
Yang dipanggil dengan Jo itu pun menuruti perintah si sopir dan dia turun dari mobil pick up itu dan kembali naik lagi ke belakang bersama ember-ember yang berisi banyak tahu.
Mobil itu kemudian berangkat dengan kecepatan sedang menyusuri jalan perkampungan dan beberapa Menik kemudian menuju ke jalan raya.
"Kok bawa tas ransel, apa mau merantau ya?" tanya sopir itu.
"I..iya pak! bosan di rumah, mau cari pengalaman di kota besar" jawab Sri yang sedikit gugup.
"Baguslah, sekarang itu jaman emansipasi wanita. Jadi wanita jangan monoton di rumah saja. Wanita itu besok kalau punya anak, adalah guru Pertama bagi anak-anaknya." kata sopir itu dengan pandangan tetap lurus ke depan.
"Iya" balas singkat Sri yang mengulas senyum tipisnya.
Setengah jam kemudian, mereka telah sampai ke pasar kota.
"Kalau naik bis ke terminal Solo, tunggu saja di depan kios bakso Nrimo. Biasanya ada bis mini jurusan ke terminal Tirtonadi (Solo)" jelas si Sopir itu.
"Terima kasih ya pak!" kata Sri seraya mengulurkan tangannya dan memberi
ongkos pada sopir itu.
"Ini pak buat beli bensin" ucap Sri seraya memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan pada sopir mobil pick up itu.
"Sudah, tidak usah di bayar. Mending buat tambah uang saku di jalan nanti!" ucap sopir itu.
"Sekali lagi terima kasih ya pak!" ucap Sri yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang di tunjukkan sopir tadi.
"Sri..!" tiba-tiba ada yang memanggil gadis itu.
🗓️Flashback Off
"Sri, Sri....!" panggil Bima yang kemudian menepikan mobilnya karena Sri tak juga bangun dari tidurnya.
Setelah mobil berhenti, Bima melihat ke arah sri yang masih tertidur pulas.
"Hm...Sri, walaupun kamu tanpa polesan" gumam dalam hati Bima yang terus menatap ke arah Sri dengan rasa mengagumi dan kemudian menggoyang-goyangkan bahu Sri perlahan-lahan.
"Eh mas Bima ma'af aku ketiduran, a..ada apa mas?" tanya Sri yang bangun dan kemudian memposisikan tubuhnya dengan benar.
"Ini sudah sampai di kota Solo, terus arahnya ke mana lagi?" tanya Bima yang menatap Sri sembari mengulas senyum.
"Oh iya, kita makan dulu ya mas?" pinta Sri.
"Oiya, kebetulan aku juga kepingin ngopi." ucap Bima yang kemudian melajukan kendaraannya.
"Jam sebelas malam, kita makan di mana ya mas?" tanya Sri sembari menebarkan pandangan di sekitar luar mobil.
"Kamu kan yang kenal daerah sini, mana mungkin mas Bima tahu Sri!" seru Bima sembari mengulas senyumnya.
"Iya aku oran sini, tapi kan Sri nggak pernah keluar jam segini mas? apa lagi ini di kota!" jawab sri yang apa adanya.
__ADS_1
"Oiya, ma'af ya Sri!" ucap Bima yang menyadari kesalahannya.
Sri melihat ada Angkringan yang buka di pinggir jalan.
"Mas, kita ke angkringan itu yuk!" seru Sri sembari menunjuk ke arah angkringan yang di maksud.
"Oh yang itu ya?" tanya Bima sembari menunjuk ke arah angkringan yang di maksudkan oleh Sri
"Iya bener, kita parkir di sini saja ya mas!" seru Sri dan Bima kemudian menepikan mobilnya dan memberhentikannya.
Sri dan Bima keluar dari mobil dan melangkahkan kaki mereka menuju ke lapak angkringan khas Solo yang ada di emperan toko itu.
"Mas Bima, mau makan apa?" tanya Sri saat sudah berada di depan gerobak angkringan.
"Apa saja, sama kayak kamu saja!" ucap Bima yang memang asing dengan jajanan angkringan.
