
Tak berapa lama Rafa menemukan kotak besi yang mengantarkan manusia baik naik maupun turun ke ruangan yang dikehendakinya.
"Ting" pintu lift itu pun terbuka dan Rafa keluar dan melangkahkan kaki dengan sempoyongan menuju ke apartemennya di mana Sri tinggal disana.
Tibalah Rafa di depan pintu apartemennya dan dia mencoba membuka dengan sandi yang biasa dia pakai, namun tak juga terbuka.
"Dorr..dorr....doorr..!" Rafa menggedor pintu tersebut berulang kali hingga membuat keributan di sekelilingnya.
"Dorr..dorr....doorr..!" sekali lagi Rafa menggedor pintu tersebut dan banyak orang yang sengaja melihat kelakuan Rafa yang mabuk berat itu.
Sementara itu Sri yang ada di dalam juga merasa sangat terganggu. Akhirnya dia melangkahkan kaki dan kemudian mengintip dari lubang pintu yang memang dibuat untuk melihat siapa tamu yang datang itu.
"Mas Rafa, mau apa dia datang lagi?" tanya dalam hati Sri yang ada rasa takut karena kejadian semalam tapi juga rasa kesal karena gedoran pintu dari Rafa yang mengganggu telinganya itu.
Dengan terpaksa Sri membuka pintu dan mempersilahkan Rafa untuk masuk.
"Mas Rafa!" seru Sri yang terkejut saat Rafa langsung saja masuk dengan langkah sempoyongan dan ambruk tepat diatas sofa.
Sri kemudian menutup dan mengunci pintu apartemen itu, kemudian menghampiri Rafa yang terlihat sangat kacau itu.
"Kenapa aku dipaksa menikah! kenapa aku dipaksa menikah!"
Racauan yang terdengar dari bibir Rafa yang seketika itu juga membuat Sri penasaran.
"Mas Rafa dipaksa menikah?" tanya Sri dalam hati.
Sri belum tahu kalau Rafa sudah menikah dengan Talina sampai Detik ini juga.
"Tokk...tokk...tokk...!" tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemen.
Sri terkejut karena, dan dia melangkahkan kaki kembali menuju ke pintu, dan kemudian melihat siapa yang ada di luar pintu.
"Mas Bima, Talina? mau apa mereka?" tanya dalam hati Sri yang penasaran saat melihat Bima dan Talina dengan membawa dua orang bodyguardnya.
Sri segera membuka pintu dan Talina langsung menerobos masuk tanpa melihat Sri.
Talina kemudian melihat Rafa yang terbaring karena teler.
Perempuan itu kemudian melihat ke arah Sri dengan wajah memerah karena emosi.
__ADS_1
"Kau coba rayu suamiku ya!' seru Talina yang mendorong Sri dengan kasar.
"Apa suami? apa maksud kamu?" tanya Sri yang penasaran.
"Rafa sudah jadi suamiku! dan kamu mau merusak malam pertamaku rupanya!" seru Talina yang menarik rambut Sri.
"Aagh....lepaskan!" jerit Sri, namun tak dihiraukan oleh Talian yang sudah dalam keadaan marah karena cemburu berusaha memukul menarik rambut Sri sekenanya.
Bima melerai dengan membelakangi Sri.
"Kamu jangan asal tuduh Talina!" kita kan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya!" seru Bima yang membuat Talina menghentikan aksinya.
"Baiklah, penjual jamu! ngapain kamu di Apartemen Rafa dan berdua lagi dengan Rafa?" seru Talina yang penasaran dan menatap tajam Sri.
Sri yang masih terkejut dengan apa yang dia dengar dari mulut Talina, kalau Rafa telah menikah tiba-tiba meneteskan air matanya.
Bima tak tega melihat hal itu, menyuruh Talina dan dua bodyguardnya untuk pulang dengan membawa Rafa.
