
Sesampainya di depan sebuah pintu yang berbeda dari lain, setelah itu dia masuk melangkahkan kakinya menuju ke ruang rias majikannya itu.
Setelah dompetnya sudah didapatnya, mbok Ni bergegas keluar dari kamar itu dan melangkahkan kaki menuju ke ruang keluarga, dimana semuanya sedang berkumpul.
Kemudian mbok Ni menyerahkan tas milik majikan wanitanya itu.
"Terima kasih mbok Ni! sekarang lakukan tugasmu seperti biasanya." ucap Marlina pada saat menerima tas yang mbok Ni ambilkan tadi.
"Baik nyonya" ucap Mbok Ni yang kemudian bergegas menuju ke dapur, dan melakukan aktifitas kesehariannya.
Sementara itu Marlina mengambil sesuatu di dalam tasnya.
"Dimana sih aku menaruhnya?" gumam dalam hati Marlina yang terus mencari sesuatu yang dia inginkan.
Tak berapa lama, dia menemukan sesuatu yang dia cari.
"Mama mencari apa sih?" tanya Rafa yang penasaran.
"Aku mencari ini, flashdisk rekaman terakhir papa kamu" ucap Marlina yang telah dia temukan.
"Flashdisk rekaman papa?" tanya Rafa dan Bima yang bersamaan.
"Iya, dan kalian harus menyimaknya!" seru Marlina yang menyerahkan flashdisk yang telah diketemukannya pada Bima yang sedang menyalakan komputer itu.
Dan Bima yang juga penasaran dengan isi dari flashdisk itu, segera memasang flashdisk yang diterimanya dari mamanya.
Tak berapa lama munculah gambar video papa Bima dan Rafa yang kemudian semua merapat dan melihat video tersebut tanpa terkecuali Marlina dan Talina.
Mereka bertiga melihat Bima yang memutarkan Flashdisk itu di belakang Bima.
Mereka berempat menyimak dengan khidmad video ayah dan suami mereka.
Terdengarlah suara dari tuan Ardiartha yang berbicara.
"Assalamu'alaikum..buat istri dan kedua anakku yang tercinta. Mungkin jika saat ini sudah tidak berada diantara kalian, perkenalkanlah papa menyampaikan sebuah kabar dari masa lalu. Dahulu papa mengalam i sebuah kebangkrutan dan tak ada seorang pun yang membantu kita pada waktu itu." kata papa Bima dan Rafa.
"Syukur Alhamdulillah waktu itu teman papa om Wiguna membantu semua finansial perusahaan. sehingga perusahaan dapat kembali bangkit dan berjaya seperti saat ini."
"Dan pada waktu itu Om Wiguna tidak mau sepeserpun finansial bantuannya papa ganti. Maka dari itu, tetaplah jalin silahturahmi dengan keluarga Om Wiguna. Dan kami sepakat menjodohkan Talina putri Om Wiguna dengan Rafa yang memang seumuran."
"Mama, Bima dan Rafa tolong lunasi hutang papa yang terakhir itu. Dan saya harapkan Rafa bisa memenuhi janji dan hutang papa untuk menikah dengan Talina!" ucapan yang terakhir ini membuat Rafa shock, karena berita yang terhitung sangat mendadak itu.
"Apa harus menikah dengan Talina, supaya tetap terjalin silahturahmi?" tanya Rafa yang tak percaya karena hal ini akan menimpa pada dirinya.
"Tidak ada Rafa, lagi pula dari pada kamu jadi playboy, lebih baik menikah dengan Talina, titik!" seru Ma Lirlina yang tak mau keputusan suaminya di bantah oleh Rafa.
"Rafa, kita kan sudah kenal terlalu lama. Masak Rafa sama sekali tak ada perasaan untuk Talina?" tanya Talina dengan manja.
"Bagaimana ini, aku terlanjur menyukai Cherry?" ucap dalam hati Rafa yang nggak resah.
