
"Capek juga ya mas!" ucap Sri saat sudah puas berkeliling di taman itu.
"Iya, ayo kita cari penginapan. Hari sudah beranjak petang" balas Bima.
Kemudian mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke tempat parkir mobil, dan mereka masuk ke dalam mobil.
Bima melajukan kendaraannya menyusuri jalan raya dan masuk ke halaman sebuah hotel di sekitar tempat wisata yang akan dituju esok hari.
Setelah berhenti, mereka masuk ke hotel dan mulai check in. Bima mencari informasi tentang tempat wisata yang akan di datang esok hari pada karyawan hotel.
Karyawan itu memberitahukan kalau hotel juga menyewakan sepeda motor untuk menuju ke lokasi wisata yang dituju esok hari, yaitu ke Candi Cetho. Karena lokasinya yang sangat menanjak , dan tidak dianjurkan pakai mobil bagi yang belum biasa perjalanan menanjak.
Setelah puas dengan informasi yang diberikan oleh karyawan itu, Bima dan Sri melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang telah mereka pesan.
Keduanya masuk dan mulai membersihkan diri, dan lanjut sholat Maghrib berjamaah.
Selesai sholat Maghrib, keduanya keluar dari kamar untuk mencari makan malam di restoran dalam hotel tersebut.
Setelah membaca menu, mereka memesan makanan yang mereka inginkan. Yaitu ayam dan bebek goreng serta minuman wedang uwuh untuk menghangatkan badan, karena suhu di Karanganyar terutama Tawangmangu sangatlah dingin.
"Sri tahu saja mas kedinginan, dipesankan minuman ini" ucap Bima seraya tersenyum saat sudah mengincipi minuman tersebut.
"Bukan saja mas yang kedinginan, Sri juga mas. BRT..dingin sekali!" Ucap Sri yang juga meminum wedang uwuhnya.
"Ayo kita makan!" seru Bima yang sudah merasakan perutnya yang minta diisi.
"Iya mas!" Jawab Sri dan keduanya makan dengan lahapnya, namun sebelumnya menyempatkan untuk berdo'a.
Selesai makan dan membayarnya, keduanya melangkahkan kaki menuju ke kamarnya kembali.
Kemudian keduanya berwudlu dan menjalankan sholat isya berjama'ah .
Selesai sholat, keduanya membaringkan diri ke atas tempat tidur.
"Yang, mas mau minta di selimuti!" pinta Bima yang menggoda istrinya.
"Selimutnya satu, untuk berdua ya mas!" seru Sri sembari tersenyum.
"Yah, dia nggak paham. Mauku kan bukan selimut yang ini!" gumam dalam hati Bima seraya menarik selimutnya.
Sri merasakan dingin yang luar biasa, dia melihat ke arah suaminya dan dia mendekat ke tubuh suaminya.
"Kenapa Sri?" tanya Bima yang penasaran dengan sikap Sri.
"He... he... dingin mas" jawab Sri sembari mengulas senyumnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Bima merangkul istrinya, dan Sri merasakan kehangatan dari tubuh suaminya.
Sri menatap wajah suaminya yang sedang memejamkan kedua matanya. Kemudian Sri mengusap lembut pipi suaminya.
Perlahan Bima membuka kedua matanya dan menatap wajah polos Sri yang tanpa make Up namun tetap manis itu.
"Apakan kamu sudah siap bermain dengan suamimu ini?" tanya Bima yang sangat berharap sekali.
"Mas, tapi Sri masih trauma" Ucap Sri dengan sendu.Dan saat ini mereka saling berhadapan.
"Mas akan pelan melakukannya, mau ya?" rayu Bima yang kemudian mencium kening dan kedua pipi istrinya itu.
Antara kewajiban dan rasa trauma yang dialaminya, membuat Sri dilema. Dia mengangguk pelan dan membuat Bima mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih sayang" Ucap Bima yang kemudian mengecup kening dan berlanjut bibir istrinya.
Bima bermain di bibir bawah dan bibir atas istrinya. Sri mengikuti permainan dari suaminya dan dia merasakan perbedaan yang dilakukan oleh Rafa padanya.
Perlahan Ciuman itu turun ke leher dan Bima melihat Sri yang menggeliat kegelian, hal itu membuat Bima semakin bersemangat untuk bermain diatas ranjang bersama istrinya.
