
Dengan kecepatan sedang menuju ke jalan raya arah kota Surakarta.
Di sepanjang jalan, mereka saling mengobrol dan mendengarkan musik. Dan lagu yang mereka dengarkan kebanyakan lagu - lagu campur sari karena sudah melekat dihati keduanya.
Lagu - lagu campur sari itu terutamanya lagu milik almarhum Didi kempot.
Sri dan Bima sahut - sahutan menyanyikannya.
🎶Lirik Lagu ; Sewu Kuto (Didi Kempot)
Sewo kuto uwis tak liwati
Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh
Podo rangerteni
Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki
Seprene durung biso nemoni
Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu
Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo
Dan kemudian lagu yang kedua, yang juga lagu campur sari.
🎶Lirik lagu : Banyu langit (Didi kempot)
Sworo angin
Angin sing ngreridu ati
Ngelingake sliramu sing tak tresnani
Pengen nangis
Ngetokke eluh neng pipi
Suwe ra weruh
Senajan mung ono ngimpi
Ngalemo
Ngalem neng dadaku
Tambanono roso kangen neng atiku
Ngalemo
Ngalemo neng aku
Ben ra adem kesiram udaning dalu
Banyu langit sing ono dhuwur khayangan
Watu gedhe kalingan mendunge udan
Telesono atine wong seng kasmaran
Setyo janji seprene tansah kelingan
__ADS_1
Ademe gunung merapi purbo
Melu krungu swaramu ngomongke opo
Ademe gunung merapi purbo
Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta
Janjine lungane ra nganti suwe-suwe
Pamit esuk lungane ra nganti sore
Janjine lungane ra nganti semene suwene
Nganti kapan tak enteni sak tekane
Udan gerimis telesono klambi iki
Jroning dodo ben ra garing ngekep janji
Ora lamis gedene nggonku nresnani
nganti kapan aku ora bisa lali
Ademe gunung merapi purbo
Melu krungu swaramu ngomongke opo
Ademe gunung merapi purbo
Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta
Janjine lungane ra nganti suwe-suwe
Pamit esuk lungane ra nganti sore
Janjine lungane ra nganti semene suwene
Nganti kapan tak enteni sak tekane
"Nampaknya mobilnya kehausan!" ucap Bima yang seperti mencari sesuatu.
"Mobil kehausan? eh mas Bima cari apa sih?" tanya Sri yang penasaran.
"Kalau tangki bahan bakarnya habis, kan berarti mobil ini perlu bensin. Nah, kan seperti manusia yang sedang kehausan. jadinya mobil ini sedang haus, karena tangki bahan bakarnya kosong maka perlu diisi." jelas Bima sembari mengulas senyumnya.
Keduanya melihat ke jalan untuk mengetahui petunjuk adanya pom bensin di sekitar mereka.
"Nah itu disana ada pom bensin mas!" seru Sri yang mengarahkan tangannya ke arah dimana dia melihat tanda adanya pom bensin di tepi jalan.
"Oiya, kita kesana" ucap Bima yang kemudian mengarahkan mobilnya ke pom bensin yang ditunjukkan oleh Sri.
Mobil mewah itu melaju dan masuk ke pom bensin. Beruntung antrian tidak panjang, dan mereka bisa lebih cepat mendapatkan bahan bakar untuk mobil Bima.
"Full ya mas!" ucap Bima saat keluar dari mobil pada petugas SPBU.
"Baik tuan, mulai dari nol ya!" balas petugas SPBU itu yang mulai mengalirkan bahan bakarnya.
Setelah selesai, Bima segera membayarnya dan masuk ke mobilnya lalu menyalakan mesin mobilnya itu.
Mobil mewah itu berjalan kembali menyusuri jalan raya.
"Kalau kamu mengantuk, tidur saja sayang!" seru Bima seraya melirik ke arah istrinya, namun tetap dia mengemudi.
"Iya mas, kenapa ngantuk sekali ya?" ucap Sri yang kemudian memejamkan kedua matanya.
Bima mengulas senyumnya seraya melirik istrinya.
