Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
67.


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar yang cukup megah, Ara yang masih nyaman dengan tidurnya terlihat semakin cerah. Tiba-tiba saja, kedua kelopak mata itu bergerak. Perlahan-lahan mata itu membuka, menyesuaikan dengan keadaan yang baru ia terima. Dengan cahaya lampu, mata itu menyipit dan perlahan membuka dengan sempurna.


Dimana ini? Tempat ini sangat asing bagiku, ini! Kenapa dengan tubuhku? Ara.


Sorot mata Ara melihat berbagai macam alat medis yang terpasang pada tubuhnya, bahkan tempat dimana ia berada juga membuatnya berpikir dengan cukup keras untuk mencernanya. Menggerakkan tangan dan kepalanya perlahan, terasa begitu sangat kaku namun bisa ia lakukan. Dan kini, ia telah duduk dengan sempurna pada pinggiran dari tempat tidur yang ia gunakan.


Klek!


Pandangan mata Ara dan juga orang yang baru saja membuka pintu kamar itu bertemu satu sama lain, mereka pun saling bertatapan dalam diam.


" Ara! Kau sudah sadar!" Arion mempercepat langkahnya untuk menghampiri Ara.


Menatap wajah Arion dengan begitu dalam, Ara seakan sedang berpikir tentang sesuatu untuk diingat. Melihat Ara yang menatapnya, Arion menjadi serba salah. Bagaimana pun juga, ia dahulu pernah menyakiti bahkan hampir melenyapkan nyawa wanita yang kini sudah menjadi bidadari di dalam hidupnya.


" Hei! Ada apa? Apa ada sesuatu yang kau rasakan?" Tanya Arion yang tampak megkhawatirkan keadaan Ara.


" Tu tuan baik, A A ri on!" Dengan suara terbata-bata Ara mengucapkan nama yang hampir ia lupakan.


Wajah Arion seketika menjadi datar, mendapati wanita bidadarinya mengingat siapa dirinya saat itu. Ada perasaan bahagia dan juga sedih, yang Arion takutkan adalah Ara akan mengingat dirinya sebagai orang yang kejam.


" Eee, kau mengingatnya?" Tampak guratan diwajah Arion yang begitu kaget.


Senyuman itu tersunging dari wajah Ara, ia terlihat begitu polos dan seperti bayi yang baru saja terbangun dari tidurnya.



" Aku mengingatmu tuan baik, terima kasih atas pertolonganmu waktu itu. Emm, bisakah aku bertanya sesuatu padamu? "

__ADS_1


" Tentang apa?" Arion masih terpaku pada tempat ia berdiri, jantung akan berdetak lebih kencang jika semakin mendekat pada Ara.


" Bagaimana aku bisa berada disini? " Ara hanya ingat jika dirinya terluka dan suaminya membawa dirinya menuju rumah sakit. Namun saat ini, ia berada dalam satu bangunan bersama Arion.


Seakan tertarik dengan sang bidadari, seorang Arion tidak akan pernah bisa bertindak kasar maupun menyakiti wanita ini. Ara yang juga merasakan kebaikan dari seorang Arion, memberikan kepercayaannya untuk mendapatkan penjelasan darinya.


" Baiklah kalau kau memintanya, aku kan menceritakan semuanya padamu. Tapi sebelumnya, biarkan dokter memeriksa dirimu terlebih dahulu."


Arion mempersilahkan dokter yang baru saja tiba untuk melakukan tugasnya, setelah serangkaian prosedur sudah terlaksana. Mereka pun hanya meninggalkan Arion dan Ara saja, tanpa rasa canggung dalam dirinya. Ara seakan merasa lebih dekat dengan pria yang berada dihadapannya saat itu, tidak terbesit didalam pikirannya mengenai kejahatan yang pernah Arion lakukan padanya.


Menarik nafasnya dengan perlahan, Arion pun mulai menceritakan dari awal peristiwa yang dahulu sampai saat ini. Yang ditakutkan oleh Arion adalah, tanggapan dan penilaian Ara terhadap dirinya. Namun pada akhirnya, Arion sangat terperangah oleh jawaban yang diberikan oleh Ara.


