Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Perjalanan ke Jakarta


__ADS_3

Dengan kecepatan sedang menuju ke jalan raya arah kota Surakarta.


Di sepanjang jalan, mereka saling mengobrol dan mendengarkan musik. Dan lagu yang mereka dengarkan kebanyakan lagu - lagu campur sari karena sudah melekat dihati keduanya.


Lagu - lagu campur sari itu terutamanya lagu milik almarhum Didi kempot.


Sri dan Bima sahut - sahutan menyanyikannya.


 🎶Lirik Lagu ; Sewu Kuto (Didi Kempot)


Sewo kuto uwis tak liwati


Sewu ati tak takoni


Nanging kabeh


Podo rangerteni


Lungamu neng endi


Pirang tahun aku nggoleki


Seprene durung biso nemoni


Wis tak coba


Nglaliake jenengmu


Soko atiku


Sak tenane aku ora ngapusi


Isih tresno sliramu


Umpamane kowe uwis mulyo


Lilo aku lilo


Yo mung siji dadi panyuwunku


Aku pengin ketemu


Senajan sak kedeping moto


Kanggo tombo kangen jroning dodo


Dan kemudian lagu yang kedua, yang juga lagu campur sari.


🎶Lirik lagu : Banyu langit (Didi kempot)


Sworo angin


Angin sing ngreridu ati


Ngelingake sliramu sing tak tresnani


Pengen nangis


Ngetokke eluh neng pipi


Suwe ra weruh


Senajan mung ono ngimpi


Ngalemo


Ngalem neng dadaku


Tambanono roso kangen neng atiku


Ngalemo


Ngalemo neng aku


Ben ra adem kesiram udaning dalu


Banyu langit sing ono dhuwur khayangan


Watu gedhe kalingan mendunge udan


Telesono atine wong seng kasmaran


Setyo janji seprene tansah kelingan

__ADS_1


Ademe gunung merapi purbo


Melu krungu swaramu ngomongke opo


Ademe gunung merapi purbo


Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta


Janjine lungane ra nganti suwe-suwe


Pamit esuk lungane ra nganti sore


Janjine lungane ra nganti semene suwene


Nganti kapan tak enteni sak tekane


Udan gerimis telesono klambi iki


Jroning dodo ben ra garing ngekep janji


Ora lamis gedene nggonku nresnani


nganti kapan aku ora bisa lali


Ademe gunung merapi purbo


Melu krungu swaramu ngomongke opo


Ademe gunung merapi purbo


Sing ning langgran Wonosari Jogjakarta


Janjine lungane ra nganti suwe-suwe


Pamit esuk lungane ra nganti sore


Janjine lungane ra nganti semene suwene


Nganti kapan tak enteni sak tekane


"Nampaknya mobilnya kehausan!" ucap Bima yang seperti mencari sesuatu.


"Mobil kehausan? eh mas Bima cari apa sih?" tanya Sri yang penasaran.


"Kalau tangki bahan bakarnya habis, kan berarti mobil ini perlu bensin. Nah, kan seperti manusia yang sedang kehausan. jadinya mobil ini sedang haus, karena tangki bahan bakarnya kosong maka perlu diisi." jelas Bima sembari mengulas senyumnya.


Keduanya melihat ke jalan untuk mengetahui petunjuk adanya pom bensin di sekitar mereka.


"Nah itu disana ada pom bensin mas!" seru Sri yang mengarahkan tangannya ke arah dimana dia melihat tanda adanya pom bensin di tepi jalan.


"Oiya, kita kesana" ucap Bima yang kemudian mengarahkan mobilnya ke pom bensin yang ditunjukkan oleh Sri.


Mobil mewah itu melaju dan masuk ke pom bensin. Beruntung antrian tidak panjang, dan mereka bisa lebih cepat mendapatkan bahan bakar untuk mobil Bima.


"Full ya mas!" ucap Bima saat keluar dari mobil pada petugas SPBU.


"Baik tuan, mulai dari nol ya!" balas petugas SPBU itu yang mulai mengalirkan bahan bakarnya.


Setelah selesai, Bima segera membayarnya dan masuk ke mobilnya lalu menyalakan mesin mobilnya itu.


Mobil mewah itu berjalan kembali menyusuri jalan raya.


