Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Rafa Yang Mengharap Kembali


__ADS_3

...Ditinggal Sayang...


...By. Republik...


Masih ku ingat senyum itu


Masih ku ingat wajah itu


Saat kau bilang kepadaku


Hanya kau lah yang dihatiku


Bridge:


Semua hilang saat kau pergi meninggalkan ku


Untuk hati yang lain


Kau pergi saat hatiku memberi semua ruang


Hanya untuk dirimu, hanya cintamu


Reff :


Hancur isi hatiku


Saat kau pergi meninggalkanku


Leburkan impianku


Untuk menjadi pendamping hidupmu


Kurasa ku masih mencintaimu


Kurasa ku masih menyayangimu


Walau ku sakit hati …


Masih ku ingat senyum itu


Masih ku ingat wajah itu


Saat kau bilang kepadaku


Hanya kau lah yang dihatiku


Semua hilang saat kau pergi meninggalkan ku


Untuk hati yang lain


Kau pergi saat hatiku memberi semua ruang


Hanya untuk dirimu, hanya cintamu


Reff :


Hancur isi hatiku


Saat kau pergi meninggalkanku


Leburkan impianku


Untuk menjadi pendamping hidupmu


Kurasa ku masih mencintaimu


Kurasa ku masih menyayangimu


Walau ku sakit hati


Walau ku sakit hati ..

__ADS_1


Walau ku sakit hati ..


Aku sakit hati….


...πŸ’—πŸ’—πŸ’— HAPPY READINGπŸ’—πŸ’—πŸ’—...


Tidur sama mama Ci donk!" seru Sakti yang kemudian turun lagi dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Sri.


"Bilang sama om Rafa, kalau Sakti mau bobok dulu." ucap Sri pada Sakti dan bocah kecil itu mengikuti apa kata Sri.


"Om Rafa, Sakti bobok dulu ya!" seru Rafa seraya melambaika tangannya dengan mengulas senyumnya.


"Iya sayang!" jawab Rafa yang telah menyelesaikan makannya dan membalas mengulas senyum pada Sakti, setelah itu pandangannya terus mengarah pada Sri.


Istri Bima itu menarik tangan Sakti dan mereka melangkahkan kaki keluar dari ruang makan tersebut.


"Sakti mulai sekarang tidur di kamar papa dan mama ya!" ucap Sri seraya mensejajarkan dirinya dengan Sakti.


"Kenapa ma?" tanya Sakti dengan rasa ingin tahunya.


"Sakti kan anak laki - laki, jadi gantiin papa menjaga Mama selama papa di luar negeri. Mengerti kan maksud mama?" jawab sekaligus tanya Sri yang tanpa sepengetahuannya, Rafa melihat dan mendengarkan setiap ucapan Sri pada keponakannya.


"Iya mama! Sakti mau jaga mama seperti Superman, Batman, Naruto dan lainnya." ucap Sakti dengan gaya polosnya.


"Kalau begitu ayo ke kamar mama." ucap Sri yang bangkit dari berlututnya dan menggandeng sakti, mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar Bima,


"Sialan! dia gunakan Sakti sebagai tameng!" gerutu Rafa yang mengintip keberadaan Sri dan Sakti.


"Cher, kenapa kamu tambah cantik saja? aku sungguh menyesal menikah dengan Talina. Aku ingin kembali dengan kamu Cher!" Rafa yang masih menggerutu dalam hatinya.


Dia mengenang saat - saat bersama Sri mulai dari awal bertemu, saat dimana dia menembak hati Sri. Sampai mereka sudah resmi berpacaran.


...πŸ’­πŸ’­πŸ’­πŸ’­πŸ’­...


Saat itu Rafa menepikan mobilnya dan kemudian berhenti dan kemudian


menatap Sri dengan tak berkedip.


"Cher, aku mau tahu jawaban kamu!" ucap Rafa saat mobil benar-benar berhenti.


"Eh, jawaban apa ya mas?" tanya Sri yang lupa apa yang dimaksudkan Rafa.


"Yang kemarin itu! masak nggak ingat Cher!" ucap Rafa yang mengingatkan pada Sri.


"Apa sih mas?" tanya Sri yang betu-betul lupa akan apa yang Rafa tanyakan kemarin.


"Cher, kamu memang nggak ingat apa sengaja nggak mengingatnya?" tanya Rafa yang geregetan.


Sri menggelengkan kepalanya pelan dengan tatapan yang mencoba mengingat kejadian kemarin.