Kembali dia memutar lagu - lagu dan kali ini bukan lagu campur sari, namun kali ini lagu pop.
🎶Lirik Lagu Aku Memilihmu - Anang Hermansyah
Aku jatuh, jatuh cinta tulus padamu
Aku tak kuasa menahan
Aku benar-benar tersudut perasaan ini
Cintaku sampai mati
Ku benar-benar mati hati (mati hati)
Hanya mencintaimu (mencintaimu), cuma kamu.
__ADS_1
Aku memilihmu, aku jatuh cinta
Aku tak sanggup, aku tak kuasa menahan
Aku memilihmu karena aku cinta
Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta sampai mati
Aku benar-benar tersudut perasaan ini
Cintaku sampai mati
Ku benar-benar mati hati
Hanya mencintaimu, cuma kamu
Aku memilihmu, aku jatuh cinta
Ku tak sanggup, aku tak kuasa melawan
Oh aku memilihmu karena aku cinta
Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta sampai mati
(ku memilihmu mencintaimu sampai mati)
Oooh aku memilihmu, aku jatuh cinta
Aku tak sanggup, aku tak kuasa melawan
Oh aku memilihmu karena aku cinta
Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta (aku cinta) sampai mati
Aku memilihmu, aku memilihmu
"Sri, aku tetap memilihmu. Walaupun aku tahu adikku telah mendahuluiku. Aku tak perduli kamu bekas Rafa. Aku tetap cinta padamu Sri. Kamulah semangat aku, kita besarkan Sakti dan anak - anak kita nanti secara bersama -sama. Aku memilihmu karena aku yakin kamu adalah jodohku!" ucap lirih Bima sembari menoleh ke arah Sri yang masih memejamkan kedua matanya, namun yang sebenarnya dia tidak tidur. Karena dia tidak terbiasa untuk tidur pagi hari.
"Mas Bima, kamu begitu tulus. Malah aku yang merasa begitu kotor dan terlalu mewah dirimu menerimaku dengan apa adanya." gumam dalam hati Sri yang tak terasa berlinang air matanya.
Lama - kelamaan Sri tenggelam dalam mimpinya.
Perjalanan mereka tak terasa sudah memasuki waktu sholat Dhuhur, Bima menepikan mobilnya saat sampai di sebuah masjid di tepi jalan. Dan Bima memarkirkan mobilnya tepat di samping Masjid tersebut.
"Sri, bangun! bangun sayang!' seru Bima seraya menggoyang - goyangkan lengan kanan Sri dengan tangan kirinya.
Sri membuka kedua matanya, dan berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Sri yang melihat ke arah luar mobil.
"Belum, kita sholat Dhuhur dulu. Setelah itu kita cari makan siang" jawab Bima sembari melepas sabuk pengamannya.
Sri kemudian melepas sabuk pengamannya juga dan mereka keluar dari mobil, melangkahkan kakinya menuju ke tempat berwudlu di masjid tersebut.
Setelah wudlu, mereka segera sholat berjamaah bersama jama'ahyang lainnya.
Usai sholat dhuhur, mereka keluar dari masjid dan melangkahkan kakinya menuju ke arah dimana mobil terparkir.
Sesampainya di tempat dimana mobil itu terparkir, mereka masuk ke mobil sesuai posisi semula.
Bima mengemudikan mobil menyusuri jalan raya dan mereka mencari restoran maupun warung makan yang menyediakan menu keinginan mereka.
"Kita makan apa siang ini sayang?" tanya Bima seraya menoleh ke arah istrinya.
"Hmm... apa ya mas? enaknya apa ya?'' ucap Sri yang balik bertanya.
"Ya kamu mau makan apa?" tanya Bima yang gemas dengan sikap Sri.
"He..he..! Bakso saja ya" jawab Sri sembari mengulas senyumnya.
"Ok, kita cari warung bakso sekarang!" seru Bima sembari mengulas senyumnya.
Dan mereka mencari warung bakso yang menyediakan menu keinginan mereka hari ini.
...~¥~...
...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
,