Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
64.


__ADS_3

Keadaan mansion yang saat ini ditempati oleh baby dan lainnya, dalam suasana yang teramat genting, mereka semuanya sedang di evakuasi oleh Jefri dan Dion menuju suatu tempat yang lebih aman.


" Jefri, ada apa ini? Kenapa kami harus pindah?" Nany mempertanyakan kenapa mereka harus bergegas saat itu juga.


" Maaf Nany, saya hanya menjalankan perintah dari tuan Elvan." Jawab Jefri yang sedang menggarahkan Nany dan Elliza yang sedang mengendong baby.


Elliza yang sedang mengendong baby tampak begitu gelisah, hatinya sangat mengkhawatirkan keadaan baby yang harus berada dalam situasi seperti ini. Jefri mengarahkan semuanya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah ia persiapkan, Rara yang baru saja tiba dari pekerjaannya. Dibuat kaget dengan peristiwa tersebut, lalu ia pun ikut dalam mobil yang dikemudikan oleh Jefri.


Baru saja mobil itu keluar dari jalan utama mansion tersebut, terdengar suara ledakan dan juga tembakan yang cukup membuat telinga berdenging. Baby yang pada awalnya sedang terlelap tidur, dengan adanya suara itu membuat dirinya laget dan tebangun dari tidurnya.


" Eak! Eak!" Tanggisan itu membuat seluruh penumpang dalam mobil tersebut panik.


" Aduh, cep cep cep. Jangan menanggis sayang." Elliza menimang-nimang baby agar tanggisannya berhentu, namun hal itu tidak berhasil.


Bukannya menjadi tenang dan berhenti, tanggisan baby pun semakin keras terdengar. Rara pun mengambil alih untuk menenangkan baby, namun sudah beberapa waktu. Baby tak kunjung tenang, Rara semakin risau akan keadaannya.


" Baby kenapa? Minum susunya kan sudah nak, kok masih nangis. Cep cep cep, aduh aunty bingung harus gimana." Rara tak tega melihat keadaan baby yang terus menerua menanggis.


Nany dan Elliza juga tidak bisa berbuat banyak, hanya berharap mereka segera tiba di tempat yang tuju.


......................


Seperti biasanya, Arion selalu menamui Ara seriap harinya dalam penampilan sebagai seorang dokter. Akan tetapi pada hari ini, ia belum bisa menemui Ara. Karena sesuatu hal terjadi pada kelompoknya.


" Siapa yang membuatnya menjadi seperti ini? Yang aku tahu, tidak akan ada yang berani mengganggu bisnisku!" Arion mengusap wajahnya dengan kasar, ia merasa sangat geram dengan ulah kelompok lain dari dunia bawah kepadanya.


" Maaf tuan, kami dihadang begitu saja oleh kelompok tersebut. Semua persedian barang kita direbut oleh mereka, namun salah satu dari anggota kita mengenali beberapa orang dari kelompok tersebut." Seorang bawahan menjelaskan apa yang telah mereka alami.

__ADS_1


" Panggil dia kemari!" Arion sudah tidak bisa membendung rasa amarahnya, dan pada satu sisinya lagi ia ingin segera menemui Ara.


" Baik tuan." Orang tersebut langsung memanggil anggora lainnya yang dimaksud.


Dalam sekejap, orang yang di inginkan telah berdiri berhadapan dengan Arion.


" Jelaskan!" Ucapan yang penuh penegasan.


" Ee tuan, saat terjadinya penghadangan oleh kelompok itu. Saya tidak sengaja melihat dari beberapa orang disana yang saya kenal, yang dulunya mereka masuk ke dalam kelompok pimpinan bos Xavier." Ucapan orangnya tersebut begitu jelas untuk Arion.


Kepala Arion berdenyut sangat kuat, setelah mendengar dan mengetahui siapa dalang dari semuanya. Namun ia harus bertindak cepat untuk mengamankan kelompok tersebut, terutama sang pemimpinnya. Xavier yang ia kenal adalah orang yang tidak tahu akan rasa kasihan terhadap tergetnya, ia juga sangat begitu licik dan juga pintar memutar balikkan keadaan. Akan tetapi, Xavier tidak akan pernah menang dari seorang Elvan. Bahkan akibat ulah Elvan, yang mengalahkannya sampai pada titik terendahnya. Membuat Xavier memilih untuk bersembunyi dan kini ia telah kembali lagi, bisa dikatakan untuk membalas dendam.


