Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
109.


__ADS_3

" Kita harus menerimanya, jangan bersedih." Ray memeluk Bella dengan sangat lembut.


" Aku mau bertemu dengannya, Ray. Ketika kita memberitahukan ini semua, jika hasilnya mengharuskan kita untuk melepasnya. Aku sudah mengikhlaskannya, ayo Ray. Bawa aku untuk menemuinya, kumohon." Mata Bella sudah sangat berkaca-kaca, berharap agar Ray dapat mengabulkan permintaannya.


" Apa kau sudah yakin?"


" Mmm, aku sudah yakin Ray. Mungkin ini sudah takdirnya, aku tidak ingin membuat akan rasa bersalahku semakin besar." Tanggisan pun kembali pecah, saat Bella mengatakan isi hatinya.


Ray memahami mengenai perasaan yang saat ini Bella rasakan, tanpa harus menunggu lama. Ray mengabulkan permintaan Bella, ia juga sudah begitu lelah untuk menghadapi persoalan dalam hidupnya.


......................


Kehilangan si putih, membuat Ezra menjadi memiliki rasa dendam pada Elvan. Hewan itu telah menjadi bagian dari dirinya, walaupun dalam waktu yang cukup singkat.


" Suara apa itu, sayang?" Elvan yang sedang bersendau gurau bersama Ara dan baby di kamarnya, mendengar suara kegaduhan dari luar.


" Ehm, seperti suara perkelahian. Coba dilihat dulu, Bee." Ara juga mendengar suara kegaduhan tersebut.


Dengan mengendong baby ke dalam dekapannya, Elvan keluar dari kamarnya yang di ikutinoleh Ara dari arah belakang. Namun semakin mereka mendekati sumber suara, semakin terdengar jelas suara teriakan seperti sedang berada dalam suatu perlombaan. Elvan menghentikan langkahnya, sehingga Ara yang tidak siap dari arah belakang menabraknya.


Dugh!


" Bee, kenapa berhenti tiba-tiba? Sakit." Mengelus keningnya yang terbentur punggung Elvan, Ara menampakkan wajah cemberutnya.


" Maaf sayang, sakit?" Elvan membantu Ara mengelus keningnya.


" Coba kamu dengar, suara itu seperti ada yang aneh." Elvan menyadarkan Ara dengan suara yang mereka dengar.


Mengikuti arahan dari suaminya, Elvan membawa Ara dan baby yang terlelap dalam kain gendongan pada tubuh Elvan untuk melihat kejadian apa yang membuat suara sebising itu.

__ADS_1


" Paman Dion, ayo tangkap Leonnya! Huh, payah sekali paman ini." Teriak Ezra yang sangat bosan akan sikap Dion.


Orang yang disebutkan namanya itu sedang meringkuk pada sudut rimbunnya tanaman yang menjadi pagar, ia tidak berani untuk menatap dan memperlihatkan wajahnya, memilih terus menunduk ke bawah.


" Eeerrgghh!!" Suara dari hewan yang kini menjadi peliharan Ezra sedang mendekati Dion, bagaimana tidak ramai. Hampir seluruh penghuni mansion tersebut dibuat panik, kedatangan dua hewan buas yang sudah berukuran sedang membuat mereka harus berlari kocar-kacir kesana kemari. Sedangkan yang membelinya malah asik tertawa, bahkan menyuruh kedua hewan itu untuk bermain bersama orang-orang disana.


" Tidak! Tolong! Tolong selamatkan aku, tolong!" Teriak Jefri yang sudah berada di atas salah pohon dihalaman belakang mansion.


" Eerrrggghh!" Hewan yang dijuluki raja hutan itu mulai menaiki dahan utama dari pohon tersebut, hal itu semakin membuat jantung Jefri berdetak sangat cepat.


" Tolong! Tolong!"


Dari kejauhan, Ezra semakin tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi dari Jefri. Tidak ada kesannya mereka sebagai anggota mafia, bahkan saat ini mereka terlihat seperti anak kecil yang merengek untuk diambil balon.


" Hahaha, Lin! Kemarilah, lihatlah. Paman Jefri celananya sudah basah, aku kasihan pada pohonnya. Nanti bau pesing, hahaha." Ezra sangat semangat dengan apa yang terjadi.


