Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Di Studio RAFA


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di sebuah studio "Rafa" yang memang milik Rafael.


Setelah memarkirkan mobil, mereka keluar dari mobil.


"Studio Rafa, ini studio milik kak Rafa ya!" ucap Sri yang membaca tulisan besar yang menempel di dinding bangunan di hadapannya.


"Iya begitulah, ini adalah jerih payahku. Dulu aku selalu berkeliling, dan aku mengajukan hasil pemotretan ku pada setiap panitia lomba." kata Rafa saat mereka melangkahkan kaki menuju ke teras studio.


"Apakah kak Rafa menang waktu itu?" tanya Sri yang penasaran.


"Nggak juga, harus berjuang dulu. Dan setelah berkali-kali ikut kompetisi, akhirnya banyak yang penasaran dan akhirnya mereka melihat karya aku!" jelas Rafa yang kemudian disambut oleh seorang satpam yang membukakan pintu seraya mengucapkan salam selamat pagi dan menundukkan kepalanya.


"Selamat pagi pak Rafa" ucap satpam itu.


"Selamat pagi juga." jawab Rafa sambil melangkahkan kakinya masuk ke Studio.


Sedangkan Sri tersenyum seraya menundukkan kepalanya dan melangkah mengikuti Rafa yang masuk ke Studio Rafa.


Setelah masuk ke dalam studio, mereka di sambut oleh seorang pemuda yang sedang bertugas sebagai asisten Rafa di studio Rafa.


"Selamat pagi Mas Rafa" sapa pemuda itu seraya menundukkan kepalanya.


"Pagi juga Daf!" balas Rafa yang kemudian mempersilahkan Sri duduk.


"Mas Rafa, Marsela dan Indy sudah menunggu lumayan lama di ruangan anda." ucap asisten Rafa.


"Oh, ok! kamu siapkan berkas sebanyak tiga kontrak kerja ya, antar ke ruangan ku secepatnya." seru Rafa.


"Baik mas!":sahutnya.


"Oiya Sri, kenalkan dia Dafi asisten aku di sini. Dialah yang menyiapkan segala sesuatunya." ucap Rafa pada Sri.


"Dan Dafi ini adalah Sri, yang akan jadi model untuk produk kemasan perusahaan kakakku!" ucap Rafa yang memperkenalkan sri pada Dafi.


”Sri!"


"Dafi"


"Oke Sri, kamu di sini dulu ya!" seru Rafa dan Sri menurutinya.


"Iya mas!" ucap Sri yang kemudian mencari tempat duduk, sedangkan Rafa melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya.


Beberapa saat kemudian, ada dua orang gadis yang datang.


"Mas Dafi!" panggil dua gadis itu saat melihat Dafi yang hendak mencari Rafa.


"Eh, kalian. Datang kesini nanti sore saja ya, mas Rafa sedang repot!" ucap Dafi pada kedua gadis itu.


"Yah, gimana nih!" keluh salah satu diantara dua gadis itu


"Ya sudahlah! nanti kita tunggu saja disini" ucap gadis satunya lagi.

__ADS_1


"Eh, tapi mas Raganya sedang repot lho! mending kalian pulang saja dulu!" seru Dafi yang mengingatkan.


"Nggak ah, mau nunggu disini saja!" seru kedua gadis itu bersamaan.


"Terserah kalian!" seru Dafi yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Rafa.


Sementara itu Sri memperhatikan tingkah laku kedua gadis yang ada di depannya.


"Mas Rafa seorang Fotografer, tentunya banyak gadis-gadis cantik yang selalu ada di dekat dia." gumam dalam hati Sri.


Kedua gadis itu berpakaian seksi dan duduk di samping Sri.


Keduanya sibuk dengan ponsel dan sekali-kali mereka juga sibuk dengan riasan mereka.


Datang lagi dua orang gadis lagi dari pintu keluar, dan mereka menghampiri kedua gadis yang duduk disamping Sri tadi


"Nadia, Hera!" panggil kedua gadis itu pada dua gadis yang sedang duduk di samping Sri, dan mereka saling cium pipi kanan dan cium pipi kiri.