"Cher, mas Rafa yang ada dihadapanmu saat ini benar-benar sangat menyukai dan mencintaimu. Apa kamu mau jadi kekasihku?" tanya Rafa yang mengulangi pernyataannya kemarin pada Sri.


Sri hanya diam tak berani menjawabnya namun tatapannya terus tertuju di bola mata Rafa.


"Mas mohon kamu jawab ya Sri!" pinta Rafa seraya menangkupkan telapak tangannya.


"Aku harus jawab apa? mana aku kemarin sudah janji kalau hari ini mau jawab!" gumam dalam hati Sri.


"Bagaimana Cher?" tanya Rafa yang melihat Sri yang termenung.


"E, Ba..baik mas. Cherry mau kok jadi pacar mas Rafa. Cherry' butuh seseorang yang menjaga Cherry di kota besar ini!" ucap Sri yang menatap Rafa Intens.


"Betulkah?" tanya Raya yang meyakinkan dirinya.


"Iya mas! Cherry mau sama mas Rafa!" ucap Sri dengan mengulas senyum.


Karena gembiranya, rafa hendak memeluk dan mencium Sri.


Namun Sri mengelak dan memberi isyarat kalau tidak boleh.


"Eh, kita cuma pacaran mas. Belum suami istri!" ucap Sri yang menatap Rafa.

__ADS_1


Rafa pun menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.


"Oh, ma'afkan. Kelepasan karena senangnya!" ucap Rafa yang tanpa tedeng aling-aling mengulas senyum kebahagiaan.


...πŸ’­πŸ’­πŸ’­πŸ’­πŸ’­...


"Aku menyesal menikah dengan Talina yang suka menghamburkan uang dan suka seenaknya sendiri. Aku ingin kembali padamu Cher!" seru dalam hati Rafa yang kemudian melangkahkan kakinya naik ke lantai atas, dimana arah menuju ke kamar Sri dan Sakti berada.


Saat berada di depan pintu kamar Bima, sayup - sayup Rafa mendengarkan suara perempuan yang menyanyikan lagu Nina Bobo.


...🎢Nina bobo oh nina bobo...


...Kalau tidak bobo digigit nyamuk...


...Nina bobo oh nina bobo...


...Kalau tidak bobo digigit nyamuk...


...#...


...Tidurlah sayang, adikku manis......


...#...


...Bobo lah bobo adikku sayang......


...Kalau tidak bobo digigit nyamuk...


...Nina bobo oh nina bobo...


...Kalau tidak bobo digigit nyamuk...


Dan lagu tersebut berulang - ulang dinyanyikan oleh suara perempuan yang tak lain adalah suara Sri yang sedang menidurkan Sakti di dalam kamarnya.


Rafa mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, dai kemudian bersandar pada di dinding samping pintu kamar Bima.


Laki - laki itu menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya secara pelan - pelan.


"Betapa beruntungnya mas Bima yang menjadikan Sri sebagai istrinya, ke apa aku dulu mau menerima perjodohan ini! hah..!" gerutu dalam hati Rafa seraya mengacak - acak rambutnya dengan asal


Sementara itu Sri di dalam kamar yang sedang menyanyi untuk menidurkan Sakti, perlahan mengurangi nada suaranya dan akhirnya berhenti menyanyi.


Hal itu dia lakukan karena melihat sakti telah memejamkan kedua matanya dan tertidur dengan pulasnya.


Perlahan Sri turun dari tempat tidurnya dan kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.


Sri mulai berwudlu, dan tak berapa lama dia telah selesai berwudlu. Kemudian Sri keluar dari kamar mandi dan mengambil mukenanya.


Istri dari Bima itu kemudian menunaikan ibadah sholat Dhuhur di samping tempat tidur dimana sakti tidur diatasnya.


"Tokk...tokk...tokk...!"


Terdengar suara pintu kamar di ketuk seseorang, namun Sri masih khusyuk menjalankan sholat Dhuhurnya.


Dan tak terdengar kembali suara ketukan pintu yang tadi jelas terdengar.


Sementara itu Sri yang telah selesai dalam mengerjakan sholat Dhuhurnya, segera melipat Sajadah serta mukenanya.


Baru saja Sri selesai melipat mukena dan hendak meletakkan Mukenanya itu ketempatnya, tiba - tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang sudah duduk di sofa dalam kamarnya itu.


"Ka..kau! bagaimana bisa masuk ke kamar ini?" tanya Sri dengan terkejut.


...~Β₯~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2