Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Sri Pingsan


__ADS_3

Dan mereka mencari warung bakso yang menyediakan menu keinginan mereka hari ini.


"Itu, itu warung baksonya!" seru Sri saat melihat banner warung bakso di pinggir jalan.


"Oh yang itu! coba mas mau menepi lebih dulu" Ucap Bima yang kemudian menepikan mobilnya di dekat warung bakso tersebut.


Setelah berhenti, Sri dan Bima turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke warung bakso tersebut.


"Pak bakso dua dan es tehnya dua!" pesan Bima saat menghampiri tukang bakso yang sedang melayani pembeli.


"Baik mas, silahkan cari tempat duduk!" balas penjual bakso itu.


Pada saat mencari tempat duduk, mereka tak mengetahui kalau ada yang memperhatikan mereka.


"Kita duduk di lesehan saja" ucap Sri pada Bima dan Bima menyetujuinya.


Lantas keduanya melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduk lesehan.


Dua orang terus menatap ke arah keduanya dan terutama pada Sri.


Lama - kelamaan Sri menyadari kalau da yang memperhatikan dirinya dan suaminya.


"Mas, ada yang memperhatikan kita sedari tadi!" ucap Sri secara berbisik.


"Benarkah! Mungkin tak sengaja saja melihat kita!" balas Bima yang tetap mencoba berpikiran positif.


"Iya, semoga saja" ucap Sri yang duduk di depan Bima yang tmelihat jelas dua orang yang terus memperhatikan dirinya yang berada di belakang Bima,


Tak berapa lama pesanan mereka telah dihidangkan oleh pelayan warung bakso itu.


"Terima kasih" ucap Bima dan Sri yang hampir bersamaan.


"Sama -sama" ucap pelayan itu yang kemudian meninggalkan Bima dan Sri setelah selesai menghidangkan pesanan Bima dan Sri.


Bima dan Sri makan bakso pesanan mereka dengan lahapnya dan tak pedulikan dua orang tadi yang sudah selesai makan bakso tapi tetap di tempatnya.


Beberapa menit kemudian Bima dan Sri selesai makan bakso, mereka segera meninggalkan warung bakso itu. Namun sebelumnya Bima membayar bakso yang telah mereka makan.


"Mas, tiba - tiba Sri pusing. Sri duluan ke mobil ya!" ucap Sri yang merasakan sakit kepala yang menderanya.


"Iya, hati - hati" ucap Bima dan Sri melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana mobil terparkir.


"Mbaknya sakit ya mas?" tanya penjual bakso pada saat menerima uang dari Bima.

__ADS_1


"Iya, nggak tahu tiba - tiba pusing. Padahal baru saja makan!" jawab Bima yang merasa khawatir.


"Beberapa meter dari tempat ini ada klinik mas, mas bisa datang ke sana untuk memeriksakan keadaan istrinya. Siapa tahu kalau istri mas hamil!" ucap istri pemilik warung makan bakso yang saat ini lumayan ramai.


"Hamil? oiya, terima kasih!" ucap Bima yang segera meninggalkan suami istri penjual bakso itu.


Sementara itu Sri yang melangkahkan kakinya ke arah mobil Bima yang sedang terparkir itu, tiba - tiba ada yang menghadangnya.


"Cherry..kamu Cherry kan?" tanya dua orang laki - laki itu yang menatap Sri dengan tatapan seolah ingin menerkam Sri.


"Cherry? siapa Cherry?" tanya Sri yang pura - pura tak tahu dan memandang kedua orang itu dengan penasaran.


"Jangan pura - pura tak tahu kamu! wajah kamu terpampang di studio Rafa! Sekarang bos Rafa sudah menikah, jadi kau harus jadi milik kami! ha...ha...!" seru salah satu dari kedua orang itu.


"Apa'an kalian!" seru Sri yang tiba -tiba tubuhnya lemas dan dia ambruk seketika itu juga.


"Brugh..!"


"Sayang..!" panggil Bima yang terus berlari ke arah Sri dan menghampiri tubuh istrinya.