"Perasaan? perasaaan yang bagaimana ya?" tanya Rafa yang pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Rafa,kalau sekarang ini kamu belum punya perasaan sama sekali pada Talina, nanti kalau sudah tiap hari selalu bersama, lama-lama juga akan suka" ucap mamanya Rafa.
"Kasihan juga sebetulnya kamu Fa, tapi mau gimana lagi? semuanya tergantung Papa" ucap dalam hati Bima yang ikut prihatin akan nasib adikknya.
"Rafa, saat ini sudah malam. Kamu antar Talina pulang ya? sekalian kalian bisa pedekate" ucap mamanya Rafa.
"Iya Ma":jawab Rafa dengan setengah hati.
"Saya pamit pulang ya Tante" ucap Talina yang memeluk mama kandung Rafa dan Bima itu.
"Iya, coba selama pulang kalian bisa bicara berdua. Buat Rafa menyukai kamu Talina!" bisik mamanya Rafa pada Talina.
"Eh, iya Tante. Akan Talina usahakan, Talina juga tak mau melepaskan Rafa. Talina sangat mencintai Rafa." Ucap Talina yang sangat bahagia. dengan perjodohan ini.
"Baiklah akan Rafa antar Talina pulang" ucap Rafa yang kemudian bangkit dari duduknya dan kemudian menepuk bahu makanya Bima sebagai tanda dia sedang pamit untuk mengantarkan Talina.
"Kalian hati-hati ya!" ucap Bima yang menyempatkan diri untuk menengok kearah Rafa dan Talina yang sedang mencium punggung tangan mamanya.
"Ma, Rafa pamit antar Talina ya!" pamit Rafa setelah mencium punggung tangan mamanya.
"Iya, hati-hati ya Ga. Ingat-ingatlah selalu kalau ini pesan terakhir papa!" ucap Mamanya Rafa sembari mengulas senyumnya.
"Iya ma!" ucap Rafa dengan terpaksa.
"Assalamu'alaikum..!" lanjut salam dari Rafa, bersama Talina mereka melambaikan tangan kanannya sebagai perpisahan.
"Wa'alaikumsalam..!" balas mamanya Rafa dan juga Bima. Dan mereka membalas lambaian tangan Rafa dan juga Talina.
Rafa dan Talina kemudian melangkahkan kaki menuju pintu dan keluar dari rumah sederhana namun mewah itu.
"Ya sudah, mana kuncinya!" bala Rafa yang sudah sampai di samping mobil Talina.
Talina memberikan kunci mobilnya dan kemudian melangkah kan kaki menuju sisi lain dari mobilnya.
Gadis itu masuk ke dalam mobil dan demikian pula dengan Rafa yang kemudian menyalakan mobil Talina dan dengan perlahan-lahan berjalan menuju ke jalan Raya.
Dalam perjalanan itu, Rafa tak berbicara banyak. Hanya Talina yang dominan bicara, dan merasa tak di respon oleh Rafa, gadis itu menyibukkan diri dengan ponselnya.
Sementara Rafa menyalakan audio mobil yang terdapat dalam mobil Talina.
Dan tanpa sengaja dia memutar lagu yang sesuai dengan perasaannya saat ini.
...🎶🎶...
Hello feat Mega - Pilihan Hati
Ayah ku punya cerita
Saat ini ku tak sendiri
Ibu dengarkanlah aku
__ADS_1
kan ku bawa pulang kekasih hatiku
Seseorang yang akan mengisi hariku
Dengan dirimu aku bahagia
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu
Ayah Ibu maafkanlah aku
Pilihanmu bukan pilihan hatiku
Hanya dia dia kekasih hatiku
Dengan dirimu aku bahagia
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu
Dengan dirimu dengan dirimu aku bahagia aku bahagia
Dengan dirimu ku temukan cinta
Dengan dirimu akan ku lewati semua
Sisa hidupku bersamamu
Sisa hidupku bersamamu
Ayah Ibu maafkanlah aku
...🎶🎶...
Tak berapa lama mobil sudah sampai di halaman sebuah rumah yang sangat mewah dan megah dengan halaman yang lumayan luas.
...~Â¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
"