Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Petaka buat Sri ll


__ADS_3

Mohon ma'af harap bijak dalam membaca. Ada adegan 21+


...💗💗Happy Reading💗💗...


Sedangkan Sri terus berlari menuju ke kamar mandi,


Mengetahui mangsanya yang berusaha memberontak , Rafa mengejar mangsanya dengan sekuat tenaganya.


Diraihnya tangan Sri dan kemudian dicengkeramnya dengan kuat.


Sri yang kaget berusaha melepaskan diri, dan terus meronta-ronta.


"Lepaskan, lepaskan mas Rafa!" seru Sri yang terus saja meronta.


Karena kesal, Rafa menyeret Sri dan menjatuhkannya di atas tempat tidur,


Sri berusaha bangkit, namun Rafa semakin garang dan dia menjadi brutal karena Sri berkali-kali memberontak.


Bukannya mereda, Rafa menatap Sri dengan tajam.


"Kau harus jadi milikku malam ini!" seru Rafa yang kemudian melepaskan bajunya.


"Apa! jadi dia akan berbuat mesum padaku?" gumam dalam hati Sri yang kacau.


Sri terus meronta, dan Rafa kembali bertindak brutal.


"Plakk...! plakk...! bugh..! dugh..!"


Dua tamparan dan dorongan yang keras sampai kepala Sri terbentur ukiran kayu di tempat tidur bagian kepala.


"Aaagh...!"


"Lepaskan aku mas Rafa, Cherry mohon!" Isak Sri yang kini menjadi memohon karena merasakan tubuhnya yang sudah sakit dan lemas.


Dan akhirnya Sri tak sadarkan diri.


Seperti buaya yang mendapatkan incaranya, Rafa mulai bereaksi.


Dia memposisikan tubuh Sri dengan sebagaimana mestinya, kemudian mengusap wajah Sri yang penuh dengan luka lebam.


Dibelainya bibir Sri dengan jari telunjuknya dengan lembut.


"Kau akan jadi milikku, milikku! milikku..!" racau Rafa yang mulai menciumi wajah Sri, dan dilanjut dengan bermain di bibir gadis yang ada di genggamannya saat ini.


Nafas Rafa mulai memburu, dan tangan kanannya mulai bergerilya.


Menyusuri bagian dalam pakaian gadis yang tak sadarkan diri itu.


Dan tangan kanan itu mendapati dua gundukan milik Sri yang begitu kenyal baginya.


Rafa saat ini dalam posisi menikmati bibir bertemu bibir dan juga tangannya yang sibuk bermain di dua gundukan milik Sri.


Setelah puas dengan aksinya itu, Rafa melepaskan pakaian atas Sri satu persatu,

__ADS_1


Seperti anak kecil yang mendapatkan permen lolipopnya, Rafa menyerang dua gundukan Sri secara bergantian.


Merasa belum puas dengan aksinya itu, Rafa menciumi dada hingga perut Sri dengan nafas memburu.


Rafa kemudian tertarik pada milik Sri yang ada di bagian perut Sri.


Dilepaskannya pakaian bagian bawah Sri satu persatu.


Sedangkan si pemilik masih dalam kondisi tak sadarkan diri.


Melihat gadis didepannya sudah dalam kondisi polos tanpa sehelai benang itu, Rafa melepas pakaian bagian bawahnya.


Dan dengan nafas yang memburu, Rafa mulai menggerayangi tubuh gadis yang masih memejamkan mata itu.


Rafa pun mulai bermain dengan jurus-jurus maboknya.


Sementara itu Sri merasakan ada sesuatu yang masuk dengan paksa di miliknya, perlahan dia membuka kedua matanya.


"Aaagh...! apa yang kamu lakukan!" seru Sri yang memberontak dan terus mendorong tubuh Rafa.


Rafa yang menyadari gadis yang dibawahnya sudah sadar dan meronta-ronta, Rafa memperkuat pegangannya pada tangan Sri yang g sudah direntangkannya.


"Aaaghh, lepaskan mas Rafa. Aku mohon!":ucap Sri dengan Isak tangisnya.


Namun Rafa tak menggubrisnya, dia menciumi kedua pipi Sri walaupun gadis itu terus mengelaknya dan Rafa nekat bermain dibibir Sri.


Gadis itu menggigit bibir Rafa hingga berdarah.


