
" Selamat siang nyonya, apakah ada yang bernama Bella disini?" Sapa seseorang saat ia berhadapan dengan karyawan wanita tersebut.
" Ah iya tuan, maksud anda itu Nyonya Bella pemilik dari toko ini?" Ucap orang yang diajak oleh lawan bicaranya saat itu.
" Benar, bisa saya bertemu dengannya?"
" Sebentar tuan, akan saya panggilkan. Silahkan duduk dulu disana, tuan." Karyawan itu menunjukkan ke arah ruang tunggu yang terdapat kursi disana.
Pria tersebut pun menyetujui perkataan dari karyawaan wanita itu, ia berjalan dan duduk menunggu di tempat yang sudah di arahkan sebelumnya. Melihat-lihat isi toko tersebut, dengan berbagai macam jenis bunga yang dijual pada toko tersebut. Ketika matanya menangkap salah satu gambar pada bingkai foto disana, jantungnya terasa berhenti seketika. Lalu ia berjalan perlahan mendekatinya, tak lama kemudian mata pria itu sudah berkaca-kaca menatapnya.
" Permisi tuan, anda mencari saya?" Bella yang saat itu sudah berada di belakang tubuh pria tersebut, menyapa tamunya yang sebelumnya sudah dikatakan oleh karyawannya.
Mendengar suara tersebut, pria itu terdiam dalam tatapannya yang masih tertuju pada gambar di bingkai foto. Suara yang tidak asing, bahkan suara itu tersimpan begitu rapinua dalam ingatannya. Suara itu di timbulkan dari seseorang yang sangat berarti bagi hidupnya, yang dulu sempat hilang dalam waktu lama bahkan tidak ia dengar lagi. Dan sekarang, suara itu kembali berdenging pada gendang telinganya.
" Tuan." Sapa Bella lagi, yang tidak bisa mendapati tanggapan dari tamunya tersebut.
Tak terasa, mata itu mengembun bahkan airnya telah menetes pada kedua belah pipinya. Dengan cepat ia pun menghapus aliran itu, tidak ingin terlihat lemah namun sebenarnya rapuh.
" Maaf tuan, jika anda ingin bertemu sa..."
Deg
__ADS_1
Deg
Pria itu perlahan memutar balikan tubuhnya, saat wajahnya sudah terlihat dengan cukup jelas. Bella pun segera menutup mulutnya dan kakinya mundur beberapa langkah ke belakang, betapa kagetnya dirinya saat itu.
" Ti ti dak, ti tidak mung kin." Kedua kaki Bella bergetar, seakan-akan tidak bisa untuk menopang tubuhnya.
" Bel Bella, maafkan aku."
Pria tersebut adalah Arrayan, pria yang begitu dicintai oleh Bella di masa lalunya. Bahkan dari pria tersebut, ia mempunyai seorang anak. Begitu pahitnya jika ia harus mengingat kembali, dimana masa-masa ia tidak dianggap dan bahkan sudah tidak ada.
" Ja jangan mendekat, jangan mendekat!" Bella sedikit berteriak, saat mendapati Rayan berjalan mendekati dirinya.
" Maafkan aku Bell, maaf." Dengan sangat penuh penyeselan, Arrayan ingin memperbaiki lagi semuanya yang sudah ia rusak pada Bella.
Suara keras dari teriakan Bella tersebut, membuat karyawaan dan beberapa pelanggan dari toko bunga tersebut berhamburan menghampiri sumbernya.
" Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskanmu lagi Bella. Cukup di masa lalu, dan itu membuatku sangat tersiksa!"
Situasi dan kondisi saat itu, sangat tidak baik untuk keduanya. Ray segera memerintahkan anggota yang ikut bersamanya untuk membereskan semuanya, dalam hitungan beberapa detik saja. Semua kekacauan itu sudah aman, Bella pun tampak bingung dengan apa yang ia lihat.
" A apa ini?!" Bella yang begitu kaget dengan semuanya.
__ADS_1
" Tenanglah, aku akan menceritakan semuanya padamu."
Saat itu Ray berhasil menggenggam tangan kanan Bella, namun kembali Bella hempaskan tangannya dengan begitu keras dari tangan Ray hingga terlepas.
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi padamu, pergilah dari sini. Sebelum aku membencimu seumur hidupku! Pergi!"
Begitu murkanya Bella saat harus dipertemukan kembali dengan orang yang begitu membuatnya terluka dimasa lalu, luka yang sudah ia kubur dalam-dalam dan tidak ingin di ingat kembali. Namun kini, semuanya sudah menjadi sia-sia.
" Tidak Bella, aku tidak akan mengulangi kesalahanku dahulu. Semuanya kini, akan aku perbaiki. Kita akan membangun keluarga kecil kita dari awal lagi, kau dan anak kita."
" Anak? Kau bilang apa hah! Anak? Aku tidak pernah mempunyai anak dari laki-laki pengecut sepertimu! Pergi, pergi!"
" Cukup! Sudah cukup hidup dengan sifat keras kepalamu it, Bella. Sudah aku katakan, kau tidak akan pernah aku lepaskan. Aku bukanlah Arrayan yang kau kenal dulu, bahkan saat ini aku bisa melenyapkan orang-orang yang berani menyentuh kalian hidup-hidup! Dengar itu!"
Deg Deg...
Tubuh Bella semakin bergetar, ia tidak bisa melihat kebaikan dari pria dihadapannya saat ini. Yang ia lihat hanyalah seorang pria arogan yang begitu menyeramkan, dingin. Tubuh Ray semakin mendekat pada tubuh Bella yang masih bergetar, tanpa menunggu persetujuan dari Bella. Ray memeluknya dan menyuntikkan sesuatu kepada Bella, sehingga membuatnya hilang kesadaran.
" Akh! Ka kau!" Sebelum hilang kesadaran, Bella memandangi wajah Ray dengan tatapan tajam.
" Maafkan aku Bell, aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Aku mau menebus semua kesalahanku selama ini padamu dan juga anak kita, aku tahu dia telah hilang. Biarkan itu menjadi tugasku untuk kalian berdua."
__ADS_1
Membawa Bella yang tidak sadarkan diri menuju mobilnya, lalu ia menugaskan kepada anggotanya untuk mengamankan toko milik Bella.