
"Mas Bima mau apa selanjutnya?" tanya Rafa saat sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit dimana Papanya Talina di rawat.
"Belum mas pikirkan, sekarang ayo kita berangkat" ajak Bima dan Mereka melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan bergabung dengan yang lainnya di ruang tamu.
"Apakah semua sudah komplit?" tanya Marlina mama Rafa dan Bima.
"Iya sudah!" seru mereka serempak dan kemudian mereka mulai berangkat menuju rumah sakit ternama di kota itu dengan dua mobil yang akan mengangkut mereka semuanya.
Pandangan Rafa kosong, ada rasa menyesal dalam dirinya yang telah berbuat khilaf pada Sri dan hari ini juga dia harus menghianatinya.
Bima yang saat ini mendampingi Rafa mengetahui hal itu, dia menggenggam tangan adiknya seolah memberi kekuatan pada adiknya untuk melangkah ke depan.
Tak berapa lama dua mobil mewah itu telah sampai di tempat parkir rumah sakit ternama yang dimana papanya Talina dirawat.
Rombongan Pengantin pria itu keluar dari mobil setelah mobil mereka berhenti, dan segera melangkahkan kaki menuju ke pintu masuk rumah sakit.
"Rafa, ingat ya kamu jangan sampai salah dalam bacaan ijab qobulnya nanti!" seru mamanya Rafa Marlina.
Rafa, Marlina, Bima, sakti dan beberapa saudara dari papa Rafa juga ikut dalam acara ijab mobil di rumah sakit itu.
Tak berapa lama mereka telah sampai dalam sebuah ruangan VIP rumah sakit.
Dan telah terbaring seorang laki-laki setengah baya dengan selang di tangannya. Dan Talina yang sudah memakai pakaian kebaya putihnya.
"Rafa, kamu mengerti bukan maksud mama? Selama ini kamu selalu memberontak mama, sekaranglah waktunya kami menjadi anak yang berbakti pada orang tua
"Dari keluarga mempelai pria?" tanya seorang laki-laki separuh baya yang memakai peci.
"Iya pak Penghulu kami dari keluarga mempelai pria." jawab Bima.
"Baiklah kita mulai ijab kobulnya sekarang juga, karena ayah mempelai wanita segera dipindahkan ke Singapura.
"Penganti pria, siapa namanya?" tanya pak penghulu.
"Rafael Mahendra!" Rafa yang sudah duduk bersanding dengan Talina.
"Baiklah kita mulai Ijab qobulnya." kata pak penghulu.
"Saya akan mewakili Orang tua mempelai wanita" kata paman Talina kakak kandung papa Talina.
Kemudian pak penghulu memberikan ceramah sedikit untuk mengurangi ketegangan diantara kedua mempelai.
Dan kemudian ijab kobul di mulai tepat disamping papa Talina.
__ADS_1
"Bismillahirohmanirohim..Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rafael Mahendra bin Mahendra dengan putri saya yang bernama Talina Rahandi dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan Uang tunai sebesar 100 juta dan emas seberat 25 g , dibayar tunai." ucap Paman Talina.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Talina Rahandi binti Rahandi dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai" ucap Rafa. Yang mau tak mau dia sudah menikah dengan Talina bukan dengan Sri.
"Sah..?" tanya pak penghulu.
"Sah..!' ucap yang didekat pengantin.
"Yang di belakang sana Sah..?" tanya pak penghulu.
"Sah...!" ucap yang ada di barisan belakang.
"Alhamdulillah, Al Fatihah..!" ucap pak penghulu itu.
Kemudian Rafa menyematkan sebuah cincin pada jari manis sebelah kiri Talina dan demikian sebaliknya Talina menyematkan cincin di jari manis sebelah kiri Rafa.
Talina mencium punggung tangan kanan Rafa dan Rafa mencium kening Talina yang saat ini telah menjadi isteri sah Rafa.
Dan Penghulu itu mendoakan kedua mempelai semoga sakinah mawadah warohmah, langgeng sampai maut memisahkan. Aamiin ...aamiin...ya Robbal alaamiin.
