Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Curhat dengan Sahabat


__ADS_3

"Ba..bantu apa mas?" tanya Sri yang penasaran apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


"Mau tidak Sri puasin mas Bima di dalam mobil ini?" tanya Bima yang memohon.


"Tapi mas, masak di sini?" tanya Sri yang kebingungan menaggapi suaminya.


"Ha..ha..!" tawa Bima yang melihat wajah kebingungan istrinya.


"Mas bercanda, sini berikan mas pelukan dan ciuman terakhir kamu!" seru Bima dan Sri mengulas senyum leganya dan menuruti kemauan suaminya itu.


Sri memeluk dan menciumi suaminya dengan mesra. Beberapa menit kemudian mereka menyudahi cumbuan mereka.


Setelah merapikan dirinya Sri turun dari mobil dan menghampiri sopir pribadi keluarga Bima untuk mengantarkan Bima ke bandara.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Bima sembari melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam!" balas Sri yang juga melambaikan tangannya.


Perlahan mobil itu melaju meninggalkan sekolah taman kanak - kanak tersebut.


Setelah mobil yang membawa Bima itu hilang dari pandangan Sri, Sri kemudian duduk bergabung dengan ibu - ibu yang sedang menunggui anak mereka sekolah.


Dan terjadilah obrolan antara ibu - ibu yang sebetulnya Sri malas mendengarkannya, namun terpaksa karena mengingat dia tak ada pilihan lain selain tetap bersama mereka.


Tak berapa lama seperti biasa terdengar suara seorang perempuan yang menjajakan dagangannya.


"Jamu, jamu....!" seru suara perempuan yang dikenal oleh Sri dan yang lainnya.


"Eh, itu mbak jamu sudah datang!" seru yang lainnya.


Sri ingat kalau itu suara Minah yang sedang berjualan jamu.


"Jamu...jamu! jamunya Bu!" seru tukang jamu itu yang memang tak salah lagi kalau itu Minah.


Minah meletakkan bakul jamunya di tempat biasanya dia berhenti untuk melayani pembeli.


"Mbak jamu, aku seperti biasanya ya!" seru beberapa ibu - ibu yang menghampiri Minah, dan Minah melayaninya dengan sabat dan telaten.


"Iya, iya sabar - sabar ya ibu - ibu!" seru Minah yang melayani satu persatu ibu - ibu yang mengantri membeli jamu.


Sri masih diam di tempatnya, karena tidak mau mengganggu Minah yang sedang mengais rejeki itu.


"Eh, mbak jamu!" panggil salah satu ibu - ibu yang membeli jamu.


"Ada apa Bu?" tanya Minah sembari menuangkan jamu kunyit asam ke dalam gelas.


"Saya pesan satu botol kunyit asam ya, buat dibawa pulang!" ucap seorang ibu yang ada dihadapan Minah.


"Oiya Bu, saya tuangkan sebentar ya!' ucap Minah dengan ramah melayani pembelinya.


"Teett...!"


Tak berapa lama bel istirahat berbunyi, para siswa yang membawa bekal ada yang memakan bekalnya dan yang tidak membawa bekal ada yang jajan di warung dekat tempat mereka menimba ilmu itu.

__ADS_1


Dan ada diantara mereka yang juga membeli jamu dagangan Minah, tanpa terkecuali dengan Sakti.


Bocah cilik putra Bima itu membeli jamu juga walaupun dari rimah mbok Ni sudah membawakannya bekal.


"Mama Ci, Sakti beli jamu dulu ya!" ucap Sakti yang kemudian Sri memberinya selembar uang lima ribuan pada Bima.


"Iya, sana pergi dan bilang sama mbak jamu kalau beli jamu seperti biasanya ya!" ucap Sri pada Sakti.


Setelah menerima uang tersebut, Sakti melangkahkan kakinya menghampiri Minah dan membeli jamu untuknya.


Minah pun melayani Sakti dengan sedikit candaan yang membuat Sakti mengulas senyumnya. Setelah Minah memberikan jamu pesanan Sakti, sakti melangkahkan kakinya menghampiri ibu tirinya.


"Mama Ci, ini jamunya!" ucap Sakti sambil mengulas senyumnya.


"Makan bekalnya dulu baru minum jamunya ya!" seru Sri dan Bima pun menganggukkan kepalanya. Dengan lahap Sakti menerima setiap suapan nasi bekal dari Sri. Dan tak berapa lama nasi itu telah habis.


