Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Malam terakhir sebelum Pergi


__ADS_3

Perlahan -lahan Sakti memejamkan kedua matanya dan dia terlelap dalam tidurnya.


Setelah Sakti benar -benar terlelap dalam tidurnya, Bima mengajak Sri untuk pindah ke kamar mereka.


"Sayang kita pindah yuk!" ajak Bima dan mengangguk lalu mengulas senyumnya, karena tak mau membuat suara disamping Sakti yang sudah tertidur.


Sri dan Bima keluar dari kamar Sakti dengan mengendap - endap keluar dari kamar sakti, dan mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar mereka.


"Mas, apa Sakti tidak mencari kita kalau bangun nanti?" tanya Sri sembari mensejajarkan langkahnya dengan langkah suaminya.


"Biasanya dia tidak akan bangun, kalau belum dengar Adzan Subuh" jawab Bima yang menghentikan langkahnya saat sampai di depan pintu kamarnya.


Bima kemudian membukakan pintu kamar, dan Sri masuk begitu juga dengan Bima.


Setelah menutup pintu dan mengunci kamar, Sri melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk berwudlu.


Setelah selesai, Sri keluar dan Bima masuk ke kamar mandi yang juga untuk berwudlu.


Sri menyiapkan perlengkapan sholat mereka berdua. Dan tak berapa lama Bima keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menghampiri istrinya.


Mereka memakai perlengkapan sholat masing - masing dan lanjut sholat berjama'ah.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dan Sri melipat mukena dan juga Sajadahnya, demikian pula dengan Bima yang juga melipat perlengkapan sholatnya.


Setelah menyelesaikan sholat, kemudian mereka menuju ke tempat tidur.


"Sayang" panggil lembut Bima pada istrinya yang saat ini dalam pelukannya.


"I..iya mas" ucap Sri yang mempererat pelukannya.


"Malam ini adalah malam terakhir kita sebelum mas ke luar negeri" kata Bima sembari mengusap lembut kelapa istrinya.


"Iya mas, tentunya Sri akan sangat rindu dengan saat -saat kita berdua seperti ini." ucap Sri yang mendongakkan kepalanya.


"Mas juga, dan mas mau kalau malam ini kita puaskan kewajiban kita. Kamu mau kan?" pinta Bima sembari mengangkat dagu istrinya.


Sri menganggukkan kepalanya dan kemudian Bima merangkul istrinya, dan Sri merasakan kehangatan dari tubuh suaminya.


Sri menatap wajah suaminya yang sedang memejamkan kedua matanya. Kemudian Sri mengusap lembut pipi suaminya.


Perlahan Bima membuka kedua matanya dan menatap wajah polos Sri yang tanpa make Up namun tetap manis itu.

__ADS_1


"Mas akan pelan melakukannya, dan kamu balas serangan mas Bima ya?" rayu Bima yang kemudian mencium kening dan kedua pipi istrinya itu.


Sri yang sudah tidak trauma lagi itu, mengangguk pelan dan membuat Bima mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih sayang" Ucap Bima yang kemudian mengecup kening dan berlanjut bibir istrinya.


Bima bermain di bibir bawah dan bibir atas istrinya. Sri mengikuti permainan dari suaminya dan dia merasakan perbedaan yang dilakukan oleh Rafa padanya.


Perlahan ciuman itu turun ke leher dan Bima melihat Sri yang menggeliat kegelian, hal itu membuat Bima semakin bersemangat untuk bermain diatas ranjang bersama istrinya.


Satu persatu Bima membuka pakaian Sri dengan tetap mencumbui istrinya, dan akhirnya mereka dalam keadaan polos.


"Kalau sakit bilang ya sayang" bisik mesra Bima saat akan memulai permainannya.


"Iya" jawab Sri seraya menganggukkan kepalanya seraya menatap wajah suaminya dengan wajah yang tegang.


Demikian dengan Bima yang sebetulnya telah lama tak melakukan hal itu, sejak ditinggalkan oleh istrinya.


