
Saat melangkah tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu yang berwarna hitam.
"A..apa ini?" Sri sangat terkejut.
Sri melihat sebuah dompet hitam dan kemudian dia membuka dompet itu.
Gadis itu melihat nama dan alamat rumah pemilik dompet.
"Namanya Rafael, alamatnya perumahan indah selalu blok G nomor 134. Hmm..berarti di sekitar sini rumahnya!" kata dalam mati Sri.
Kemudian Sri melihat ke arah Minah, dan dia melihat minah masih melayani pembeli.
"Mbak Minah masih melayani pembeli jamu, sebaiknya aku antar sendiri saja. Orang masih satu komplek saja!" ucap dalam hati Sri.
Sri kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah alamat tersebut.
Dan di telusurinya tiap blok dan nomor di tiap rumah di perumahan itu.
"Blok G...nomor 134, Oh itu dia!" gumam Sri yang kemudian mempercepat langkahnya.
Dan tibalah dirinya di depan pintu gerbang rumah yang di tujunya.
"Ada bellnya tidak ya?" gumam Sri dalam hati seraya melihat ke sekitar tembok pagar rumah itu.
"Mbak, cari siapa?" tanya seorang laki-laki di belakang Sri.
"eh mau cari mas Rafael, apa benar rumahnya di blok G nomor 134?" tanya Sri pada laki-laki itu.
"Benar, di sinilah rumahnya. Memangnya ada apa?" tanya laki-laki itu penasaran.
"Ingin ketemu saja! he..he..!" ucap Sri yang tidak berterus terang, karena belum yakin dengan laki-laki di depannya .
"Biasanya tuan muda tidak mau bertemu dengan seseorang sebelum ada janji pertemuan dulu!" ucap Laki-laki itu yang merupakan tukang kebun di rumah Rafael.
"Sebentar saja, bilang saja saya tukang jamu yang dia selamatkan dari dua preman saat di taman." ucap Sri yang mencoba meyakinkan tukang kebun itu.
"Baiklah, tapi sebentar saja ya!' ucap tukang kebun itu.
"Iya, iya sebentar saja!" ucap Sri yang tulus.
Sri kemudian mengikuti tukang kebun itu yang melangkahkan kaki menuju ke teras samping, dimana Rafael suka berada di situ dalam kesendiriannya.
"Maaf tuan Rafael, ada yang ingin bertemu dengan anda tuan!" ucap tukang kebun itu pada Rafael yang nampak tegang dan kusut.
"Ah...Siapa? bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan
menenerima tamu, sebelum ada janji" serlakii-laki itu yang tak lain adalah Rafael.
"Tapi dia memaksa terus tuan" kata tukang kebun rumah Rafael
"Baik, bawa dia ke sini." ucap Rafael pada tukang kebun Rafael,
__ADS_1
Tukang kebun itu pergi untuk memanggil Sri.
"Nona, ada di perbolehkan untuk menemui tuan muda Rafael!" ucap tukang kebun itu.
"Oh iya" ucap Sri dan kemudian dia melangkah kakinya ke arah di mana dia melihat si tukang kebun tadi membelokkan tubuhnya.
Dari kejauhan Sri melihat laki-laki yang tadi menolongnya sedang duduk dengan kusutnya di atas kursi.
"Ma'af jika saya mengganggu Anda tuan!":kata Sri saat sudah berada di hadapan Rafael.
"Ada urusan apa kamu menemuiku?" tanya Rafael dengan wajah datarnya.
"Saya mengucapkan terima kasih karena tuan telah menolong saya dari para preman tadi." kata Sri yang telah di persilahkan duduk oleh Rafael.
"Oh itu sudah sewajarnya nona.!" karya Rafael .
"Saya hanya mau tanya, apakah anda kehilangan sesuatu?" tanya Sri yang membuat Rafael sedikit mengernyitkan kedua alisnya.
"Dompet, aku baru saja kehilangan dompet saya, ucap Rafael yang apa adanya.
