Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta
113.


__ADS_3

Terjadilah perdebatan yang cukup hebat diantara Ray dan juga Elvan, dimana Ray yang bersikeras untuk berbicara langsung kepada Ara dan mereka ingin membawa Ara kembali. Dan hal itu juga telah memancing kemarahan dari seorang Elvan, bagaimana pun juga ia tidak ingin orang lain mengusik kehidupan pribadi serta keluarga kecilnya dan terutama untuk istrinya. Menemui tamunya yang masih tidak beranjak dari rumahnya, Elvan sedikit memijat kepalanya.


" Biarkan kami berbicara langsung pada Ara, karena kami ingin menunjukkan bahwa kami adalah orangtua kandungnya." Ray yanh begitu ngotot ingin bertemu dengan Ara.


" Kau kira, aku akan mengabulkan ucapanmu itu? Heh, siapa kau hah! Lebih baik kau keluar dan pergi dari sini, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan istriku bertemu dengan kalian."


" Aku adalah ayah kandungnya! Aku berhak atas anakku, jangan coba-coba kau menghalangiku!" Emosi Ray saat ini terpancing oleh sikap Elvan.


" Ayah? Heh! Sebaiknya kau turuti ucapanku ini, aku tidak ingin bertindak yang tidak baik kepada orang tua seperti kalian. Istriku juga membutuhkan waktu dengan kejadian ini, kau pasti memahaminya kan nyonya Ray!" Perkataan Elvan dipertegas dan ditujukan kepada Bella.


Suasana begitu sangat menegangkan, bahkan disaat itu pula Bella merasakan suatu hal yang cukup menggugah hatinya.

__ADS_1


" Apakah aku bisa bertemu dengan Ara?" Bella menyampaikan keinginannya.


" Tidak untuk saat ini, nyonya. Istriku sedang dalam keadaan yang kurang baik, akan aku izinkan kalian bertemu. Jika istriku menginginkannya, namun jika ia tidak membahasanya. Kuharap kalian tidak akan memaksakan hal itu, aku tidak akan membiarkan orang lain membuat istriku dalam keadaan tertekan. " Jelas Elvan untuk perkataan dari Bella.


Dengan telapak tangan yang sudah mengepal dengan sangat kuat, Ray saat itu dalam keadaan yang sangat emosional. Bella yang menyadari hal tersebut, membalas kepalan itu dengan sentuhan lembut dari tangannya. Saat keduanya bertatalan, Bella menggelengkan kepalanya.


" Baik tuan Elvan, terima kasih atas waktunya. Kami harap, situasi ini akan segera mereda. Sampaikan pada Ara, kami akan menunggu kesiapannya untuk bertemu dengan kami."


" Ray, ini adalah situasi yang sangat tidak pas untuk kita berdebat. Ara pasti dalam keadaan yang cukup kaget untuk menerimanya, memang kita berhak atas Ara. Namun semuanya sudah berbeda Ray, Ara sudah menikah dan mempunyai kehidupannya sendiri. Dan suaminyalah yang saat ini sangat berhak atas dirinya, tolong pahami situasi ini Ray." Bella menegaskan kepada Ray akan keadaan saat ini.


" Tapi Bell, kita tidak bisa menundanya lagi. Berapa lama lagi harus berjauhan dengan anak kita, aku tidak ingin kehilangannya lagi Bella. Apa kau bisa mengerti dan memahami apa yang aku rasakan, sudah cukup aku merasa bodoh dan melupakan kalian berdua. Jangan buat aku juga semakin dalam keadaan bersalah!"

__ADS_1


Air mata itu terua mengalir dari kedua mata Bella, mencoba memahami apa yang Ray rasakan. Namun mereka juga tidak bisa memaksakan keadaan, dimana Ara pasti juga tertekan dan shock mengetahui statusnya yang masih mempunyai keluarga. Tidak mudah untuk mempercayainya begitu saja.


" Tuan Elvan, apakah tidak ada sedikit saja waktu untuk kami berjumpa dengan Ara? Sebentar saja, kumohon." Bella yang sudah tak sanggup berada dalam keadaan seperti ini, memilih membuang semua urat malunya untuk memohon agar dipertemukan dengan Ara.


Elvan pun merasakan keresahan dengan peristiwa yang baru saja terjadi, jika tidak memikirkan keadaan istrinya. Sudah dari awal ia akan mengeluarkan sifat aslinya, bahkan ia tidak akan segan untuk mengusir tamunya itu.


" Dad!"


Suara Ezra yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Elvan, membawa kedua L masuk kedalam mansion tanpa rasa takut. Melihat kedatangan Ezra, tersirat senyuman dari wajah Ray dan Bella. Namun itu tidak berlangsung lama, ketika mereka menangkap keberadaan dua L. Ray dan Bella bergidik merinding dan tubuh mereka bergeser menjauh, lalu Elvan mengambil kesempatan itu dengan menghilangkan dirinya.


Rasakan! Sebelum menghadapiku, hadapi terlebih dahulu cucumu itu dengan hewan peliharaannya. Pemanasan yang sangat luar biasa, Boy. Elvan.

__ADS_1


__ADS_2