Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Enam Bulan Berlalu


__ADS_3

Setelah selesai, Sri menutup pintu dan mengunci pintu depan rumah. Kemudian Sri melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudlu.


Selesai berwudlu Sri kemudian mengambil mukenanya dan melakukan ibadah sholat Ashar.


Beberapa menit kemudian Sri selesai sholat dan dia memeriksa bahan-bahan untuk membuat jamu yang sudah ada maupun yang sudah habis. Setelah mencatatnya bahan-bahan yang akan digunakan.


Kemudian Sri mencuci semua botol dan jerigen yang dipakainya untuk berjualan tadi.


Berkali-kali Sri berhenti untuk menarik nafasnya panjang dan melepaskannya pelan-pelan. Karena dia ingat kalau saat ini dia Edang hamil dan tidak boleh terlalu lelah.


Setelah selesai mencuci semua jerigennya, Sri kemudian mengambil dompetnya dan melangkahkan kaki keluar rumah kontrakan itu.


Setelah menutup dan mengunci pintu rumah, Sri melangkahkan kakinya menyusuri jalan dan bertanya ke warga dimana tempat orang menjual sembako dan bahan-bahan membuat jamu di sekitar rumah kontrakan Bu Karti tersebut.


Setelah menemukannya, Sri segera belanja keperluan jualan dan sekalian keperluannya segari-hari.


Selesai belanja Sri mampir membeli nasi bungkus untuk dia makan sore ini.


"Bu, beli nasi bungkusnya satu, lauk telur dadar sama oseng sohun ya. Minumnya es teh saja, dan krupuk juga boleh Bu!" pesan Sri pada penjual nasi tersebut.


"Baik neng." ucap ibu penjual nasi tersebut pada Sri.


Tak berapa lama si ibu penjual nasi telah selesai menyiapkan pesanan Sri dan memberikan makanan tersebut pada Sri.


"Terima kasih Bu!" ucap Sri seraya memberikan uang pada ibu penjual nasi tersebut.


Selanjutnya Sri melanjutkan langkahnya menuju ke rumah kontrakan ibu Karti. Dan sesampainya di kontrakan, Sri segera mencuci tangan dan mengambil peralatan makannya. Lalu dia makan -makanna yang dia beli dengan lahapnya.


Tak butuh waktu yang lama akhirnya Sri telah menyelesaikan makannya, dan tiba-tiba dia teringat dengan ponselnya.


Sri mengambil ponselnya dan kemudian membuka layar ponselnya yang ternyata batrenya lowbet.


Istri Bima itu segera mencharge ponselnya setelah itu dia mencuci piring dan sendok bekas dia buat makan.


Setelah itu Sri segera berwudlu dan menunaikan ibadah sholat Maghrib.


Tak berapa lama setelah Sri selesai sholat, dia mendengar ada yang mengetuk pintu depan rumah kontrakan yang dia tempati itu.


"Tokk.... tokk... tokkk....!"


"Assalamu'alaikum!" ucap salam seseorang dari luar pintu.


"Wa'alaikumsalam!" jawab Sri yang telah melipat mukena dan meletakkannya ke tempat semula.

__ADS_1


Kemudian Sri melangkahkan kakinya dan membuka pintu rumah itu.


"Klek... klek.... ceklek...!"


Sri membuka pintu dan mendapati ibu Karti yang berada di luar pintu.


"Nak Sri!" panggil ibu Karti yang kemudian masuk ke rumah.


"Kenapa ibu pulang? pak Fahrul sendirian dong Bu?" tanya Sri yang penasaran.


"Iya, ibu masuk dulu ya!" ucap ibu Karti, kemudian Sri mempersilahkan ibu Karti masuk dan mereka melangkahkan kaki menuju ke kursi tamu.


"Nak Sri, ibu minta ma'af. Jika akan merepotkan nak Sri." ucap Ibu Karti yang selanjutnya.


"Ah ibu, tidak apa-apa. Memangnya ada apa Bu?" tanya Sri yang penasaran.


"Ibu mau mengajak bapak pulang ke kampung saja. Jadi kontrakan dan semua barang-barang ibu, buat kamu saja." ucap ibu Karti dengan wajah sendunya.