" Tuan, tolong yang ini juga tuan!" Dion ikut menyahut ucapan Ezra.


" Boy! Ada apa ini, kenapa mereka ketakutan semuanya." Elvan yang telah tiba bersama Ara dan baby di halaman belakang.


" Daddy! Eeee, maaf Dad, Mom. " Ezra menundukkan kepalanya, saat melihat Elvan dan Ara berada disana.


Kedua hewan tersebut langsung duduk bersimpuh dihadapan Ara dan Elvan, seakan mereka sudah sangat saling mengenal. Bahkan Ara yang merasa sangat kaget dengan apa yang ia lihat, namun ia berusaha menetralkan detak jantungnya yang begitu cepat


" Lebih baik kalian masuk ke dalam, sayang. " Elvan mengisyaratkan agar Ara bersama baby untuk masuk kedalam mansion.


Akan tetapi, tiba-tiba tangan baby berusaha untuk menyentuh sesuatu. Dengan celotehannya seakan sedang berbicara, dimana Leon berdiri dan mendekati mereka.


" Boy! Hentikan dia!" Teriak Elvan saat mendapati singa itu berjalan mendekat.

__ADS_1


Saat kekhawatiran Elvan begitu besar, tiba-tiba tangan Ara memeluk tubuh Elvan dari arah samping.


" Bee, biarkan mereka. Jangan sampai peristiwa putih terulang kembali. Bisakah kau meredakan emosi itu? Percayalah, mereka tidak berbahaya." Ara menatap wajah Elvan dengan penuh keyakinan.


" Tapi sayang, mereka hewan buas. Kalian baru saja bertemu, belum saling mengenal." Tegas Elvan.


" Ssshh, percayakan padaku."


Ara perlahan mendekati Leon yang sudah berada dihadapannya. Ada rasa ketakutan dalam diri Ara, namun ia percaya jika hewan itu tidak berbahaya. Dimana Elvan sudah begitu khawatir melihat istrinya, namun diluar dugaan. Leon mencium kaki Ara dan mengeluskan kepalanya, begitu pun Lin juga mendekat dan melakukan hal yang sama.


" Terima kasih, kalian berdua sangat tampan." Senyum Ara mekar, saat mengatakan kedua hewan itu tampan.


" Tidak! Mana ada hewan tampan! Sayang, hanya aku yang pantas kau puji. Dan kalian berdua, menjauhlah dari istriku!" Erang Elvan yang tidak ingin Ara disentuh oleh hewan itu.


" Brrruuu bu bu bu." Baby pun tak kalah antusiasnya ingin menyentuh dua L.


" No baby, itu bukan mainan." Lagi-lagi Elvan menolak.


" Bee."


" Argh! Bisakah kalian itu tidak menolak perkataanku, huh percuma saja." Memberikan baby kepada Ara, karena baby memberontak terus.


" Maaf sayang, cup." Memberikan kecupan kilat pada bibir Elvan, sebagai sogokan agar ia tidak marah.


" Sayang!"


Ara sudah terlebih dahulu berkumpul bersama Ezra dan kedua sahabat barunya, orang lain pada bergidik ngeri. Namun keluarga itu sangat akrab, membuat nyali yang melihatnya menjadi menciut. Jefri dan Dion terlebih dahulu memilih untuk melarikan diri dari sana, tidak ingin nyawa mereka lenyap dengan sia-sia.


Kini Ezra mempunyai sahabat baru yang ia namakan dua L, Leon dan Lin. Kedua hewab itu ternyata, juga menyukai Ara dan baby. Mengobati kesedihan mereka atas kehilangan putih, akibat kesalahpahaman dan kecemburuan dari Elvan.

__ADS_1


Semoga kalian berdua, bisa menjadi bagian dari kami. Menjadi pelindung serta sahabat bagi kedua putera kami maupun anggota keluarga yang lainnya, tetaplah seperti ini dua L. Ara.


Disaat Ara bergumam dalam hatinya, kedua L bersamaan menatap Ara dengan penuh arti. Seakan-akan mereka tahu apa yang Ara katakan di dalam hatinya.


__ADS_2