Arion. Dan, ini." Ray memperlihatkan sebuah foto kepada Jack.


Kening Jack berkerut, sekana ia tidak bisa membaca situasi yang terjadi saat ini. Tangannya menerima foto tersebut, betapa kagetnya Jack saat melihat siapa yang berada di dalam foto itu. Merasa dirinya seperti berhenti bernafas, Jack menatap keduanya dengan bergantian.


" Kau pasti mengenalnya bukan? Aku hanya ingin mengetahui sedikit informasi mengenai dirinya, namun jika kau menolak. Maka kalian sendiri sudah tahu apa yang akan aku lakukan selanjutnya, bagaimana?" Ray seperti menekankan sesuatu kepada Jack.


Akan tetapi di dalam pikiran Jack saat itu, tidak ada yang bisa ia perbuat. Ia begitu kekeh menjaga semua informasi mengenai tuannya, apalagi nonanya yang begitu ia kagumi. Namun rasa penasaran di dalam kepala Jack semakin besar.


" Ya, aku mengenalnya. Apa yang anda ingin ketahui tentangnya?" Jack melirik Arion, karena ia tahu jika Arionlah yang membuat semuanya.


" Jika aku katakan, kau juga tidak akan mempercayainya. Katakan saja yang kau ketahui, aku tidak akan memaksakan semuanya. Namun kau pasti tahu akibatnya jika berani menolaknya, bagaimana?"


Betapa ragunya Jack saat itu, bagaimana bisa ia terjebak dalam situasi seperti ini. Ray sudah menguasai situasi dan kondisi saat itu, membelas diri juga tidak akan selamat. Melihat betapa banyaknya orang-orang yang berbaris sebagai pasukannya, Jack pun mengkerutkan dahinya.

__ADS_1


Siapa orang ini, nampaknya dia begitu sangat berpengaruh. Sial! Jack.


Tidak ada yang bisa Jack perbuat, ia hanya memberikan informasi yang ia ketahui saja. Tidak banyak, hanya saja cukup membuat Ray tersenyum.


" Sepertinya urusan kita sudah selesai, sampaikan pada tuanmu. Kita akan bertemu lagi, urus semua kontrak kerjasama kita dengannya." Ray pun berlalu meninggalkan Arion berdua dengan Jack.


Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Jack menendang tulang kering kaki Arion.


Dugh!


" Akkkh! Kenapa kau menendang kakiku?" Protes Arion dengan rasa sakit yang cukup membuatnya meringgis.


" Kenapa kau masiu hidup, menyusahkan saja. Siapa dia?" Melonggarkan dasi dari kerah bajunya, Jack menghempaskan tubuhnya berdampingan dengan Arion.


" Kalau mau bertanya, tidak harus menendangku. Bagaimana kabar Ara?" Menggosok-gosok kakinya, Arion mengeluarkan kalimat yang sudah ia tahan.


" Tidak usah bertanya soal nona kami, yang jelas dia sudah hidup bahagia. Malah saat ini, sedang hamil anak ke duanya. Eh, jawab saja pertanyaanku, jangan mengalihkannya pada yang lain."


Tak!


" Kau!" Arion manatap Jack dengan tajam, dirinya menjadi sasaran dari tangan Jack yang menyentilnya.


" Apa?! Jawab!" Dengan penuh penegasan dan tekanan, Jack mendesak Arion untuk menjelaskan padanya.


" Iya iya, cerewet sekali. Dia Arrayan, salah satu pengusaha yang kau juga tahu kiprahnya dalam dunia bisnis. Dia menyelamatkanku, tapi aku pastikan jika dia orang yang baik. Dia baru saja bertemu dengan kekasihnya yang sudah lama terpisah bersama buah hatinya, dan..."


" Apa, punya kekasih dan anak. Nggak nikah dong."


Plak!

__ADS_1


" Hei, balas dendam kau ya!" Kali ini Arion mengampar bibir Jack yang terus menyelanya.


" Makanya dengerin dulu, dia terpaksa menikah dengan orang lain yang tidak ia cintai dan meninggalakan kekasihnya pada saat hamil. Selama pernikahannya, dia tidak pernah menyentuh istrinya. Dan ternyata istrinya itu nggak bisa punya anak, cerai. Bla bla bla..." Cerita yang cukup panjang, membuat Jack mengerucutkan bibirnya.


" Cinta yang rumit, lalu sekarang. Apa maksudnya menunjukkan foto nona?"


" Setelah bertemu dengan kekasihnya lagi, ternyata anaknya yang hilang itu. Diduga adalah Ara, karena wanitanya itu melihat ciri-ciri anaknya yang hilang ada pada Ara. Makanya aku ditugaskan mencari informasi mengenai Ara, huh begini amat ya kerja nyari cuan." Keluh Arion.


" Aku tidak tahu harus ngomong apa. Lu tau sendiri tuan gue gimana, apalagi sekarang dia lagi sensitif gara-gara kehamilan nona ini. Semua orang dibuat bingung dengan perubahannya."


Mereka berdua pun terdiam dan tampak sedang berpikir satu sama lain.


" Nih, tanda tangan." Arion menyodorkan berkas untuk Jack.


" Apa ini?" Merasa tidak pernah membuat kesepakatan, hal itu membuat Jack heran.


" Tuan gue sudah menyetujui untuk kerjasama dengan perusahaan kalian, buruan. Gerah gue lama-lama sama lu."


" Yang bener lu?! Ah, lu ngerjain gue ya. Tuan lu tadi aja nggak bilang apa-apa masalah kerjasama ini."


" Mau apa nggak? Gue pulang ni." Arion merebut kembali berkas yang ia berikan kepada Jack.


" Eh, enak aja lu. Nolak ini, berarti nyawa gue dalam masalah. Tega lu, sini!" Jack merampas kembali dan menanda tangani berkas kesepakatan hubungan kerjasama mereka.


" Salam buat bidadari ya, Ara. "


Arion beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat tersebut, dengan Jack yang masih betah duduk berdiam diri disana.


" Bidadari? Woi! Gila lu ya, mau mati hah. Enak saja nona dibilang bidadari, eh. Tapi memang benar si, nona berhati bidadari."

__ADS_1


Masalah baru lagi, sepertinya tuan akan semakin memberikan pengawalan ketat untuk nona dan tuan muda. Ya sudahlah, yang terpenting kontrak kerjasama sudah gue dapatin, aman. Jack.


__ADS_2