" Ara!" Tiba-tiba saja pikiran Arion terbayangkan akan wajah Ara.


Bergegas berjalan meninggalkan rekannya, Arion segera menuju mobil dan mengendarainya dengan sangat cepat. Dalam pikirannya, ia mengkhawatirkan jika Xavier akan melakukan balas dendam melalui orang terdekat dari Elvan dan itu adalah Ara.


" Ara hilang! Kerahkan semuanya, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka!" Ujar Arion dari ponselnya yang tertuju pada Alan.


" Baik tuan. I itu mereka! Mereka dari pintu darurat tuan!"


Disaat Alan akan mengakhiri pembicaraannya, lirikan matanya menangkap sesuatu yang mencurigakan. Dan ternyata, mereka sedang mendorong brankar yang berisikan tubuh Ara untuk memasuki mobil ambulance yang sudah mereka gunakan. Alan langsung menyergap mereka dengan pasukan yang ia bawa sebelumnya, akan tetapi mereka juga melakukan perlawanan yang membuat posisi kedua kelompok tersebut mempunyai kekuatan seimbang.


" Berhenti kalian!" Teriak Alan kepada lawan mereka.


Alan menugaskan sebagian orangnya untuk mengamankan situasi setempat, agar semua yang berada disana dalam kondisi aman. Mendengar teriakan Alan, mereka mempercepat aksinya. Mendapati target mereka telah lolos, Arion yang baru tiba. Dan langsung Alan arahkan untuk mengejar laju pergerakan para penculik Ara, aksi kejar-kejaran terjadi. Bahkan serangan senjata juga ikut mewarnani aksi tersebut, Arion yang sudah tidak bisa menahan amarahnya. Ia membidik salah satu ban mobil yanh dikendarai oleh para penculik tersebut.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Tembakan tersebut tepat mengenai sasaran, ban mobil lawan mereka terkena tembakan dan laju mobil itu menjadi oleng. Alan pun mengambil alih kemudi yang sebelumnya Arion pegang, karena tuannya saat itu akan melompat menyebrangi mobil mereka.


Ketika Arion telah berhasil menyebrangi mobil tersebut, dengan cepat ia menyerang orang-orang yang berada disana agar ia bisa memasuki mobil itu. Sedang Alan masih menyeimbanhgi lanju mobil mereka, sampai pada akhinya mobil lawannya berhenti.


Bugh!


Bugh!


Dor!


Dor!


Aeion tanpa ampun dan tidak memberikan celah sedikitpun bagi lawannya untuk menyerang dirinya, begitu pula dengan anggota kelompok yang Arion pimpin ikut membantu. Sehingga lawan bisa dengan mudah dilumpuhkan, Arion membuka pintu mobil tersebut dan ia melihat tubuh Ara yang terbaring disana.


" Ara! Ah, syukurlah!" Arion menghela nafasnya saat ia mendapati Ara selamat.


" Tuan, sebaiknya kita pindahkan nona ketempat yang aman dahulu. Sepertinya anggota kelompok mereka masih mengejar, cepat tuan!"


Alan dan Arion memindahkan tubuh Ara dengan cepat, lalu mereka menugaskan anggotanya yang lain untuk mengalihkan perhatian agar dapat pergi dari sana.


......................


Mobil yang dikendarai Elvan baru saja tiba di rumah sakit, langkah kakinya membawa dirinua untuk secepatnya menuju kamar sang istri. Saat tiba disana, betapa kagetnya ia melihat keadaan para anggotanya sudah tidak sadarkan diri semua.


" Akh! Bre***ek!!"

__ADS_1


Kepalan tangan kekar itu meninju udara, dengam rahang yang mengeras. Elvan merasa jika penyusup itu masih bisa ia kejar, berbalik arah kembali menuju mobilnya. Para anggotanya yang baru tiba, melihat tuannya pergi. Mereka sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi, sebagian dari mereka mengikuti tuannya dan sebagian lagi menangani anggota lainnya yang tidak sadar.


__ADS_2