"Apakah ini dompet anda tuan?" tanya Sri seraya memberikan dompetbyang baru di ketemukannya tadi di taman.
"Iya, di mana kamu menemukan dompet ini?" tanya Rafael yang penasaran.
"Ada di tempat tadi anda menolong saya!" jawab Sri.
"Oh begitu ya," ucap Rafael sembari membuka dan melihat isi dari dompetnya.
"Ma'af tuan saya harus pulang , permisi!" ucap Sri yang melangkahkan kakinya menuju keluar rumah besar itu.
"Tunggu!" seru Rafael , Sri menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya yang kini dalam posisi berhadapan dengan berhadapan Rafael.
"Ada apa tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sri yang penasaran.
"Bolehkah aku tahu nama kamu?" tanya Rafael yang penasaran.
"Sri Sutini, panggil saja Sri." jawab Sri.
" maaf saya harus pergi! Assalamu'alaikum..." ucap salam Sri dan dia meninggalkan Rafael yang termenung tanpa menyadari kepergian Sri.
"Jarang sekali di kota ada gadis cantik dan jujur seperti dia.!' kata dalam hati Rafael.
'Sial, kenapa aku tak minta alamatnya", kata Rafael dalam hati.
Sementara itu Sri berjalan kembali menuju ke taman dimana Minah berada.
"Mbak Minah..!" panggil Sri saat melihat Minah yang seperti kebingungan mencari sesuatu
"Sri ..! dari ,mana saja kamu ?" tanya Minah dengan senangnya saat menghampiri Sri.
"Aku dari jalan-jalan mbak!" jawab Sri.
__ADS_1
"Lain kali kalau mau jalan-jalan itu bilang dulu,"ucap Minah seraya melangkahkan kakinya.
"Iya, ma'af" ucap Sri yang tidak mau memperpanjang masalah.
Mereka berdua kemudian melangkahkan kaki menuju pintu keluar perumahan Indah selalu.
Di tepi jalan depaan perumahan indah Selalu, nampak mobil pick up yang mereka tumpangi masih terparkir di sana.
"Hmm, penunggunya masih molor." ucap Minah saat melihat ke arah kemudi mobil itu.
"Ya di bangunkan mbak!" ucap Sri seraya meletakkan bakul dan ember serta tremosnya di bak mobil pick up itu.
Demikian pula dengan Minah, dia juga meletakkan bakulnya di atas bak sejajar dengan Bakul kepunyaan Sri.
"Mas Karyo bangun!" ucap Minah yang kemudian masuk ke dalam mobil dan menggoyang-goyangkan tubuh Karyo.
"Belum bangun juga mbak?" tanya Sri yang juga masuk ke dalam mobil itu.
"Hoaaamm...! bidadari-bidadariku sudah datang rupanya!" ucap Karyo setelah membuka kedua kelopak matanya.
"Ayo , cepat pulang. Sudah sore nih!" ucap Minah.
"Ok!" balas Karyo setelah mengumpulkan nyawanya.
Mobil pick up itu perlahan melaju menyusuri jalan raya.
"Dik Sri, pengalaman pertama jualan kira-kira ada kendala tidak?" tanya Karyo sambil mengemudi.
"Hm, ada sih." jawab Sri seraya menatap kedua orang di sampingnya itu.
"Ada? kendalanya apa?" tanya Minah yang penasaran.
"Tadi ada yang menolong Sri, dompet laki-laki itu terjatuh dan Sri mengembalikan dompet itu ke tuannya. Yang ternyata rumahnya masih di perumahan itu!" jelas Sri.
"Oh begitu, tapi kamu nggak apa-apakan?" tanya Karyo penasaran.
"Alhamdulillah nggak apa-apa. Ini buktinya duduk bertiga dengan kalian! he..he.!" jawab Sri seraya tersenyum.
"Oiya..!" Karyo dan Minah ikut tersenyum.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
,