"Kalau kamu mengantuk, tidur saja sayang!" seru Bima seraya melirik ke arah istrinya, namun tetap dia mengemudi.


"Iya mas, kenapa ngantuk sekali ya?" ucap Sri yang kemudian memejamkan kedua matanya.


Bima mengulas senyumnya seraya melirik istrinya.


Kembali dia memutar lagu - lagu dan kali ini bukan lagu campur sari, namun kali ini lagu pop.


🎶Lirik Lagu Aku Memilihmu - Anang Hermansyah


Aku jatuh, jatuh cinta tulus padamu


Aku tak kuasa menahan


Aku benar-benar tersudut perasaan ini


Cintaku sampai mati


Ku benar-benar mati hati (mati hati)


Hanya mencintaimu (mencintaimu), cuma kamu.

__ADS_1


Aku memilihmu, aku jatuh cinta


Aku tak sanggup, aku tak kuasa menahan


Aku memilihmu karena aku cinta


Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta sampai mati


Aku benar-benar tersudut perasaan ini


Cintaku sampai mati


Ku benar-benar mati hati


Hanya mencintaimu, cuma kamu


Aku memilihmu, aku jatuh cinta


Ku tak sanggup, aku tak kuasa melawan


Oh aku memilihmu karena aku cinta


Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta sampai mati


(ku memilihmu mencintaimu sampai mati)


Oooh aku memilihmu, aku jatuh cinta


Aku tak sanggup, aku tak kuasa melawan


Oh aku memilihmu karena aku cinta


Hanya kamu, hanya dirimu ku cinta (aku cinta) sampai mati


Aku memilihmu, aku memilihmu


"Sri, aku tetap memilihmu. Walaupun aku tahu adikku telah mendahuluiku. Aku tak perduli kamu bekas Rafa. Aku tetap cinta padamu Sri. Kamulah semangat aku, kita besarkan Sakti dan anak - anak kita nanti secara bersama -sama. Aku memilihmu karena aku yakin kamu adalah jodohku!" ucap lirih Bima sembari menoleh ke arah Sri yang masih memejamkan kedua matanya, namun yang sebenarnya dia tidak tidur. Karena dia tidak terbiasa untuk tidur pagi hari.


"Mas Bima, kamu begitu tulus. Malah aku yang merasa begitu kotor dan terlalu mewah dirimu menerimaku dengan apa adanya." gumam dalam hati Sri yang tak terasa berlinang air matanya.


Lama - kelamaan Sri tenggelam dalam mimpinya.


Perjalanan mereka tak terasa sudah memasuki waktu sholat Dhuhur, Bima menepikan mobilnya saat sampai di sebuah masjid di tepi jalan. Dan Bima memarkirkan mobilnya tepat di samping Masjid tersebut.


"Sri, bangun! bangun sayang!' seru Bima seraya menggoyang - goyangkan lengan kanan Sri dengan tangan kirinya.


Sri membuka kedua matanya, dan berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Sri yang melihat ke arah luar mobil.


"Belum, kita sholat Dhuhur dulu. Setelah itu kita cari makan siang" jawab Bima sembari melepas sabuk pengamannya.


Sri kemudian melepas sabuk pengamannya juga dan mereka keluar dari mobil, melangkahkan kakinya menuju ke tempat berwudlu di masjid tersebut.


Setelah wudlu, mereka segera sholat berjamaah bersama jama'ahyang lainnya.


Usai sholat dhuhur, mereka keluar dari masjid dan melangkahkan kakinya menuju ke arah dimana mobil terparkir.


Sesampainya di tempat dimana mobil itu terparkir, mereka masuk ke mobil sesuai posisi semula.


Bima mengemudikan mobil menyusuri jalan raya dan mereka mencari restoran maupun warung makan yang menyediakan menu keinginan mereka.


"Kita makan apa siang ini sayang?" tanya Bima seraya menoleh ke arah istrinya.


"Hmm... apa ya mas? enaknya apa ya?'' ucap Sri yang balik bertanya.


"Ya kamu mau makan apa?" tanya Bima yang gemas dengan sikap Sri.


"He..he..! Bakso saja ya" jawab Sri sembari mengulas senyumnya.


"Ok, kita cari warung bakso sekarang!" seru Bima sembari mengulas senyumnya.


Dan mereka mencari warung bakso yang menyediakan menu keinginan mereka hari ini.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2