
Suasana markas tampak begitu tenang, Liam yang saat itu sedang memeriksa keadaan markas dengan cara berkeliling. Satu persatu ruangan yang ada ia periksa, bisa saja Liam melihatnya melalui kamera pengawas. Akan tetapi itu masih membuatnya tidak terlalu puas akan hasilnya.
Setelah selesai, Liam hendak kembali ke ruangannya. Namun tiba-tiba terdengar suara kegaduhan dari bagian luar.
" Tuan Liam!" Teriak seseorang yang mendekati Liam.
" Ada apa?" Liam melihat orangnya itu sedang mengatur nafasnya.
" Ki kita diserang tuan! "
" Hah?!" Liam terpaku akan perkataan orangnya.
" Benar tuan, jumlah mereka juga sangat banyak!"
" Tahan mereka! Tingkatkan keaman, panggil seluruh anggota yang ada!" Liam mengintruksi orangnya tersebut, lalu mereka berpencar.
Liam segera menghubungi Elvan dan mengirimkan tim anggotanya segera, guna mengamankan anggota keluarga yang lainnya dan juga keamanan nona mereka. Disaat Liam akan menghubungi Jack, terdengar suara ledakan.
Bbbuumm!!
Ddduaarr!!
" Apa itu?!" Liam berlari menuju sumber siara, namun baru saja beberala langkah ia sudah dihentikan oleh bawahannya.
" Tuan Liam! Kita harus mengamankan semuanya, tuan! Mereka menggunakan bahan peledak untuk menyerang kita!" Teriakan seorang bawahan kepada Liam.
Apa?! Sepertinya keadaan sudah tidak aman.Aku harus secepatnya bertindak, jangan sampai mereka terlalu cepat menyerang. Ah, aku harus segera mengatasinya. Liam.
__ADS_1
Dengan adanya ledakan tadi, Liam mengerahkan semua anggota untuk menghadapi lawannya. Semua persenjataan telah mereka gunakan, semakin dibiarkan. Lawan mereka terus menyerang, bahkan tidak ada sedikitpun kesempatan yang diberikan untuk pihak Liam dalam pertahanan.
Bugh!
Bugh!
Tanpa ia sadari, seseorang telah menyusup masuk ke dalam markas dan menyerangnya secara tiba-tiba. Liam yang saat itu tidak terlalu fokus dengan sekitarnya, terkena serangan yang menyebabkan dirinya tersungkur.
" Aish! Sial!" Kedua telapak tangan Liam mengepal dengan begitu kuat, terlihat jelas jika urat-urat tangannya terpampang begitu nyata.
Mendapati dirinya diserang secara tiba-tiba, Liam lalu bangkit dan membalas serangan dari orang tersebut. Terjadilah aksi serang menyerang diantara mereka berdua, bagi Liam pertarungannya itu hanyalah gerakan pemanasan saja. Dalam waktu yang singkat, lawannya telah berhasil ia lumpuhkan. Namun sayangnya, disaat ia sedang mengatur nafasnya. Semakin banyak penyusup yang masuk, hal itu membuatnya menggelengkan kepala.
" Huh, sepertinya ini adalah waktunya untuk beraksi kembali. Aish, sudah sekian lamanya tidak berkelahi. Badanku terasa mau rontok semua." Liam sedikit memijit bahunya yang terasa pegal.
Mau tidak mau, Liam kembali beraksi. Akan tetapi kali ini ia tidak sendirian, pasukannya telah berada disana dan membantunya untuk melumpuhkan lawan mereka.
" Apa tujuan kalian datang kemari?" Dengan begitu tegas Elvan menekankan perkataannya kepada orang-orang yang kini berada dihadapannya.
Biasanya para klien bisnisnya akan selalu berpakaian serba rapi dan juga elegan, namun tidak pada kali ini. Orang yang menemuinya saat itu berjumlah enam orang serta bertubuh kekar yang berpenampilan layaknya seorang tukang pukul dan tidak ada sopan-sopannya, memaksa masuk ke dalam perusahaan sehingga menimbulkan sedikit keributan.
Brak!
Salah satu dari orang tersebut menendang meja kerja milik Elvan, sehingga meja tersebut menghantam tubuh Elvan yang berada disana. Namun dengan sigap, Elvan menghindar dari benda tersebut.