"Aaagh, kau dasar gadis liar!" gerutu Rafa yang kemudian dia menciumi leher Sri dan membuat stempel merah di sekitar leher dan dada gadis dibawahnya itu.


Melihat respon Sri yang terus menggeliat, nafas Rafa semakin memburu dan dia siap memasukkan miliknya yang sudah seperti rudal yang siap landas ke milik gadis di bawahnya kembali.


Sri hanya bisa pasrah, tak bisa berbUat apa-apa lagi. Tenaganya sudah habis dan air matanya terus berderai menyaksikan Rafa merenggut kesuciannya.


Sedangkan Rafa terus menikmati kesenangannya sendiri dan terus memompa mulai dari pelan hingga cepat.


Darah keluar dari milik Sri, namun raga tak memperdulikannya.


Laki-laki itu terus memompa dengan senyum puasnya melihat Sri yang terus menangis pilu.


Karena kondisi tubuhnya yang sudah tak berdaya, Sri kembali pingsan.


Sedangkan Rafa terus memompa sampai dirinya merasa puas, dan setelah itu Rafa melepaskan cairannya kedalam milik Sri sebagai bentuk kepuasannya yang bejat itu.


Rafa yang kelelahan itu tidur disamping Sri yang pingsan, namun sebelumnya dia menyelimuti dirinya dan Sri dengan satu selimut dan dia tidur dengan memeluk Sri.


Keduanya memejamkan mata karena kelelahan telah melakukan hal yang tak seharusnya terjadi itu.


...****...


Jam dinding menunjukkan tepat pukul


tiga dini hari.

__ADS_1


Tangan Sri bergerak dan juga kedua matanya juga membuka secara perlahan-lahan, gadis itu merasakan tubuh dan juga daerah sensitifnya terasa begitu sakit.


"Auw..!" Sri mengerang kesakitan, dan melihat disampingnya sesosok laki-laki uang kemarin baru menjadi kekasihnya itu sedang tertidur pulas.


Sri kemudian meraba tubuhnya.


"Ja..jadi ini bukan mimpi?" gumam Sri dalam hati dan kembali dia menangis meratapi nasibnya.


Setelah sedikit tenang, Sri kemudian meraih pakaiannya yang diletakkan Rafa di sembarang tempat itu.


Setelah memakai pakaiannya, Sri mengambil handuk dan baju gantinya.


Setelah itu dia masuk ke kamar mandi dan mengunci kamar mandi itu dari dalam.


Setelah meletakkan handuk dan pakaiannya di tempatnya, Sri melepas bajunya dan menyalakan shower yang ada di kamar mandi itu.


Sri berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.


Saat ini yang dia rasakan perih di tubuhnya, tak seperih di hatinya.


"Apa salahku mas Rafa? kenapa kamu lakukan ini padaku?" racau Sri diantara guyuran air yang membasahi tubuhnya.


"Aaaagh mas Rafa kamu b*Jing*n, b*rengs*k kau..!" umpat Sri sejadi- jadinya.


Cukup lama Sri diantara guyuran air dari shower itu.


Tubuh Sri mulai memutih dan menggigil, kemudian Sri memakai sabun dan shampoo.


Setelah selesai, Sri memakai baju dan mulai berwudlu karena suara Adzan telah berkumandang.


Sri keluar dari kamar mandi dan kemudian mengambil mukenanya dari tas ranselnya.


"Sebetulnya hamba malu menghadap-Mu dalam keadaan begini, Ya Allah kuatkan hambamu ini dalam menghadapi semuanya yang akan terjadi esok hari karena imbas dari kejadian semalam" kata dalam hati Sri yang kemudian dia berniat untuk sholat Subuh munfarid.


Selesai sholat Subuh, Sri berdoa dan dalam doanya dia terus menangis, meratapi apa yang telah terjadi padanya.


Tanpa di sadari oleh Sri, isakan tangisannya telah membangunkan Rafa yang semula masih terlelap dalam tidurnya.


"Suara tangisan? siapa yang menangis?" tanya dalam hati Rafa pada saat membuka kedua matanya.


Rafa sangat terkejut melihat dirinya yang dalam keadaan polos di bawah selimut tipis yang menyelimutinya.


"Apa yang telah terjadi?":tanya dalam hati Rafa dibarengi dengan rasa terkejutnya


...~Â¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


"


__ADS_2