"Nah sekarang baru boleh minum jamunya!" ucap Sri seraya mengusap lembut kepala Sakti dan beberapa saat kemudian bel masuk pun berbunyi.


"Teett...!"


"Nah, bel sudah berbunyi. Sakti masuk dulu ya!" seru Sri pada Sakti seraya membereskan peralatan bekal Sakti.


"Iya mama Ci. Mama Ci tetap disini ya!'" pinta Sakti dengan memohon.


"Iya sayang, mama Ci masih berada di sini!" ucap Sri yang mengulas senyumnya dan mencium kening Sakti.


Dan Sakti membalas dengan senyuman manis pula pada mama barunya.


Kemudian sakti melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelasnya dan memulai pelajaran barunya.


"Sri, apa kabar?" tanya sapa Minah saat menghampiri Sri.


"Eh, mbak Minah. Alhamdulillah Sri baik - baik saja." jawab Sri dan nampak kedua mata Sri yang berkaca - kaca.


"Kamu kenapa Sri?" tanya Minah yang tak biasanya sahabatnya itu menangis.


"Hari ini papanya Sakti berangkat ke luar negeri. Dan entah kapan akan pulangnya" jawab Sri sembari menyeka air matanya.


"Sabar ya Sri, mungkin ini adalah salah satu ujian pernikahan kamu" ucap Minah sembari menepuk punggung tangan Sri.


"Iya mbak, cuma seperti belum terbiasa tinggal di rumah mertua tanpa suami" ucap Sri sembari menatap Minah dengan wajah sendunya.


"Sudah, jangan berpikiran yang tidak - tidak. Ibunya Bima anggap saja juga ibu kamu, ya!" ucap Minah yang terus menatap sahabatnya.


"Iya akan Sri coba" ucap Sri yang berusaha mengulas senyumnya.


"Nah begitu kan cantik Sri!" ucap Minah dan mereka kemudian saling mengobrol saat - saat mereka masih bersama.


Minah berusaha membuat sahabatnya berhenti bersedih, dan dua terus meminta pada Sri untuk menceritakan awal kisahnya sampai ke rumah jamu dan hingga bertemu dengannya.


"Sri, coba kamu ceritakan waktu awal Bulik Sumilah mengantarkan kamu ke ketemu dengan ku!" pinta Minah dan Sri menjawabnya.


"Waktu itu Bulik Sumilah bercerita tentang usahanya, lantas aku di antarkan ke kemar nomor dua" ucap Sri seraya membayangkan kejadian yang telah lalu.

__ADS_1


...💭💭💭💭💭...


"Tokk...tokk...tokk..! Minah, Minah ini Bu Lik Sumi!" ucap Bu Lik Sumilah saat mengetik pintu kamar tersebut.


"Ya, sebentar!" ucap suara dari dalam kamar.


"Klek..klek..ceklek..!"


Nampak seorang perempuan yang membukakan pintu dari dalam kamar yang ada di hadapan Sri dan Sumilah.


"Bu Lik sudah pulang?" tanya seorang perempuan yang membukakan pintu kamar nomor dua itu.


"Iya, dan kamu nanti tidur berdua sama Sri ya!" ucap Bu Lik Sumilah seraya menepuk pundak Sri.


"I..iya Bu Lik!" ucap p8erempuan itu.


"Minah, ini Sri dan Sri, ini Minah!" ucap Bu Lik Sumilah seraya memperkenalkan keduanya.


Dan keduanya pun saling berkenalan dengan saling menjabat tangan mereka masing-masing.


"Sri..!"


"Minah!"


"Sri, kamu masuk dan istirahat dulu. Dan mulai kerjanya nanti malam ya!" ucap Bu Lik Sumilah.


"Iya Bu Lik" jawab Sri.


" Dan Minah, kamu nanti kasih tahu tentang peraturan di sini ya!" ucap Bu Lik Sumilah.


"Iya Bu Lik!" jawab Minah.


Bu Lik Sumilah kemudian meninggalkan rumah ke dua itu dan menuju ke rumah utamanya.


...💭💭💭💭💭...


"Teeett....teeett...teeett....!"


Tiba - tiba bel pulang sekolah berbunyi.


"Ah, sudah waktunya pulang! Kita lanjutkan ceritanya besok saja ya mbak!" seru Sri sembari mengulas senyumnya.


"Iya, kan masih ada waktu juga! aku juga mau pulang Sri. Daa.. Sri, Assalamu' Alaikum!" ucap pamit Minah seraya menaikkan bakul bambu yang berisikan botol - botol kosong itu ke punggungnya.


...~Â¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2