Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
93.


__ADS_3

Dengan adanya bantuan dari Ezra, ia mengatur seluruh jaringan yang dibawahi oleh kendali sang Daddy. Mengamankan akses pribadi keluarganya dan kelompok dunia bawah yang Elvan pimpin serta mengutamakan keselamatan Ara. Begitu juga dengan Elvan, ia bersama seluruh orang-orangnya mulai meningkatkan keamanan untuk keseluruhan kegiatan mereka dan juga keamanan mansion utama sang leader.


Beberapa bulan pun berlalu, kehamilan Ara kini memasuki bulan ke enam. Tidak banyak keluhan yang dirasakan oleh Ara, karena semuanya itu beralih kepada Elvan. Selama enam bulan itu juga, Ara dan Elvan selalu bersama. Jika terjadi hal yang mendesak, Elvan akan menempatkan penjagaan super ketat untuk Ara dan keluarganya. Kini Tami kembali bekerja, menjaga serta melindungi Ara seperti dahulu.


" Mom, apakah lelah membawa adek kemana-mana?" Ezra melihat Ara berjalan dengan sangat kelelahan, rasanya ia tidak tega.


" Tidak sayang, ini memang sudah tugas Mommy untuk menjaga kalian. Apalagi adek di dalam tidak banyak kemauannya, malah Mommy kasihan pada Daddy. Dia yang menanggung masa mengidamnya Mommy." Ara mengelus puncak kepala Ezra dengan lembut.


Tiba-tiba, Elvan pulang dari kerja dengan langkah kaki terburu-buru dan menghampiri keduanya.


" Ada Bee, kenapa sampai berlarian seperti itu?" Tanya Ara yang merasa aneh dengan suaminya.


Biasanya Elvan akan pulang sore hari, namun saat ini. Bahkan jam dinding belum menunjukkan setengah waktu dari satu hari yang di lalui.


" Ah sayang, kamu tidak apa-apa kan? Baby bagaimana di dalam?" Elvan memeluk Ara dengan erat dan mengusap perutnya yang mulai membesar.


" Aku dan baby baik-baik saja, Bee. Memangnya ada apa?" Ara pun membalas pelukan Elvan dan mengusap punggungnya perlahan.


Kejadian sebelumnya...

__ADS_1


Elvan sedang memandangi berkas yang baru saja ia periksa, ada sesuatu yang menganjal dalam pikirannya. Ia pun memanggil Hugo untuk datang ke ruangannya.


" Coba kau periksa ini." Berkas itu melayang begitu saja kepada Hugo.


Brak!


Begitu siapnya Hugo menerima lemparan tersebut, ia pun mulai menyelidiki apa yang dikatakan oleh tuannya. Berusaha untuk tetap bersikap tenang, namun tidak bisa menutupi kecurigaannya.


" Mereka sepertinya ingin menggunakan kekuasaannya dalam memperdaya kita, tuan." Komentar Hugo atas apa yang ia lihat, sungguh sangat membuatnya tidak percaya.


" Seperti biasa, lakukan dengan rapi." Elvan memberikan perintah tersebut yang akan mereka lakukan jika mendapatkan suatu keanehan.


Kini Hugo langsung menjalankan perintah dari tuannya, namu baru saja ingin bernafas dengan baik. Ponsel milik Elvan bergetar, terdapat sebuah notifikasi pesan masuk.


📩 Jangan pernah coba-coba untuk mengusik kerjasama ini, jika kau tidak mau istri dan anakmu akan aku bawa pergi selamanya.


......................


Memastikan keadaan semuanya baik-baik saja, Elvan masuk ke dalam kerjanya. Melihat kembali pesan yang ia terima sebelumnya, membuat isi kepalanya tidak bisa berfikir jauh. Mengutamakan keselamatan keluarganya, ia tidak ingin terjadi sesuatu.

__ADS_1


" Jangan membiasakan untuk menghadapinya sendiri, Dad. " Ezra yang saat itu sudah berada disamping lengan Elvan tanpa ia sadari.


" Boy!" Nada ucapan Elvan sedikit meninggi, karena ia kaget dengan keberadaan Ezra yang secara tiba-tiba.


" Boleh pinjam ponsel Daddy?" Tangan kecil itu mengarahkan pada Elvan.


Kening Elvan berkerut, akan tetapi ia hanya berfikir jika sang anak hanya menggunakannya untuk bermain game ataupun menonton film kartun. Memberikan benda pipih itu begitu saja kepada Ezra, lalu Elvan berjalan mengambil air minum untuk melegakan tenggorokannya.


Setelah ponsel diterima oleh Ezra, tangan kecil itu mulai beraksi dengan begitu lincahnya. Lalu tangan itu berpindah pada keyboard dihadapannya, hingga beberapa saat. Menemukan apa yang saat ini ia cari, tanpa harus membuang waktu.


" Apa Daddy mau, jika Ezra memberikan sedikit pelajaran untuk mereka?" Memperlihatkan hasil temuannya dan mencocokkannya dengan ponsel milik sang Daddy.


Kaget! Itulah yang dirasakan oleh Elvan, lagi-lagi ia dibuat takjub dengan hasil karya puteranya. Ia segera melihat temuan Ezra, menggaruk sedikit kepala bagian sampingnya. Banyak sekali pertanyaan di dalam kepala Elvan akan keahlian dari puteranya tersebut, namun jika dilihat dari usianya bisa di golongkan tidak wajar. Akan tetapi, ia tetap bangga dengan hal itu. Karena ia adalah Daddy dari si anak jenius, Ezra.


" Apakah ini bisa Daddy percaya akan kebenarannya, boy?"


" Seratus, seribu, sejuta, bahkan triliunan persen. Silahkan Daddy pilih sendiri yang mana, karena Ezra mempunyai itu semua."


Anak ini! Ais, bagaimana bisa aku dibuat seperti ini olehnya. Oh Tuhan, jangan biarkan anakku ini menjadi orang yang aku takuti dikemudian hari. Elvan.

__ADS_1


Kini Elvan dihadapkan dengan fakta terbaru atas semua peristiwa yang terjadi, Arrayan. Nama yang menjadi perhitungan besar dalam hidupnya, apalagi dengan beberapa fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Kembali lagi, bayangan Ara yang selalu terlintas dalam pikirannya. Apapun yang akan terjadi, ia akan menjadi pelindung untuk istrinya.


__ADS_2