Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Pulang Sekolah bersama Sakti


__ADS_3

"Iya, kan masih ada waktu juga! aku juga mau pulang Sri. Daa.. Sri, Assalamu' Alaikum!" ucap pamit Minah seraya menaikkan bakul bambu yang berisikan botol - botol kosong itu ke punggungnya.


"Wa'alaikumsalam!" jawab Sri seraya melambaikan tangannya.


Minah melangkahkan kakinya meninggalkan Sri menuju ke jalan raya dimana mobil pick up yang dikemudikan Karyo sedang terparkir di samping gapura.


Sementara itu Sakti sudah keluar dari ruang kelasnya dan mencari keberadaan dari Sri.


"Mama Ci!" panggil Sakti.


"Iya sayang, ayo kita pulang ya!" jawab sekaligus ajakan dari Sri.


"Ayo ma! Nanti bantu Sakti kerjakan Pe er ya ma, pe er Sakti banyak!" seru Sakti dengan wajah polosnya.


"Iya sayang, ayo kita cari keluar apakah mang Ujang sudah datang?" kata Sri sembari menggandeng Sakti.


"Baik!" jawab Sakti dengan lugunya.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki meninggalkan sekolah dan setelah sampai di luar pagar sekolah, mereka menebarkan pandangan mereka ke sekitar tempat itu.


"Itu mobil papa ma!" seru Sakti sembari menunjuk ke arah mobil yang sangat dia kenali.


"Mana? oiya itu dia, ayo kita ke sana sekarang!" seru Sri yang mempererat dalam menggandeng tangan Sakti, dan keduanya dengan setengah berlari menuju ke tempat dimana mobil Bima yang di kemudikan sopir pribadi keluarga Bima itu terparkir.


Sesaat kemudian mereka telah sampai di samping mobil.


"Mang Ujang, sejak kapan dah sampai disini lagi?" tanya Sri seraya membuka pintu mobil di bagian belakang.


"Baru saja kok nyonya." jawab Mang Ujang sembari menoleh ke sumber suara.


"Oh, kita langsung pulang saja ya mang!" seru Sri seraya mengangkat tubuh Sakti agar bisa naik ke dalam mobil.


"Oiya nyonya!" jawab Sopir itu dan setelah Sri masuk ke mobil, Mang Ujang menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang keluar dari perkampungan dan menuju ke jalan raya.


Sepanjang jalan Sakti menyanyi lagu anak - anak seperti yang diajarkan di sekolahnya.


"Sakti, mama Ci ada lagu taman kanak - kanak di kampung mama Ci. Apakah Sakti mau dengarkan?" tanya Sri pada saat Sakti berhenti bernyanyi.


"Mau..mau..ma!" jawab Sakti dengan riangnya.


"Baiklah, mama Ci menyanyi dan Sakti dengarkan dulu nanti ikut menyanyi kalau sudah bisa menyanyikannya." ucap Sri seraya menatap Sakti dengan kasih sayang.


"Iya ma!" jawab Sakti yang kemudian mendengarkan ucapan Sri.


...🎶 🎶🎶...


Nol ini Enok


Enok tidak ada


Satu ini satu


Satu hidung saya


Dua ini dua

__ADS_1


Dua mata saya


Tiga ini tiga


Tiga roda becak (Ting..tong..Ting..tong)


Empat ini empat


Empat kaki meja


Lima ini lima


Lima Pancasila


Pancasila



Ketuhanan Yang Maha Esa


Kemanusiaan yang Adi dan Beradab.


Persatuan Indonesia.


Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.


Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.



Terkadang Sri membantu Sakti mengulang lagu yang Sri nyanyikan tadi.


Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah mertua Sri. Kemudian Sri dan Sakti turun dari mobil dan mereka melangkahkan kaki masuk ke rumah.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam Sri dan Sakti secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam!" balas seorang wanita setengah baya yang tak lain adalah Marlina nenek Sakti.


"Eh, cucu nenek sudah pulang!" seru Marlina saat Sri dan Sakti masuk ke rumah.