"Kalian cepat bawa Rafa pulang, dan kamu Talina! bersiaplah dengan sifat bandel Rafa! Jaga suamimu baik-baik agar dia tak lepas darimu!" seru Bima yang dengan sifat sebagai seorang kakak.
"Tapi dia kan!" seru Talina yang kemudian Bima memberi kode untuk berhenti.
"Sri ini sebagai model untuk produk jamu perusahaan keluargaku, selama beberapa hari ini Rafa tinggal di rumah karena Apartemennya dipakai oleh Sri. Dan saat ini Rafa pasti sedang mabuk, jadi dia tidak sadar. kalau pulang ke Apartemennya bukan ke rumah!" jelas Bima yang tahu pasti kalau Rafa sedang mabuk.
Sementara itu Bima melihat Sri yang masih terduduk di lantai dengan melipat lututnya.
Bima duduk bersila mensejajarkan dirinya dengan Sri, dan dia mencoba menghibur Sri.
Sri terus menangis, dan menyesali semua apa yang telah terjadi padanya.
"Aku yang berusia tujuh belas tahun ini, mudah saja dibodohi laki-laki yang lebih tua dariku!" racau Sri dalam hati.
"Huaaaaaaa....!" tangis Sri makin menjadi-jadi saat dia ingat apa yang telah dilakukan Rafa padanya malam kemarin.
Bima hanya diam dan membiarkan Sri menumpahkan semua kesedihannya.
"Sri, apa kamu sudah menjadi kekasih Rafa? kenapa kamu begitu sedih sekali?" tanya dalam hati Bima yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke dapur
Bima mengambil satu botol yang berisi air putih dan satu buah gelas, lalu dibawanya kembali menghampiri Sri yang masih sesenggukan.
__ADS_1
"Minumlah Sri, biar lebih tenang" ucap Bima sembari menyodorkan gelas yang dibawanya pada Sri.
Sri menerimanya dan kemudian Bima menuangkannya air putih dingin itu di gelas Sri.
"Terima kasih mas Bima" ucap Sri yang kemudian meneguk air minum di tangannya itu
"Sri, apa kamu mencintai Rafa? dan apa kalian sudah menjalin hubungan?" tanya Bima perlahan-lahan.
"I..iya, kami sudah pacaran dan itu baru kemarin kami saling ungkap perasaaan kami, Aku seperti dibohongi oleh mas Rafa!" ucap Sri sembari menyeka air matanya.
"Sri, ma'afkan adik saya ya? kamu yang tabah." ucap lirih yang Bima yang menatap ke arah Sri dengan tulus.
"Mas Bima aneh, yang salah mas Rafa kok yang minta ma'af mas Bima. Kalau aku minta mas Rafa menikahiku, apa mungkin mas Bima mau menjadikan aku istri?" tanya Sri yang sebetulnya dia hanya bercanda.
Mendengar ucapan Sri, Bima seperti mendapatkan lampu hijau. Apakah mas Bima serius mau menjadikanku istri?" tanya dalam hati Sri yang sebenarnya sangat penasaran.
"Kalau aku mau menikahiku, apa kamu mau menjadi Istriku?" tanya Bima yang serius.
"A..apa!" seru Sri yang awalnya hanya bercandaan kini menjadi kenyataan.
"Apakah kamu mau menjadi istriku Sri?":tanya bimas seraya menatap kearah Sri.
Sedangkan sri tak habis pikir dan dia terus memandangi Bima untuk mencari pembenarannya.
"Apa kamu bersedia menjadi istriku Sri?" tanya Bima sekali lagi.
"Kenapa mas Bima mau menikahiku? apa karena merasa kasian padaku karena di tinggalkan oleh mas Rafa?" tanya Sri yang penasaran.
"Kau perlu tahu Sri, kalau aku menyukaimu sejak pertama kali kita jumpa di sekolahnya Sakti dulu" jawab Bima yang sangat ingat dengan kisah dimana dia masih berjualan jamu gendong Sumilah.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk Novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
"