"Hai Chika dan Selly, Mas Rafanya masih repot! Bagaimana dengan kita?" tanya gadis yang bernama Nadya.


"Ya apa boleh buat, kita tunggu saja!" ucap gadis yang bernama Chika.


"Kata mas Dafi Sampai sore lho!" ucap gadis yang bernama Selly.


"Nggak apa-apa, tunggu saja!" ucap Hera yang mereka takut jika harus kehilangan antrian lagi.


Tak berapa lama, keluarlah dua orang gadis cantik dari ruangan Rafa bersama Dafi.


"Sri, ayo sekarang giliran kamu" ucap Dafi pada Sri dan empat gadis itu melihat ke arah Sri dengan raut wajah yang tidak suka.


Secara Sri hanya berparas biasa saja tanpa make up yang tebal, tapi Rafa mau memanggil gadis itu.


"Iya mas!" ucap Sri yang kemudian berdiri dan mengikuti langkah Dafi.


Mereka berhenti tepat di depan pintu ruangan Rafa.


"Tokk...tokk..tokk..!"


"Masuk!" Suara Rafa yang mempersilahkan untuk masuk.


Dafi membukakan pintu dan mereka masuk ke ruang kerja Rafa.


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam Sri dan Dafi yang melangkahkan kaki dan menghampiri Rafa.


"Sri duduklah!" seru Rafa,


"Baik" kata Sri kemudian duduk di depan meja Rafa dan Dafi berdiri di samping Rafa.


"Sri, kamu baca dulu kontrak kerjanya sebelum di tanda tangani." ucap Rafa setelah memeriksa berkas yang di berikan Dafi.


Sri kemudian membacanya dan mencoba memahaminya.

__ADS_1


"Dafi, belikan kami makan siang. Aku ingin makan siang bersama Sri di sini saja" ucap Rafa.


"Baik mas Rafa!" ucap Dafi yang kemudian keluar dari ruangan Rafa.


Sementara itu Sri mencoba memahami maksud isi kontrak dan sedikit bertanya-tanya dengan Rafa.


"Mas Rafa, saya mau jadi model asal jangan yang buka-bukaan ya!" ucap Sri polos.


"Tentu saja Sri, foto kamu ini untuk kemasan bungkus. Jangan khawatir, kamu tidak akan aku masukkan dalam majalah dewasa." ucap Rafa sembari tersenyum.


Setelah paham dengan isi kontrak, Sri menandatangani kontrak tersebut.


"Nah sekarang kamu sudah menjadi bagian dari model studio Rafa. Dan sebelum mendapatkan ATM upah kerja, kamu harus melakukan beberapa sesi pemotretan dulu." jelas Rafa.


"Terus kita mulainya kapan?" tanya Sri yang penasaran.


"Setelah makan siang!" ucap Rafa, dan Sri mengangguk menyetujuinya.


Tak berapa lama ponsel Rafa berbunyi,


"Sebentar ya Sri!" ucap Rafa yang kemudian berdiri.


"Iya mas!" balas Sri dan kemudian Rafa sibuk menerima telepon yang masuk di ponselnya.


Sedangkan Sri, pandangannya tertarik pada sebuah buah album foto, dan dia membuka album foto itu dan memperhatiannya satu persatu.


"Hasil jepretan mas Rafa bagus-bagus, dan berkarakter" ucap dalam hati Sri yang terus memandangi foto-foto yang ada di depannya itu.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada beberapa foto yang modelnya laki-laki dan perempuan yang pakai pakaian renang.


"Bukk!'


"Astaghfirullah..!" ucap Sri yang kemudian menutup Album tersebut.


Hal itu membuat perhatian Rafa yang semula ke luar jendela, kini mengarah pada Sri.


"Ada apa Sri?" tanya Rafa yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Sri.


Sri memandang Rafa tajam, dalam hatinya bergejolak.


Entah perasaan apa yang berkecamuk di dadanya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2