Sri kemudian mengambil empat bungkus nasi, dua tusuk sate usus dan dua tusuk sate telur puyuh kecap, dan memesan gorengan yang masih hangat.
Setelah itu Sri mengajak Bima untuk duduk di tikar yang sudah di sediakan oleh pemilik angkringan.
Tiba-tiba ada yang menghampiri mereka berdua.
"Ma'af mas dan mbaknya mau minum apa?" tanya orang itu yang tak lain pelayan angkringan itu.
"Iya, kopi murni ya!" jawab Bima sembari duduk di atas tikar.
"Iya mas" ucap Sri seraya menganggukkan kepalanya.
"Curuk ada mas?" tanya Sri pada pelayan angkringan itu.
"Ada":jawab pelayan itu.
"Kopi murni sama curuk yang nggak pedas masing-masing satu gelas ya!" pesan Sri.
"Iya mbak, permisi!" ucap pelayan angkringan itu yang kemudian undur diri.k
Kemudian Sri menyusul Bima duduk di atas tikar tepat di depan Bima.
Sri melihat Bima sibuk dengan ponselnya.
"Mas Bima ayo makan":ajak Sri.
"Iya Sri, kamu duluan. Aku sedang cari informasi tentang seputar angkringan." ucap Bima yang mengulas senyum saat melihat ke arah Sri
"Oh, kalau begitu Sri duluan ya mas!" ucap sri yang membuka nasi bungkusnya.
__ADS_1
"Iya" jawab bima yang kemudian membaca artikel tentang angkringan.
...~~~~~...
Angkringan merupakan salah satu tempat makan dengan pilihan menu beragam. Makanya, enggak heran jika angkringan selalu dipadati pengunjung.
Angkringan pun tersebar di banyak wilayah, tak terkecuali di Solo. Di sana, angkringan tersedia dengan konsep tradisional maupun modern sehingga bisa disesuaikan dengan selera Anda.
Hampir seperti angkringan lainnya, makanan disini dijual mulai dari Rp 2.000 untuk aneka sate, dan Rp 4.000 untuk minuman dan nasi kucing. Kafe ini buka tiap hari mulai jam 1 siang hingga jam 1 malam.
Nasi kucing
Kata "nasi kucing" berarti "nasi untuk kucing", karena porsinya yang kecil. Kata tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang memelihara kucing dan memberikan makanan untuk peliharaannya dengan porsi kecil.
Nasi kucing memiliki porsi kecil yang ditambah dengan berbagai macam lauk. Jenis lauk yang disediakan biasanya ikan bandeng dan tempe.
o Bahan lain yang dapat ditambahkan yaitu telur, ayam, dan mentimun. Disajikan dengan daun pisang dan bisa langsung disantap.
Variasi dari nasi kucing adalah sego macan, ukurannya tiga kali lebih besar dibandingkan nasi kucing. Biasanya disajikan dengan nasi yang dibakar, ikan, dan sayuran. Seperti nasi kucing, sego macan juga dibungkus daun pisang.
Penjual di angkringan sedang menyiapkan nasi kucing
Nasi kucing biasanya dijual dengan harga murah (terkadang Rp 2000 untuk nasi kucing dan Rp 5000 untuk sego macan) di tempat yang kecil, maupun jajanan pinggir jalan yang disebut angkringan.Nasi ini sangat digemari oleh berbagai kalangan terutama kalangan muda seperti mahasiswa.
...~~~~...
Tak berapa lama, pelayan angkringan itu membawakan minuman pesanan mereka.
"Ini kopi sama curugnya mas, mbak" ucap si pelayang itu.
"Terima kasih" ucap Bima yang meletakkan ponselnya dan menerima satu gelas kopi murni pesanannya.
Bima melihat minuman pesanan Sri, dia merasa heran dan penasaran.
"Kamu tadi pesan minuman apa Sri?" tanya Bima yang penasaran.
"Oh, ini Curug. Bukan air terjun atau kata-kata kotor ya! he..he .! curuk ini adalah minuman jahe yang di sertai dengan serai, kencur dan jeruk nipis" jelas Sri.
"Terus apa manfaatnya?"tanya Bima yang penasaran.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
,