Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Ungkapan Hati Bima


__ADS_3

Ya, main di taman sambil minum jamu dan juga sambil ketemuan sama mbak Jamu!" ucap Sakti yang polos.


"Dasar kamu ya!" ucap Sri seraya mengusap kepala Sakti dengan lembut.


"!" Suara chat yang masuk di ponsel Sri.


Sri kemudian membuka dan membaca isi chat tersebut, yang ternyata dari Karyo.


📩"Assalamu'alaikum..


Dik Sri, mohon ma'af mas Karyo tidak bisa jemput"


📩"Ban mobil sedang dalam kondisi pecah saat ini. Jadi kami naik angkutan umum saja ya!"


Dan Sri pun menjawab,.


^^^📩"Iya mas, Ndak apa-apa!"^^^


Kemudian Sri menghela nafasnya.


"Kamu kenapa Sri?" tanya Bima yang sedikit penasaran dengan raut wajah Sri.


"Sopir yang biasa mengantar dan menjemput, tidak bisa jemput karena mobilnya sedang pecah ban." ucap Sri perlahan.


"Papa antar mbak Sri saja, pa!" ucap Sakti dengan polosnya.


"Bagaimana Sri?" tanya Bima sembari tersenyum.


"Ehmm..! baiklah Sri terima tawarannya!" jawab Sri.


"Kalau begitu tunggu apa lagi!" ucap Bima yang kemudian membawa bakul jamu Sri dan melangkahkan kakinya menuju ke mobil.


Sakti dan Sri pun mengikutinya dari belakang.


"Sakti, bukakan pintu belakang untuk papa!" pinta Bima pada putranya.


"Iya pa!" balas Sakti yang kemudian membukakan pintu untuk papanya.


"Sri, bakul dan ember kamu biarkan di sini dan kamu duduk di depan bersama Sakti." ucap Bima sesudah memasukkan bakul dan ember Sri, yang kemudian dia menutupnya.


Sedangkan Sakti sudah membuka pintu depan dan naik ke atas mobil.


"Tapi tuan?"'kata Sri yang tak enak hati.


"Sudah, kamu pangku saja Sakti. Kamu nggak keberatan kan?" tanya Bima seraya menatap Sri yang masih berdiri terpaku di tempatnya.


"Sri..!" panggil Bima.


"Eh iya tuan!" balas Sri yang terkejut, dan bergegas masuk ke dalam mobil.


"Jangan panggil aku tuan lagi ya! kamu kan bukan bawahanku!" ucap Bima seraya menutup mobil dan melangkahkan kakinya melewati bagian depan mobil, menuju ke tempat kemudi di samping Sri dan Sakti.


"Kalau tidak boleh panggil Tuan, terus saya panggil apa tuan?" tanya Sri bingung.


"Mas saja, lebih luwes!" jawab Bima seraya menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Baik tu...eh mas Bima" ucap Sri dan itu membuat Sakti dan Bima mengulas senyumnya.


Kemudian Sri memberikan petunjuk alamat rumah jamu Sumilah.


Mereka saling bercerita tentang hal ringan, dan tanpa di sadari oleh mereka, ternyata Sakti sudah terlelap dalam pangkuan Sri.


"Nampaknya Sakti nyaman sama kamu Sri!" ucap Bima seraya melihat Sakti yang tertidur pulas.


"He .he..! padahal baru pertama kali bertemu ya!" ucap Sri seraya mengusap kepala Sakti dengan lembut.


"Itu karena sejak lahir dia tidak di asuh ibunya. Ibunya pergi dengan laki-laki lain!" kata Bima dengan tetap memandang ke depan, namun aliran nafasnya yang sedikit merendah.


"Oh Sakti, kasihan sekali kamu!' ucap Sri yang menatap Sakti dengan iba.


"Dulu kalau aku sesukses sekarang, mungkin ibunya Sakti tidak akan pergi!" ucap Bima yang sesekali memandang Sri.


"Memangnya apa profesi mas Bima dulu?" tanya Sri penasaran.


"Fotografer keliling!" ucap Bima sembari tersenyum kecut mengingat masa pahitnya dulu.


"Fotografer keliling?" tanya Sri yang penasaran.


"Iya, bantu-bantu adikku saja." jawab Bima dengan masih mengemudi mobilnya.