" Tidak perlu tahu tujuan dari kedatangan kami, perlu anda ketahui. Jika kami menginginkan anda untuk bisa bekerjasama sama, silahkan ikut dengan kami." Seru orang tersebut, yang sepertinya menjadi pemimpin dari orang-orang tersebut.
" Siapa yang menyuruh kalian datang kemari? Dasar pengecut, beraninya menyuruh orang lemah seperti kalian untuk menemuiku, cuh!" Elvan seperti mengacuhkan dan mengolok-olek mereka.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan dari Elvan, namun mereka tersindir dan juga emosi atas perkataan Elvan.
" Bre****ek! Anda tidak bisa diajak biak-baik rupanya, jangan membuat kami marah. Cepat ikut dengan kami, jika tidak akan aku buat diri anda menyesal!" Erang pria bertubuh kekar itu kepada Elvan.
Merasa amarah yang berada dalam dirinya sudah tidak bisa ia tahan, Elvan pun membalas perbuatan yang telah dilakukan oleh orang tersebut kepadanya.
" Ikut dengan kalian? Heh, kalian sendiri yang akan menyesal!"
Elvan langsung menyerang ke enam pria tersebut tanpa jedah waktu, mendapatkan perlawanan dari Elvan. Membuat ke enam pria tersebut juga ikut memberikan serangan, pukulan, tendangan tidak bisa terhelakkan lagi. Dalam waktu singkat, ke enam pria tersebut berhasil Elvan takhlukkan. Jack mendengar kegaduhan dari ruangan tuannya bergegas menghampiri, betapa terkejutnya ia melihat tuannya sedang diserang oleh orang yang tidak ia kenal.
" Tuan, awas!"
Begitu Jack masuk ke dalam ruangan tersebut, ia melihat beberapa orang yang mengeluarkan senjata dan akan menyerang Elvan. Elvan sudah menyadari hal tersebut sebelum Jack berteriak, dengan memutar tubuhnya. Elvan kembali menyerang orang tersebut dan merebut senjata yang mereka gunakan, Jack ikut serta melumpuhkan mereka. Tanpa ampun, Elvan kembali menyerang ke enamnya sampai pada akhirnya mereka tak berdaya. Melihat tuannya tidak akan mengakhiri serangannya, Jack menarik tubuh besar tuannya dari ke enam orang tersebut.
" Tuan stop! Tenangkan diri anda!" Nampak begitu sulitnya Jack untuk menahan diri Elvan, yang saat itu berada dalam kondisi marah.
" Lepas!! Aku bilang lepas!!"
" Tidak tuan, ingat tuan kita sedang di perusahaan. Jangan sampai nama perusahaan tercoreng akibat peristiwa ini."
Perlahan amarah Elvan mereda, ke enam orang tersebut juga sudah tidak bisa melakukan perlawanan lagi. Elvan sudah menyerang tanpa memberikan sedikitpun kesempatan pada mereka untuk bertahan dan menyerang, orang-orang suruhan Liam sebelumnya telah tiba. Ke enam pria tersebut telah diamankan dan ditempat pada suatu tempat, dengan keadaan yang tidak tenang.
" Amankan mereka semua, jangan sampai ada yang kabur ataupun mati. Jika pun mereka ingin mati, aku sendiri yang akan mengabulkannya. Dan kalian, masalah kita belum selesai!" Erang Levan kepada ke enam pria tersebut. Bisa dipastikan keadaan mereka sudah begitu tak bedaya dan mengenaskan.
" Jack, beritahu Jefri dan Dion untuk mengamankan keluargaku. Kerahkan semuanya untuk berjaga-jaga, sementara ini kau tangani masalah perusahaan. Aku harus segera ke rumah sakit, mereka juga pasti mengincar Ara. " Tanpa menunggu jawaban dari Jack, Elvan telah lalu melangkah meninggalkannya.
" Eee... Baik tuan, akan sa..." Belum selesau memberikan jawabannya, Jack melebarkan matanya saja saat Elvan telah menjauh.
__ADS_1
Dasar tuan! Seenakknya saja main pergi, belum juga selesai menjawab. Aduh! Kenapa malah memikirkan masalah ini. Nona?! Ya ampun, benar juga kata tuan. Akh! Siapa juga yang melakukan hal ini, cari masalah saja! Jack.