
Kecerian dalam keluarga itu tidak berlangsung lama, membuat suasana berubah menjadi tegang. Kedatangan tamu yang tidak diundang, membuat semuanya menjadi waspada.
" Selamat datang tuan Ray, ada tujuan apa anda berkunjung kemari?" Sambutan Hugo yang pada saat itu sedang menghantarkan beberapa dokumen penting.
" Tuan Hugo, aku hanya ingin berkunjung menemuin klien kerjaku secara pribadi. Bisakah kau menumui Elvan?"
" Sebaiknya anda menunggu diluar, saya akan mengkonfirmasi terlebih dahulu. Permisi." Hugo meninggalkan Ray yang saat itu bersama Bella.
Mereka berdua saling menguatkan, bahkan tidak ada pengawalan ataupun anggota yang mereka bawa. Hugo menemui Elvan dan mengatakan perihal kedatangan Ray, dahi Elvan berkerut mendapatkan berita itu.
" Biarkan saja mereka menunggu diluar, aku tidak akan menemui mereka." Tolak Elvan yang saat itu masih merasa kesal dengan kehadiran anggota baru, merebut orang-orang yang ia cintai dalam waktu sekejap.
Dengan menganggukkan kepalanya, Hugo mengerti akan maksud dari perkataan Elvan. Bahkan Hugo juga kaget dengan pemandangan baru yang ia lihat, keakraban nona dan anak-anaknya dengan dua hewan buas disana.
" Bee, ada apa?" Kini Ara telah berada disamping Elvan dengan membawa baby dalam pelukannya.
" Tidak ada apa-apa, sudah puas bermainnya?" Sindirian Elvan pada Ara, membuat Ara tersenyum geli.
" Rupanya, suamiku yang sangat tampan ini sedang cemburu ya." Goda Ara.
" Tidak! Aku tidak akan cemburu dengan hewan jelek seperti mereka, bahkan aku lebih tampan." Dengan berdengus, Elvan tidak ingin merasa tersainggi.
Berjalan meninggalkan Ara yang masih menggodanya, membuat Ara semakin bersemangat untuk membuat Elvan kesal. Namun disaat bola mata Ara menangkap sesuatu, ia beralih memutar langkahnya menuju hal yang menarik perhatiannya. Elvan yang mendapati istrinya itu menuju ke arah lain, kemudian mengikutinya dari arah belakang. Mengetahui tujuan Ara, Elvan segera menghentikannya.
" Tunggu sayang, tidak perlu membukanya. Biarkan saja, nanti Hugo yang akan menemui mereka."
" Aku hanya penasaran saja, Bee. Biasanya tamu yang datang, selalu menunggu didalam. Kenapa ini masih dibiarkan diluar, kasihan mereka menunggu." Ara yang polos.
" Biarkan saja." Elvan membalikkan tubuh Ara untuk menjauh.
__ADS_1
Akan tetapi, baru beberapa langkah ia berjalan. Terdengar suara yang cukup keras dari arah luar, membuat perhatian Ara dan Elvan menjadi terganggu.
" Tuan Elvan, saya Ray. Izinkan kami untuk bertemu denganmu, ada sesuatu hal yang penting untuk kami bicarakan." Teriakan Ray membuat Ara menghentikan langkahnya.
" Bee, mereka ingin bertemu denganmu. Temui saja, tidak baik membuat kecewa tamu yang sudah datang."
" Biarkan saja, nanti Hugo yang akan menemui mereka." Elvan tidak ingin Ara bertemu dengan Ray, karena ia tahu maksud dari kedatangan mereka.
" Tapi Bee..."
" Aku bilang tidak, tetap tidak! Kembalilah ke kamar." Suara Elvan yang cukup tegas, membuat Ara terdiam.
Merasakan sesuatu yang tidak baik, Ara memilih menuruti perkataan suaminya. Namun tujuan Elvan tidak berjalan dengan baik, pintu utama telah diketuk begitu keras dan membuat suara yang bising.