Satu persatu Bima membuka pakaian Sri dengan tetap mencumbui istrinya, dan akhirnya mereka dalam keadaan polos.
"Kalau sakit bilang ya sayang" bisik mesra Bima saat akan memulai permainannya.
"Iya" jawab Sri seraya menganggukkan kepalanya seraya menatap wajah suaminya dengan wajah yang tegang.
Dan akhirnya permainan itu terjadi hingga keringat membasahi tubuh mereka.
Bima menikmati dan mencapai kepuasan yang telah lama dia rindukan, demikian pula dengan sri yang merasakan sensasi lain dari yang pernah Rafa lakukan padanya.
"Terima kasih sayang, kamu telah membuat mas bahagia" bisik mesra Bima seraya mengecup kening Sri.
"Sri juga terima kasih, mas telah menyembuhkan trauma Sri. Sri merasakan lain dari apa yang telah Sri alami" Ucap jujur Sri yang memeluk suaminya dengan erat.
"Sekarang kita tidur ya, agar besok segar kembali" Saran Bima. Sri mengangguk dan keduanya tenggelam dalam tidur masing - masing.
Jam dinding menunjukkan pukul empat pagi hari, waktunya untuk sholat subuh.
Sri membuka kedua matanya dan hendak bangun dari tidurnya namun tangan Bima masih merangkul perutnya.
"Mas Bima, Sri mau mandi dulu" Bisik Sri sembari mengecup kening suaminya.Dan Bima melepaskan kaitan tangannya.
Sri kemudian memakai pakaiannya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Setelah sampai di depan kamar mandi, Sri membuka dan kemudian hendak menutup pintu kamar mandi, tiba - tiba Bima menyelonong masuk ke kamar mandi.
"Eh, mas Bima! mau ngapain? tadi Sri kan sudah pamit mau mandi!" seru Sri yang penasaran.
__ADS_1
"Aku juga mau mandi, masak nggak boleh?" tanya Bima yang penasaran.
"Boleh tapi kan..!" belum sempat melanjutkan bicaranya, Bima sudah menyimpan mulut Sri dengan mulutnya.
Dan permainan itu terulang kembali di kamar mandi.
Sri kembali menikmati sensasi yang lain dan Bima juga demikian, mereka pun sama - sama merasakan kepuasan.
Selesai dengan permainan mereka, keduanya saling memandikan, senyum dan tawa mengembang saat saling memandikan satu sama yang lainnya.
Setelah selesai mandi, Sri memakai pakaian gantinya. Sementara Bima masih di dalam kamar mandi, menunggu Sri mengambilkan pakaian gantinya.
Kemudian mereka bergantian berwudlu dan sholat Subuh berjama'ah.
Selesai sholat subuh, mereka bercengkrama di atas tempat tidur, sampai matahari keluar dari peraduannya.
Jam dinding menunjukkan pukul tujuh, keduanya keluar dari kamar untuk mencari sarapan di restoran hotel tersebut.
Sesampainya di restoran, Bima dan Sri membaca daftar menu. Dan mereka sepakat .emwsan pesanan yang sama sesuai dengan cuaca yang dingin di sekitar hotel.
"Kami pesan nasi putih, Sup iga dan juga susu jahe. Masing - masing dua ya!" pesan Bima pada pelayang restoran.
"Iya, baik tuan. Permisi" Balas pelayan restoran itu yang kemudian melangkahkan kaki meninggalkan mereka berdua.
"Brr..dingin sekali ya mas!" seru Sri padahal dirinya sudah memakai sweater dan Bima juga memakai jaketnya. Namun hawa dingin seperti telah merasuk ke tulang - tulang mereka.
"Iya, pas dengan suasana kita!" balas Bima sembari mengulas senyumnya.
"Eh, apa maksud mas Bima?" tanya Sri yang belum paham juga.
"Kita kan liburan dalam rangka honeymoon, masak lupa sih?" jawab Bima dengan mengulas senyumnya.
"Oiya, he..he..!" Ucap Sri uang juga mengulas senyumnya.
Dan tak berapa lama pesanan mereka datang juga. Nasi putih, sup Iga dan juga Susu jahe panas sudah dihidangkan oleh pelayan restoran tepat dihadapan mereka.
...~¥~...
...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
,