" Semua manusia mempunyai masa lalu, terlepas itu baik atau buruk. Terima kasih atas bantuannya, aku harap anda tetap terus menjadi orang baik yang aku kenal tuan. Aku tidak terlalu mengetahui apa itu dunia bawah, hanya sedikit yang bisa aku pahami dari suamiku. Tapi, aku berharap semuanya akan berakhir dengan damai."


" Heh! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, jujur saja aku masih menaruh dendam pada suamimu. Huh! Entahlah kenapa aku malah mengagumi istrinya."


" Terima kasih tuan, kau memang baik. Tapi saat ini, aku merindukan babyku. Walaupun bagaimana permasalahan kalian, aku tidak berhak untuk ikut campur. Namun aku hanya bisa memberikan ucapan saja, namun tidak bisa membantu. "


Menanggapi perkataan Arion, Ara kembali hanya tersenyum. Jauh dari dalam hatinya, ia sangat takut akan situasi seperti ini. Bagaimana nanti suaminya jika mengetahui ia bersama dengan musuhnya, yang malah menyelamatkan nyawa istrinya. Hari pun beranjak gelap, Arion memperlakukan Ara layaknya ratu. Pria mana yang tidak akan cemburu dengan hal tersebut, luka pada punggung Ara kini berangsur pulih. Pengobatan yang diberikan oleh Ario sangat berkhasiat, apalagi racun-racum yang berada pada tubuhnya dengan cepat dihilangkan.


Ara seakan terjebak dengan keadaan, akan tetapi ia berusaha untuk tidak terlalu panik dan membuat orang lain akan berpendapat lain pada dirinya. Baru saja Ara dan Arion hendak menikmati hidangan makan malamnya, terdengarlah suara kegaduhan yang berasal dari sekitar lingkungan mereka.


Dor!


Dor!


Suara tembakan terdengar cukup banyak, teriakan dan juga suara benda-benda lainnya yang hancur pun terdengar.

__ADS_1


" Ada apa ini?" Tanya Arion saat akan menyuapkan makanannya ke dalam mulut.


" Suara apa itu?" Ara pun juga ikut bertanya.


Suasana makan malam itu berakhir dengan kekacauan yang terjadi.


" Tuan! Kelompok target menyerang!" Seorang bawahan menghampiri Arion.


" Apa!? Aah, sial! Cepar kalian atasi mereka, kerahkan semuanya." Perintah Arion kepada bawahannya tersebut, yang mendapatkan anggukan sebagai tanda ia mengerti.


" Ara! Sebaiknya kamu bersembunyi!" Arion dengan terpaksa menarik tangan Ara untuk mengikuti dirinya.


" Ee i iya." Kepanikan menerpa Ara yang kini sudah mengikuti langkah kaki Arion.


Berlari dengan sangat cepat, membuat nafas Ara berpacu dengan cepat. Arion membawanya ke sebuah ruangan yang cukup jauh dari jangkaun orang, dengan terpaksa ia harus meninggalkan Ara disana. Namun kemalangan tidak dapat dihindari.


Bugh!


Bugh!


" Aaakh!" Teriak Ara yang kaget dengan kedatangan orang-orang berbaju hitam dan menggunakan penutup muka menyerang mereka.


Tak ingin Ara terluka, Arion mendorong Ara untuk masuk ke dalam ruangan tersebut dan menguncinya dari luar.


" Tetap berada didalam!" Teriak Arion dengan mengunci pintu tersebut.


Menghadapi seorang diri melawan musuhnya, Arion harus bekerja keras untuk melawan mereka semua. Perlahan dengan kemampuan beladirinya, Arion bisa melumpuhkan beberapa penyusup tersebut. Baru saja menarik nafasnya agar menetralkan pernafasaannya, kembali lagi ia harus dihadapi dengan kedatangan musuhnya dalam jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya. Tidak ingin babak belur, Arion segera berlari meninggalkan tempat tersebut. Terjadilah aksi kejar mengejar dan serang menyerang diantara dua kelompok tersebut yang tak lain adalah Xavier.

__ADS_1


Mendapati jika wanita yang menjadi titik lemah seorang Elvan berada, ia terlebih dahulu menyerangnya agar biasa membawa Ara untuk dijadikan umpan untuk menyerang Elvan.


Bee, kamu dimana? Tolong aku Bee, aku takut! Ara.


__ADS_2