Sri melangkahkan kaki ke dapur untuk meletakkan kotak bekal Sakti yang sudah kosong di tempat pencucian piring.


Mama Ci kemudian mencuci kotak bekal itu dan setelah selesai, meletakkan kotak bekal itu ke tempatnya.


"Nyonya sedang ngapain?" tanya mbok ni yang berada di belakang Sri.


"Ini sedang mencuci kotak bekal Sakti" jawab Sri sembari mengeringkan tangannya dengan serbet yang selalu tersedia di dapur


"Itu tugas saya nyonya!" ucap mbok Ni yang tidak enak hati.


"Sudah nggak apa - apa mbok Ni. Lagi pula cuma ringan saja, nggak sampai lima menit sudah selesai. He..he..!" ucap Sri sembari mengulas senyumnya.


"Saya mau bantu Sakti mengerjakan pe er nya mbok!" ucap pamit Sri.


"Iya nyonya!" balas Mbok Ni dan Sri melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu dimana Sakti masih bersama dengan neneknya.

__ADS_1


Sakti segera mencium punggung tangan kanan neneknya, dan Marlina mengusap lembut kepala Sakti.


"Sakti mau ke kamar dulu Oma!" seru Sakti yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Sri mengikuti bocah kecil itu, dan sebelumnya menganggukkan kepala sembari tersenyum pada mertuanya.


Dan mertuanya membalasnya juga dengan senyuman. Kemudian Marlina melangkahkan kaki menuju ke teras depan rumahnya, untuk duduk - duduk santai di luar rumah.


Sementara Sri dan Sakti melangkahkan kaki menuju ke kamar Sakti.


Setelah membuka pintu, Sakti melangkahkan kakinya menuju ke meja belajarnya dan meletakkan tas sekolahnya diatas meja tersebut.


"Sakti mau pakai pakaian apa?" tanya Sri seraya membuka pintu lemari kecil berwarna biru bergambar tokoh kartun Naruto kesukaan pemiliknya itu.


"Apa saja mama, yang penting ada gambarnya Naruto! he..he..!" jawab Sakti seraya terkekeh.


"Hadeuh, anak kecil penggemar Naruto!" gumam Sri dalam hati seraya tersenyum.


Sri mengambil satu stel kaos santai bergambar kartun Naruto, dan kemudian menyerahkannya pada Sakti.


Sakti menerimanya dan kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi, untuk mengganti pakaiannya.


Karena dia sudah diajarkan mengganti pakaian tidak didepan orang lain, apa lagi di depan perempuan.


Sri membuka tas sekolah Sakti dan membuka buku - buku sakti dan melihat pekerjaan rumah yang guru berikan untuk Sakti.


Tak berapa lama Sakti selesai mengganti pakaiannya, kemudian dia keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menghampiri Mama Ci - nya.


"Mama Ci, bantu Sakti mengerjakan pekerjaan rumah ya!" pinta Sakti saat sudah berada disamping Sri


"Mama tidak mau membantu, tapi mama sekedar mengarahkan. Jadi Sakti kerjakan sendiri, nabati Maman yang akan mengoreksinya" ucap Sri seraya menatap ke arah Sakti.


"Baiklah ma, yang penting mama Ci tetap disini ya!" ucap manja Sakti sambil tersenyum.


Dan Sakti kemudian mengerjakan pekerjaan rumahnya, dan Sri terus mengawasi dan mengkoreksinya.


Setelah selesai, Sri mengajak Sakti untuk makan Siang.


"Sakti sayang, kita makan Siang dulu ya, setelah itu Sakti sholat dhuhur dan tidur siang" ucap Sri pada putra Bima itu.


"Iya ma!" jawab Sakti dan keduanya kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar Sakti menuju ke ruang makan.


Hari - hari Sri setelah ditinggalkan Bima berjalan seperti biasanya, hingga beberapa hari kemudian, Rafa dan Talina pulang dari luar negeri untuk berlibur sekalian melihat usaha studio Rafa yang telah Rafa tinggalkan dua bulan yang lalu.


...~Â¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2