Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Sah!


__ADS_3

Dan tibalah satu hari sebelum hari pernikahan, keluarga dari Bima sudah datang dari Jakarta. Mereka adalah di tempatkan di rumah saudara Sri yang ditinggalkan pemiliknya merantau.


Mereka datang sebelum hari pernikahan, karena mengikuti proses midodareni atau pengharib-harib.


Acara berlangsung dengan khitmad walaupun tanpa tradisi siraman.


Banyak tamu yang hadir, dari masyarakat biasa hingga pejabat. dari anak kecil hingga orang dewasa bahkan orang tua.


Acara pun selesai, dan malam semakin larut. Dan akhirnya pagi menjelang suasana di rumah orang tua Sri sudah didatangi banyak orang.


Mulai dari yang rewang, hingga yang datang untuk menyaksikan acara ijab kobul.


Tak berapa lama penghulu datang dan acara ijab kobul pun dimulai.


"Assalamu'alaikum, selamat pagi bapak ibu sekalian" ucap salam penghulu itu.


"Wa'alaikumsalam, pagi juga pak penghulu!" jawab semuanya yang mendengarkan ucap salam penghulu.


Prosesi akad nikah memang menjadi ritual sakral yang mesti dijalani setiap pasangan sebelum menikah. Ini termasuk pembacaan ijab yang dilakukan oleh mempelai laki-laki.


Dalam pernikahan sendiri, perlu dipahami bahwa ada syarat dan rukun yang mesti dijalani keduanya. Selain itu, perlu meniatkan diri untuk menyempurnakan ibadah ketika sudah sah menikah.


Ada beberapa doa atau bacaan sebelum melakukan ijab kabul, bahkan doa ini ditutup dengan pembacaan setelah akad nikah.


"Dalam setiap prosesi pernikahan, ada beberapa bacaan yang tidak pernah absen untuk dilafalkan, salah satunya Khutbatul Hajah." kata penghulu sebelum memulai Akad nikah.


"Bahkan, Rasulullah SAW pun membaca doa ini, baik sebelum melakukan ijab kabul. Mari ikuti do'a berikut ini,


"Innal hamdalillah Nahmaduhu wanasta'inuhu wa nastaghfiruhu, Wana'udzubillahi min syururi anfusinaa, Wamin sayyi-ati a'malinaa, Man yahdihillahu falaa mudhillalah, Waman yudhlil falaa haadiyalah, Wa asyhadu alla ilaha illallah, Wahdahulaa syariikalah, Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh"


Yang artinya:


“Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya”.


Kemudian penghulu itu membaca Qs. Al-Imran ayat 102


"Wa qallalahu ta’ala fii kitaabihil kariim, A'udzu billahi minas syaitanir rajim, Bismillahi rahmanir rahim


Ya ayyuhallazina amanuttaqullaha aaqqa tuqatihi wa lā tamutunna illa wa antum muslimun"


Yang artinya:


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”


"Baiklah ijab kobul kita mulai dan ayah mempelai perempuan silahkan mengucapkan bacaan qobulnya" ucap penghulu dan bapaknya Sri, mulai mengucapkan bacaan ijab qobul.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Bima bin Hidayat dengan anak saya yang bernama Sri Sutini dengan mas kawin berupa alat seperangkat sholat dan mas kawin seberat XX gram dan uang sebesar XX , dibayar tunai."


"Silahkan nak Bima" ucap penghulu.


Dan walaupun ini bukan yang pertama kalinya bagi Bima, namun Bima tetap saja gugup. Dia berusaha menguasai dirinya untuk bisa mengucapkan ijab Qabul dengan lancar.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Sri Sutini binti Hardi dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."

__ADS_1


"Sah?" tanya penghulu.


"Sah!" ucap semua saksi.


"Sah!" ucap yang lainnya.


"Alhamdulillah kalian telah sah menjadi suami dan istri dan siap mengarungi bahtera rumah tangga berdua. Lanjut untuk mempelai laki-laki meletakkan tangan di atas ubun-ubun istri seraya berdo'a. Tirukan do'a berikut ini ya,


"Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi"


Yang Artinya:


“Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.”


Kemudian penghulu mengucapkan do'a dan lafadz Al Fatihah untuk kedua mempelai.


Kedua mempelai saling menyematkan cincin dan Sri mencium punggung tangan kanan Bima. Dan Bima mencium kening Sri.


Kemudian penghulu itu memberikan buku nikah pada kedua mempelai.


Acara ijab qobul telah selesai. Dan penghulu memberi sedikit wejangan buat kedua calon mempelai. Sebab wejangannya untuk pengantin sangat bermanfaat dan tak sedikit yang terhibur saat mendengarnya.


Penghulu yang memberikan pesan pernikahan diterima dengan baik oleh semua yang mendengarkannya.


Banyak yang mengaku tersentuh dengan cara penghulu itu membawakan pesan pernikahan dengan santun dan  acapkali mengundang senyum dari para hadirin.


"Rasullullah berpesan empat hal, salah satunya berdoalah sebelum membuat anak. Sudah hafal doanya belum nak?" tanya penghulu pada Bima.


"Belum, paling Bismillah" jawab mempelai laki-laki sambil tersipu.


Lebih lanjut penghulu itu pun memberikan beberapa tips dan doa bagi para pengantin.



Doa memohon keberkahan



Memiliki kehidupan pernikahan yang dipenuhi keberkahan menjadi impian dan harapan semua orang. Keberkahan dalam suatu pernikahan akan muncul dengan berbagai macam hal positif, seperti rezeki yang melimpah atau kehidupan sosial bagi pasangan suami istri.


Berikut doa untuk memohon keberkahan bagi pengantin baru, yakni:


Allaahumma baarik lii fii ahlii wa baarik li ahlii fiyya


Artinya: "Ya Allah, berkahilah istriku untukku dan berkahilah aku untuk istriku."



Doa memohon bahagia dunia akhirat



Setiap pasangan tentu mendambakan rumah tangga yang bahagia di dunia maupun di akhirat. Berikut doa agar diberikan kehidupan pernikahan yang bahagia dunia dan akhirat, yakni: 

__ADS_1


Robbanaa aatinaa milladunka rohmatan wahayyi' lanaa min 'amrinaa rosyada.


Artinya: “Wahai Tuhan kami, karuniakan lah kami rahmat dari sisi-Mu, dan beri lah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami.”



Doa agar rumah tangga agar selalu harmonis



Masalah dalam pernikahan memang akan selalu terjadi yang tentu harus dilalui dan dinikmati bersama sebagai bagian dari proses kehidupan dalam rumah tangga. Nah, inilah doa yang bisa Mama ucapkan agar rumah tangga selalu harmonis, yakni: 


Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrota'ayuniw waj'alna lil-muttaqiina imama


Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."



Doa agar segera dikaruniai keturunan



Bagi sebagian pasangan suami istri tentu mengharapkan hadirnya anak-anak di tengah kehidupan rumah tangga mereka. Namun, ada yang segera diamanahi keturunan setelah menikah dan ada juga yang perlu menunggu beberapa waktu.


Berikut dua ayat dalam Alquran yang bisa Mama baca untuk memohon keturunan oleh Allah SWT, yakni: 


Surat Ali Imran ayat 38


Robbi hab lii mil ladungka zurriyyatang thoyyibah, innaka samii'ud-du'aaa


Artinya: "Ya Allah, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."


Surat Al-Anbiya ayat 89


Robbi laa tazarnii fardaw wa angta khoirul-waarisiin


Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."



Doa ditingkatkan kasih sayang



...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2