Dan akhirnya permainan itu terjadi hingga keringat membasahi tubuh mereka.


Bima menikmati dan mencapai kepuasan yang telah lama dia rindukan, demikian pula dengan sri yang merasakan sensasi kenikmatan bersama suaminya..


"Terima kasih sayang, kamu telah membuat mas bahagia" bisik mesra Bima seraya mengecup kening Sri.


"Sekarang kita tidur ya, agar besok segar kembali" Saran Bima. Sri mengangguk dan keduanya tenggelam dalam tidur masing - masing.


Jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi hari, tiba - tiba Sri ingin ke kamar mandi.


Sri membuka kedua matanya dan hendak bangun dari tidurnya namun tangan Bima masih merangkul perutnya.


"Mas Bima, Sri mau ke kamar mandi dulu" Bisik Sri sembari mengecup kening suaminya.Dan Bima melepaskan kaitan tangannya.


Sri kemudian memakai pakaiannya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Setelah sampai di depan kamar mandi, Sri membuka dan kemudian hendak menutup pintu kamar mandi, Sri menuntaskan hasrat mau pipisnya.


Setelah selesai dan menyiramnya, Sri hendak kembali ke tempat tidurnya, tiba - tiba Bima menyelonong masuk ke kamar mandi.


"Eh, mas Bima! mau ngapain? tadi Sri kan sudah pamit mau mandi!" seru Sri yang penasaran.


"Aku juga mau nambah lagi, masak nggak boleh?" tanya Bima yang mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Boleh tapi kan..!" belum sempat melanjutkan bicaranya, Bima sudah menyumpal mulut Sri dengan mulutnya.


Dan permainan mulut mereka terulang kembali di kamar mandi dan berlanjut ke permainan yang selanjutnya, Seolah mereka mengulang kembali saat - saat mereka melakukannya untuk pertama kalinya pada saat perjalanan wisata kemarin.


Sri kembali menikmati sensasi yang luar biasa dan Bima juga demikian, mereka pun sama - sama merasakan kenikmatan dan kepuasan masing -masing. Karena hasrat mereka telah tertumpah kan.


Selesai dengan permainan mereka, keduanya saling memandikan, senyum dan tawa mengembang saat saling memandikan satu sama yang lainnya


Keduanya masih menyempatkan diri untuk saling cumbu dan menikmati kebersamaan mereka..


Setelah selesai mandi, Sri memakai handuk untuk keluar dari kamar mandi. Sementara Bima masih di dalam kamar mandi, menunggu Sri mengambilkan pakaian gantinya.


Selesai dengan mengganti pakaian mereka, keduanya kemudian bergantian untuk berwudlu.


Lalu keduanya keluar dari kamar mandi dan segera menunaikan sholat Subuh berdua karena jam dinding sudah menunjukkan pukul empat dini hari.


"Kita ke kamar Sakti ya mas, Mas nantinya akan rindu dengan Sakti juga" ucap Sri seraya melipat mukenanya dan kemudian meletakkannya mukena ketempatnya.


"Benar juga, mas Bima pasti akan merindukan putra pertamanya itu" gumam dalam hati Sri.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar tidur mereka dan melangkahkan kaki menuju ke kamar Sakti.


Sesampainya di kamar sakti, ternyata bocah kecil itu masih tidur di atas tempat tidur.


Sri dan Bima saling pandang dan saling mengulas senyum mereka, kemudian mereka melangkahkan kaki menghampiri Sakti dan Neil ke atas tempat tidur.


Bima membenarkan posisi Sakti yang semula tengkurap. Dan kini posisi Sakti diapit oleh Bima dan juga Sri.


Sri dan Bima tidur dengan saling berhadapan sambil memeluk sakti dan keduanya kembali memejamkan kedua mata mereka. Dan mereka ikut tenggelam dalam mimpi.


Setengah jam kemudian, Sakti bangun dan membuka kedua matanya. Dan dia melihat ke arah kanan dan kirinya, kedua orang tua Sakti sedang tidur dan memeluknya.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2