"Kalau semua ibu tinggalkan? berarti ibu tidak kembali lagi ke sini?" tanya Sri yang penasaran.


"Entahlah, yang jelas sampai bapak sembuh. Lebih baik berobat di desa, bisa bertemu anak dan saudara. Kalau disini kan ibu tidak bisa berbuat apa-apa, kalau di rumah ada anak yang membuat kami semangat untuk hidup." jawab ibu Karti.


"Kalau hal itu yang terbaik untuk ibu, Sri hanya bisa bantu suport dan doa saja. Semoga Bapak cepat sehat dan kembali beraktifitas lagi.'' ucap Sri .


"Iya bu.'' jawab Sri seraya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, ibu mau berkemas-kemas dulu. Malam ini juga ibu kembali ke rumah sakit, agar besok pagi-pagi bisa pulang ke kampung." ucap Bu Karti.


"Oh begitu, silahkan Bu. Sri bantu ya!" ucap Sri dan Bu Karti mengulas senyumnya yang juga menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai berkemas-kemas, ibu Karti berpamitan pada Sri.


"Jaga diri kamu baik-baik ya!" ucap Bu Karti pada Sri.


"Iya Bu." ucap Sri.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Bu Karti.


"Wa'alaikumsalam!" balas Sri dengan melambaikan tangannya pada Bu Karti, yang telah melangkahkan kakinya dengan membawa tas di punggung dan tangan kanan dan kirinya yang membawa kardus. Bu kKarti dengan perlahan lahan meninggalkan rumah kontrakannya.


Sementara itu Sri segera menutup dan mengunci pintu rumah, dia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Sri menghampiri ponsel ya yang telah di charge. Kemudian mengirim chat pada suaminya Bima, yang saat ini sedang berada di luar negeri.

__ADS_1


^^^📩 "Assalamu'alaikum!"^^^


^^^📩 "Mas Bima, ini saya Sri. Istri mas Bima. Mas Bima apa kabarnya disana?"^^^


^^^📩 "Mas, Sri belum sampai ke kampung halaman Sri. Sri masih berada di Jakarta. Sri saat ini menggantikan seorang ibu-ibu unik menggantikannya untuk berjualan"^^^


^^^📩 "Ibu ini bernama ibu Karti, mulai besok ibu Karti dan suaminya akan pulang ke kampung halaman mereka.^^^


^^^📩 "Mas, apa Sri boleh tetap disini? meneruskan usaha Ibu Karti?"^^^


^^^📩 "Mohon jawabannya ya mas!"^^^


^^^📩"Terima kasih"^^^


Setelah selesai mengetik, Sri kemudian melangkahkan kakinya menuju ke sumur dan dia berwudlu.


Setelah berwudlu, Sri menjalankan ibadah sholat Isya'. Selesai sholat, Sri membuka chat yang masuk. Nampak ada balasan dari suaminya Bima di luar negeri sana.


📩 "Wa'alaikumsalam"


📩 "Kalau mas inginkan Sri pulang kampung, tapi kalau Sri masih mau disitu. Pesan Mas Sri jaga diri baik-baik. Mas akan pulang saat Sri melahirkan. Tetap hubungi mas Bima, agar mas Bima selalu tahu kabar kamu!"


📩 "Sun sayang selalu untuk kamu. I love you."


📩 "See ya!"


"Mas Bima, Sri akan jaga diri. Dan semoga selama berada di sini, Sri mendapat pengalaman dalam berjualan." gumam Sri dalam hati yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, dan Sri merebahkan diri yang akhirnya tertidur dengan pulasnya.


Hari-hari yang dilalui Sri seperti hari-hari biasanya, banguntidur buat kamu lalu jualan jamu. Pulang jualan istirahat dan buat jamu dan jualan jamu lagi, lanjut pulang dan istirahat untuk tidur malam. Jika bangun akan terulang lagi dan terulang lagi hingga tak terasa sudah enam bulan lamanya.


Selama enam bulan ini, berarti kandungan Sri sudah menginjak tujuh bulan. Dan selama ini baik mang Ujang dan Rafa sudah tidak mencari Sri lagi.


Hingga pada suatu malam, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu utama rumah kontrakan yang ditinggali oleh Sri.


...~Â¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komvotenyaentar/favorite/rate 5/gift maupun untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2