Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
44.


__ADS_3

Bugh! Bugh!


Pertarungan diantara pihak musuh yang menyerang tuannya, kini Jack dan Liam menghadapi mereka dengan pasukan yang jumlahnya cukup banyak.


Ternyata, jumlah dari musuh mereka terus bertambah. Namun hal itu tidak membuat Jack dan Liam menjadi takut.


" Lebih baik, kau menyusul Dion. Dia pasti membutuhkan bantuanmu, biar aku yang mengatasi disini."


" Baiklah, aku sudah menghubungi yang lainnya untuk membantu. Jumlah mereka terua bertambah, tunggu! lihat!" Saat Liam berbicara, ia melihat sebuah mobil berhenti tepat dibelakang para musuh mereka.


Jack melebarkan bola matanya, saat ia mengetahui siapa orang yang baru saja keluar dari mobil tersebut.


" Arion!" Gumam Jack dan Liam bersamaan.


Pok! Pok! Pok! (Suara tepukan tangan).


" Yes, itu aku. Arion. Kalian pasti masih mengingatku, bukan!" Dengan angkuhnya, Arion berhadapan dengan kedua orang kepercayaan Elvan.


" Kenapa dia tidak mati saja waktu itu, menyebalkan sekali melihatnya saat ini!" Liam berdengus kesal, melihat keangkuhan dari manusia yang pada dahulunya sangat beruntung nyawanya tidak dilenyapkan oleh tuannya.


Dengan begitu sangat percaya diri, Arion berjalan mendekati Liam dan Jack. Yang dimana keduanya sudah bersiap dengan pertahanan diri, dan juga pasukannya yang juga sudah siap dengan serangan.


" Aku kehilangan wanita yang begitu sangat aku cintai, semua itu karena ulah dari manusia ba***gan itu! Dan kalian masih membelanya, sungguh bodoh!"


Dor!


Cara licik yang ia gunakan, Arion menembakkan senjata yang ia sembunyikan dari dalam saku jas yang di gunakannya. Dengan sigap, Jack dan Liam menghindar dari serangan tersebut. Pertempuran terjadi diantara du kelompok lama yang berseteru itu, Liam yang tadinya ingin menyusul tuannya. Kini harus membantu Jack terlebih dahulu, memanfaatkan situasi yang sedang terjadi. Arion menghilang dan hal itu tidak diketahui oleh pihak lawannya, keadaan pum semakin genting dengan serangan-serangan yang ada.


Sementara itu, Elvan memandangi Ara yang menahan rasa sakit pada perutnya semakin khawatir. Suara helikopter terdengar, Dion mengarahkan tuannya untuk segera bersiap. Karena pihak lawan terus mendekati mereka, saat Dion memberi tanda dan ketika itu pula suara ledakan terdengar dengan sangat kuat.


Dduuaarrr!!

__ADS_1


Dduuaarrr!!


Suara ledakan itu berasal dari helikopter yang dikirimkan untuk mereka, menghindar dari tempat tersebut. Elvan membawa tubuh Ara untuk bersembunyi, karena Dion menemukan pihak musuh telah mengamati pergerakan mereka.


" Sa sakit Bee!" Ara meringgis menahan rasa sakit yang sudah sangat tak tertahankan.


" Iya sayang, bertahanlah." Elvan memikirkan cara lainnya untuk menyelamatkan istri fan anaknnya.


Tubuh Ara semakin bergetar, keringat telah membasahi seluruh tubuhnya. Dengan rasa sakit pada perutnya, Ara terus mencoba menahannya. Tidak ingin menambah kekhawatiran Elvan pada dirinya yang bisa membuatnya lengah dari kepungan musuh.


" Bee, awas!" Ara spontan mendorong tubuh Elvan dari hadapannya.


Seseorang yang menggunakan penutup muka sedang mengarahkan sebuah pisau kecil kepada Elvan, dari arah belakang tubuhnya. Disaaat itu, Ara melihatnya dan segera mendorong Elvan agar tidak terkena serangan tersebut. Namun naas, mendorong tubuh Elvan dan tidak untuk dirinya.


" Aakh!" Ara berteriak cukup keras, merasakan sesuatu yang menusuk tubuhnya pada bagian punggungnya.


" Tidak!!" Teriak Elvan mendapati Ara terusuk.


Dengan sigap, Elvan menarik dan menyerang orang tersebut dengan bertubi-tubi. Orang tersebut dapat mengimbangi serangan yang Elvan berikan, sementara itu Ara berusaha bergeser dari posisinya untuk mencari tempat yang lebih aman. Begitu pula Dion menahan serangan dari orang-orang yang mulai berdatangan untuk menyerang mereka.