" Arabella! Arabella! Ini ibu nak, buka pintunya!"
" Bee, itu..."
" Lebih baik kamu kembali kekamar, biar aku urus mereka."
" Tapi Bee, katakan yang aku dengar itu tidaklah benar. Katakan Bee." Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Ara mengharapkan penjelasan dari Elvan.
Ingin rasanya Elvan mengeluarkan semua kemarahannya, namun yang berada dihadapannya saat ini adalah istrinya. Ia juga pasti sangat kaget dan shock, mendapatkan sesuatu hal yang membuat hidupnya diambang ketidakpastian.
Membawa Ara dan baby ke dalam pelukannya, dalam keadaan terisak. Ara harus dihadapkan dengan takdir yang belum siap untuk ia hadapi, apakah ia harus percaya atau tidak dengan perkataan yang baru saja ia dengar.
" Apa kamu percaya sayang?" Elvan mengelus kepala Ara dengan perlahan.
Hanya isakan tangis yang Elvan dengan, ia ikut merasakan apa yang saat ini Ara rasakan. Elvan memanggil salah satu maid yang ada, untuk membawa dan menidurkan baby.
__ADS_1
" Kita akan mengahadapinya bersama, apa kamu siap untuk itu semua, sayang?" Membawa wajah Ara untuk menatap wajah milik Elvan.
" Jika kamu merasa tidak siap, lebih baik..."
" Aku siap Bee, walaupun terasa begitu tidak mungkin. Aku ingin memastikan kebenaran itu."
" Baiklah, aku akan bersamamu. Cup!" Elvan memberika kecupan pada kening Ara, lalu ia menuntun Ara untuk terlebih dahulu duduk pada sofa yang berada diruang utama.
Mengisyaratkan kepada Hugo untuk membiarkan tamu mereka masuk, kini pintu terbuka dengan lebar. Memperlihatkan dua orang yang sedari tadi berteriak, agar bisa bertemu dengan Elvan dan juga Ara.
" Aku ingin kamu tetap diam, walaupun apa yang mereka ucapkan bisa memancing rasa ingin tahumu sayang. Biarkan aku saja yang menangani mereka, apapun yang mereka katakan dan percayakan semuanya padaku. Bisa kan?" Elvan meminta persetujuan Ara, yang kemudian mendapatkan anggukan kepala dari Ara.
Kemudian masuklah kedua orang yang sudah membuat suara kegaduhan, mereka langsung dapat melihat Ara yang menjadi tujuan utamanya. Mata Bella sudah berkaca-kaca, Ray menguatkan Bella dengan memapahnya berjalan memasuki ruang utama.
" Silahkan katakan tujuan dari kedatangan kalian kemari, jika itu tidak penting. Kalian akan tahu akibatnya." Tegas Elvan kepada kedua tamunya, dimana tangan Ara sudah meremas genggaman dari Elvan.
" Baiklah, kedatangan kami kemari. Hanya satu, kami ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup kami." Ray dengan penuh keyakinan, mengatakan hal tersebut.
" Ara, i i ni ibu nak. Ini ibu, ibu kandungmu." Bella yang sudah tidak dapat membendung perasaan dan juga ingin segera mengatakan hal yang sebenarnya.
Ddduuaarr!!!
Genggaman tangan Ara terlepas dari tangan Elvan seketika, membuat Elvan dengan begitu cepat memeluk tubuh Ara.
" Sayang! Sayang, ingat apa yang aku ucapkan tadi. Kumohon." Bisik Elvan di telinga Ara.
" Bee." Suara Ara yang bergetar, menampakkan jika ia saat itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Terjadilah perdebatan diantara mereka, Hugo memberikan pengamanan. Tidak ingin terjadi kelalaian yang dapat menyebabkan keluarga tuan mereka dalam bahaya, dan tiba-tiba saja anggota kelompok yang Ray pimpin berdatangan dalam jumlah yanh cukup banyak.
__ADS_1