Setelah selesai berdoa, acara pernikahan sederhana dan singkat itu, tiba-tiba ada seorang dokter yang menghampiri mereka.
" Sebaiknya sekarang juga tuan Rahandi diberangkat ke Singapura!" ucap dokter itu seraya memandang satu persatu orang yang berada di dalam ruangan itu.
"Rafa dan Talina berangkat besok setelah surat-surat kelengkapan telah selesai semuanya." ucap Marlina.
"Baik Bu!" ucap Rafa dan Talina secara bersamaan.
Setelah selesai urusan dirumah sakit, semuanya pulang ke rumah masing-masing.
Sementara Rafa pulang ke rumah Talina.
Bima, Sakti, Marlina dan kerabat yang lain pulang ke rumah masing-masing.
Malam ini adalah malam pertama Rafa dan Talina. Tetapi tak ada yang special bagi Rafa.
Diam-diam Rafa keluar rumah, dan oodia tidak memakai mobilnya, melainkan dia naik ojek Online yang sebelumnya dipesan.
Tak berapa lama sepeda motor matic menghampiri Rafa, dan Rafa naik untuk membonceng kemudian sepeda motor itu melaju ke arah yang ditunjukkan oleh Rafa.
Dan tibalah pada lokasi yang dituju oleh Rafa, di sebuah Cafe yang menyediakan minuman keras dan barang haram lainnya.
"Kenapa aku lemah jika ada sangkutnya dengan orang tua, apalagi papa? hah....! aku sekarang jadi suami orang, suami dari orang yang tidak aku sayang!" racau dalam hati Rafa.
__ADS_1
Kemudian Rafa memesan satu gelas minuman keras, dan diteguknya minuman terlarang itu.
Dan lagi mengeguknya dan lagi dan lagi dan lagi.Akhirnya pandangannya sudah kabur, tak bisa fokus lagi. Terhuyun-huyunlah dirinya dalam berdiri dan melangkah.
Setelah membayar dan meminum minuman terlarang pada gelas terakhirnya itu, Rafa keluar dari cafe tersebut.
Dengan langkah yang terhuyun-huyun Rafa menuju ke mobil taksi yang sengaja ngetime atau cari penumpang di tempat parkir itu.
Rafa menghampiri taksi itu dan dalam kondisi setengah sadar dia menghampiri salah satu taksi yang sudah dijaga oleh sopirnya.
"Tuan mau naik?" tanya sopir taksi itu sambil membukakan pintu mobil untuk calon penumpangnya.
"Iya, antarkan aku ke apartemen ternama di kota ini!" jawab Rafa yang masuk ke dalam yg taksi dan kemudian duduk di kursi belakangnya.
Rafa memposisikan dirinya mencari posisi yang enak untuk duduk.
Setelah menutup pintu mobilnya, dan kemudian dia melangkahkan kaki menuju pintu tempatnya mengemudi.
Sopir taksi itu membuka dan menutup pintu mobil taksinya itu dan kemudian mulai berangkat melaju menyusuri jalan raya.
Dalam kondisi setengah sadar, Rafa melihat ke luar jendela dan entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
Taksi itu terus melaju hingga melewati beberapa lampu lalu lintas. Dan pada akhirnya dia telah sampai di Apartemen yang dimaksudkan Rafa.
"Tuan kita sudah sampai! apa peru saya antar sampai ke apartemen tuan?" kata sopir taksi itu yang menawarkan dirinya
"Ahh, tidak usaha. Terima kasih!" ucap Rafa seraya memberikan beberapa lembar uang pada sopir itu dan kemudian dia membuka pintu dan mulai keluar dari mobil taksi yang membawanya itu.
Rafa keluar dan menutup pintu taksi itu yang kemudian melangkahkan kaki, masuk ke apartemennya itu.
Tak berapa lama Rafa menemukan kotak besi yang mengantarkan manusia baik naik maupun turun ke ruangan yang dikehendakinya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk Novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
"