Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
27.


__ADS_3

" Tidak! Ini tidak mungkin!" Tubuh Ara seketika jatuh ke lantai, air mata sudah tidak terbendung untuk mengalir.


Terlihat jelas tertulis namanya dan juga pria yang berstatus sebagai suaminya, seakan dunia telah hancur. Membuat Ara semakin terisak dan merasakan perutnya kembali keram, dengan perlahan ia berjalan keluar dari ruangan menuju kamarnya. Menatap nanar ke seluruh arah, Ara merayap pada dinding untuk sampai ke tempat tidur.


" Tidak, ini tidak mungkin. Aku tidak mungkin menikah dengan monster itu! Argh!" Tangannya mulai meremas perut yang terasa sangat menyakitkan.


" Sa sakit!" Erang Ara.


Tubuh itu terjatuj ke lantai, rintihan terus keluar dari mulut mungil dan tipis. Peluh yang membanjiri wajahnya, membuat Ara tak bisa menahan rasa sakit itu terlalu lama. Berteriak pun percuma, kamar itu kedap akan suara. Ara merayap menuju pintu, kepalanya terasa berdenyut. Memegangi perutnya yang seakan-akan telah di aduk-aduk, semakin terasa sakit. Berusaha terus merayap, namun semuanya tidak dapat ia kendalikan. Tubuh itu pun melemah, seiring dengan cairan berwarna merah yang keluar diantara kakinya. Samoai pada akhirnya, mata Ara perlahan tertutup.


......................


" Berapa lama lagi kita akan sampai, Liam?" Elvan tampak begitu khawatir.


" Sepuluh menit lagi tuan, helikopter kita sudah menunggu disana. " Jelas Liam, untuk mempersingkat waktu. Mereka menggunakan jalur udara untuk segera sampai.

__ADS_1


Elvan tampak frustasi melihat video yang masih berputar dari ipad di tangannya, kamera tersembunyi yang digunakannya di dalam ruang kerjanya menayangkan jika Ara memasukinya dan menemukan rahasia besar yang sudah sangat ia jaga.


" Akh! Bo**oh, kenapa sampai lalai seperti ini!" Elvan merutuki dirinya sendiri.


Ketika pesawat yang mereka tumpangi mendarat, Elvan segera turun dan menaiki helikopter yang sudah siap membawanya. Tidak butuh waktu lama, dengan angin yang cukup kencang, pendaratan heli dari atas bangunan sangat sempurna. Langkah kaki cukup besar, berjalan begitu cepat.


" Anak nakal! Kenapa kalian terlihat seperti sedang terburu-buru, ada apa?" Nany mendapati kepulangm Elvan yang terkesan sangat mendadak.


Tanpa menjawabnya, Elvan berlari menuju kamar miliknya. Namun ternyata, pintu itu terkunci dari dalam.


Tok tok tok.


" Buka!"


Berkali-kali Elvan mengetuk dan berteriak, tetap saja tidak ada tanggapan satupun dari penghuni kamar. Perasaan Elvan semakin panik akan terjadi sesuatu dengan wanitanya, ia mengulangi untuk mengetuk pintu tersebut.

__ADS_1


Tok tok tok.


" Ara, buka pintunya! Buka!"


Kejadian itu menimbulkan tanda tanya besar bagi penghuni mansion yang lainnya, Nany melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan Elvan. Ia menghampiri Liam untuk menanyakan hal tersebut, karena ia adalah orang kepercayaan dari anak nakal.


" Ada apa dengan tuanmu, Liam?" Sorot mata Nany dengan penuh selidik.


Mendapatkan pertanyaan dari Nany, membuat Liam bingung untuk menjelaskannya dari mana. Ia pun memberikan putaran rekaman dari ipad di tangannya, sontak saja setelah melihat rekaman itu. Wajah Nany juga ikut berubah, ada kepanikan didalamnya.


" Kalian! Kenapa sampai melupakan hal sekecil ini! Cepat ambil kunci cadangannya!" Nany berkata dengan nada yang cukup tinggi.


Beberapa maid yang lainnya, berlari dengam cepat mencari kunci kamar milik tuannya. Terlihat Mila yang ikutan panik dengam kejadian disana, namun tidak untuk Friska. Ia mulai mencibirnya, dan berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Ara.


Cukup memakan waktu untuk menunggu kunci cadangannya, Elvan dengan begitu emosi mulai mendobrak pintu kamar miliknya. Pintu yang didesain khusus dan sangat kuat, bagaimana bisa seorang manusia mendobraknya.

__ADS_1


Brak!


Brak!


__ADS_2