"Terus sekarang profesi mas Bima apa?" tanya Sri yang sebetulnya tak enak namun dia sangat penasaran.


"Aku bagian marketing dari perusahaan keluarga yang di rintis oleh adikku!" jawab Bima sembari tersenyum.


"Oh begitu rupanya!" ucap Sri seraya menganggukkan kepalanya.


"Itu mas rumahnya!" ucap Sri seraya tangan kanannya menunjuk ke arah rumah jamu Sumilah.


"Oh yang halamannya luas itu ya?" tanya Bima yang memperhatikan tempat yang di tunjuk Sri.


"Iya,itu dia rumahnya!" jawab Sri sembari mengangguk.


Bima perlahan-lahan menepikan mobilnya tepat di depan rumah yang berhalaman luas itu.


"Sri aku tidak turun ya, karena sudah kesiangan. Takut di marahin neneknya Sakti uang sedang kangen sama cucunya!" ucap Bima uang tidak enak hati.


"Iya mas, makasih ya sudah diantarkan sampai di sini!" ucap Sri yang kemudian turun dari mobil dengan meninggalkan Sakti yang masih di kursi mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk bocah kecil itu


Sri kemudian turun dari mobil dan mengambil bakul jamunya yang ada di kursi belakang.


"Makasih ya mas!" ucap Sri seraya melambaikan tangannya.


"Sama-sama Sri, In syaa Allah nanti nanti jumpa lagi ya!" ucap Bima yang membalas lambaian tangan Sri.


"Iya," jawab Sri seraya menganggukkan kepalanya.


"Assalamu'alaikum..!' ucap pamit Bima.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Sri yang terus melambaikan tangannya saat Bima mengemudikan mobil menjauh dari tempat Sri berdiri.


Setelah mobil Bima hilang dari pandangan mata, Sri melangkahkan kaki masuk ke halaman rumah jamu Sumilah.

__ADS_1


🗓️Flashback Off


"Jadi Sri, bersediakah kamu menjadi istriku? jadi ibu sambungnya Sakti?" tanya Bima yang menatap Sri yang penuh arti.


Sri diam sejenak, dia menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya, yang saat ini tak tahu mau menjawab apa.


"Mas Bima, Sri belum tahu harus jawab apa dan yang bagaimana. Sri minta waktunya untuk menjawabnya ya mas?" ucap Sri yang menatap wajah Bima dengan tatapan yang masih sendu.


Bima menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan-pelan.


"Aku tak mengharuskan kamu menjawabnya sekarang. Karena aku tahu perasaan kamu masih terguncang karena adikku. Yang perlu kamu ketahui adalah adalah aku tulus menyukai dan mencintaimu." ucap ungkapan hati Bima.


Sri terdiam, dia menyeka air matanya.


Perempuan itu tak bisa membayangkan kalau dia baru saja berpacaran dengan sang adik dan mendadak ditinggalkan untuk menikah. Lalu sekarang ini dia menerima lamaran dari sang kakak.


Sungguh Sri tak habis pikir dengan itu semuanya.


"Baiklah Sri, kamu tenangkan dirimu dan istirahatlah yang cukup ya!" pesan Bima yang kemudian bangkit dari duduknya dan demikian pula dengan Sri.


"Iya mas" ucap Sri.


"Malam sudah semakin larut, aku mau pulang dan In syaa Allah besok aku kembali untuk sekedar melihat keadaan kamu. Jaga diri kamu baik-baik ya Sri!" ucap Bima.


"Baik mas, terima kasih atas semuanya" balas Sri yang mengantarkan Bima sampai ke depan pintu apartemennya.


"Assalamu'alaikum...!" salam pamit Bima seraya melambaikan tangannya dan juga mengulas senyumnya.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya mas!" balas Sri yang juga mengulas senyumnya seraya melambaikan tangannya.


Bima melangkah kaki menuju ke lift dan dalam beberapa detik, dia masuk ke dalam lift.


Setelah Bima menghilang dari pandangannya, Sri menutup dan mengunci kembali apartemennya.


Sri melangkahkan kaki ke kamar mandi, untuk mencuci mukanya dan kemudian keluar melangkahkan kaki menuju ketempat tidur dan merebahkan diri dan berusaha memejamkan kedua matanya.


Akhirnya Sri terlelap dalam tidurnya dan terbuai dalam mimpinya


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,


'


"

__ADS_1


__ADS_2