"Kalian apakan istriku!" seru Bima dengan geram dan nampak kemarahan di wajah laki -laki pemilik hati Sri saat ini.


" Istri? ka..kami tak ngapa - ngapain dia!" balas salah satu dari mereka yang sebetulnya mereka juga terkejut, karena laki - laki dihadapan mereka mengaku sebagai suami yang mereka anggap Cherry itu.


"Kalian pasti bohong! kalau tidak berbuat sesuatu, kenapa istriku sampai pingsan!" seru Bima yang terlihat wajahnya semakin memerah.


"Heeeh.. kurang ajar! kalau Sri saat ini tidak pingsan, aku hajar mereka!" gerutu Bima yang kemudian membuka pintu depan mobilnya, setelah itu membopong Sri dan membawanya masuk ke mobil dan kemudian Bima menutup pintu mobilnya kembali.


Bima melangkahkan kakinya memutar dan membuka pintu mobil di bagian kemudi, dimana posisi semula dia dalam mobil tersebut.


Suami Sri itu kemudian menyalakan mobil dan menjalankannya kembali menyusuri jalan raya untuk mencari klinik yang diberitahukan oleh istri penjual bakso tadi.


Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, dan segera menepi pada saat Bima melihat ada papan nama klinik yang dimaksudkan oleh istri penjual bakso tadi.


Setelah berada didepan klinik tersebut, Bima memberhentikan mobilnya dan dia segera keluar dari mobilnya.


Bima berjalan memutar guna bisa membuka pintu mobil dimana Sri masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


Setelah membuka pintu dan Bima dengan cekatan membopong istrinya masuk ke klinik.


Keduanya disambut oleh peawat t


"Ma'af saya mau pengobatan untuk istri saya!" seru Bima yang kemudian meletakkan tubuh Sri diatas tempat tempat tidur yang ada rodanya itu.

__ADS_1


Kemudian Bima dan dan beberapa perawat mendorong tempat tidur beroda itu seraya terus mendorongnya sampai di depan sebuah ruangan instalasi gawat darurat.


Sri segera ditangani oleh dokter yang berjaga siang di klinik tersebut, sedangkan Bima menunggu di ruang tunggu dengan wajah sangat cemas.


Beberapa menit setelah pemeriksaan oleh dokter, Sri terbangun dan melihat suasana yang ada dihadapannya.


"Di..dimanakah sa..saya ini dokter?" tanya Sri yang melihat ada dokter dan perawat yang berada dihadapannya.


"Anda berada di klinik saya bu'' ucap dokter wanita itu yang kemudian memeriksa denyut nadi dan suhu tubuh Sri.


"Klinik?" tanya Sri yang heran.


"Iya, permisi ibu. Apa ibu sudah sadar sepenuhnya?" tanya dokter pada saat selesai memeriksa kondisi tubuh Sri.


"I..iya dokter. Apa ada yang dokter tanyakan?'' tanya Sri yang menyadari kalau ada suatu hal yang ingin dokter itu tanyakan pada Sri.


"Iya ada, Kapan terakhir ibu datang bulan?" tanya dokter itu pada Sri.


"Hmm...'" Sri mencoba mengingatnya. Dan dokter wanita itu dengan sabar menanti jawaban dari Sri.


"Dua bulan yang lalu dok!" jawab Sri telah mengingatnya.


Mendengar hal itu, dokter itu menarik nafasnya lega dan mengulas senyumnya.


"Selamat ya Bu, anda akan menjadi seorang ibu" ucap Dokter wanita itu yang mengulas senyumnya.


"Ma..maksud dokter, sa..saya ha..hamil begitu?" tanya Sri yang terkejut.


"Iya, yang didepan tadi suami anda bukan?" tanya Dokter itu yang kemudian memberi kode pada perawatnya untuk memanggil Bima.


"Apa mas Bima didepan dok?" Sri yang balik bertanya.


"Iya mungkin ibu bisa mengenal beliau, yang tadi bersama ibu" jawab dokter wanita itu di samping Sri.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2