" Siapa kau?!" Dengan begitu dinginnya, Elvan menghajar orang tersebut. Berusaha untuk membuka penutup mukanya, namun orang itu selalu dapat menghindar.


Serangan demi serangan dapat Elvan hindari, ingin rasanya ia melenyapkan saat itu juga orang yang berani menyerangnya. Disaat ia lenggah untuk melihat dan memastikan keadaan Ara, Elvan memalingkan mukanya untuk mencari keberadaan dari istrinya. Tidak terduga, orang tersebut menembakkan sesuatu.


Dor!


Dor!


Semua orang berada disana terkejutkan dengan suara tembakkan tersebut, Elvan segera membalikkan kembali tubuhnya dan melihat apa yang terjadi.


" Tuan." Jefri menundukkan sebagian tubuhnya pada Elvan, dan terlihat jika orang yang menggunakan penutup wajah tersebut telah tersungkur ke tanah.

__ADS_1


Memberikan tanda dengan tangannya untuk Jefri membereskan yang lainnya, lalu Elvan berjalan mendekati orang tersebut dan berjongkok dihadapannya. Begitu mudahnya ia menarik kain penutup wajah tersebut, betapa terkejutnya Elvan melihat siapa dibalik kain wajah itu.


" Kau?!!" Betapa tidak percayanya Elvan dengan apa yang ia lihat.


" Hufh, ketahuan deh. Hallo cinta, sudah lama tidak bertemu. Mmuah." Pria itu memberikan gerakan bibir seperti hendak mencium Elvan dengan bibirnya, walaupun dalam keadaan meringgis karena kedua kakinya telah tertembak oleh Liam sebelumnya.


" Carlos!!" Erang Elvan saat mengetahui orang yang melukai istrinya.


" Heh, kau masih mengenaliku. Baguslah, setidaknya aku tidak menghantui rasa penasaranmu." Carlos berusaha untuk berdiri dalam keadaan kakinyang terluka.


" Oh iya, mana istrimu itu. Tapi tidak usah dicarilah, biarkan dia mampus dan dirimu bersamaku cinta."


" Ba****gan kau!!!" Elvan menyadari jika keberadaan Ara tidak ada.


" Jef, Dion. Segera kalian cari istriku!" Teriak Elvan dengan begitu marah.


Mendengar jika nona mereka menghilang, Dion dan Jefri segera menghabisi lawannya dan anggota lainnya mulai berpencar mencari keberadaan Ara, sebagian masih membereskan beberapa penyusup yang masih berdatangan untuk menyerang mereka.


Menghajar Carlos dengan membabi buta, Elvan tidak sadar jika orang tersebut sudah seperti mayat hidup yang menunggu nyawa untuk lenyap.


" Kau begitu tega ingin membunuhku, cinta. Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskanmu. Dan istrimu itu, akan aku lenyapkan dari dunia ini. Hahaha." Dalam keadaan tubuh yang berlumuran darah dan nafas tersengal-sengal, Carlos masih mengancam Elvan dengan mulutnya yang tajam. Perkataan Carlos membuat darah Elvan mendidih.


" Seharusnya aku melenyapkanmu waktu itu, dasar bre***sek!"


Elvan merampas senjata yang berada di tangan Carlos dan menembakkannya pada bagian kepala dan dadanya. Dalam beberapa kali tembakkan, Carlos tampak tak bernafas lagi. Berlarian ke sembarangan arah, Elvan meninggalkan Carlos begitu saja tanpa memastikan apakah dia telah tewas atau tidak. Di pikirannya saat itu, hanya untuk mencari keberadaan Ara dan memastikannya baik-baik saja.


" Sayang, dimana kamu! Sayang!" Teriak Elvan yang terus memanggil Ara.


......................


" Cari wanita itu sampai dapat!" Teriak Arion yang mengetahui dari orangnya, jika istri dari Musuhnya itu menghilang.

__ADS_1


Sementara itu, Ara bersembunyi pada sebuah semak belukar yang rerumputannya begitu tinggi. Dengan segala rasa sakit yang mendera tubuhnya, ia selalu mendoakan keadaan suaminya. Dengan deraian air mata, Ara berjaga-jaga dari orang-orang yang mengikutinya tadi.


Bee, aku harap kau baik-baik saja dan dapat menemukan keberadaan kami disini. Argh! Ini sakit sekali, yang kuat ya nak. Kita harus bertemu Dady nak, Mamy harap ini semua bisa kita lewati. Ara


__ADS_2