Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Kenangan Sri


__ADS_3

Dan keduanya mempercepat langkah mereka menuju ke rumah.


Pemenen ya Ni. Aku tak lewat mburi, arep salin disek!" ucap Sri yang kemudian masuk ke rumah lewat pintu belakang.


(Jemurlah, aku mau lewat belakang, mau ganti baju dulu).


Sri menuju ke kamarnya dan memakai pakaian yang pantas untuk menerima tamu.


Gadis itu kemudian keluar dari kamarnya dan ternyata ibunya sudah menunggunya.


"Sri gowonen unjuk'an kuwi kanggo poro tamu" ucap ibunya Sri seraya menunjuk ke minuman diatas nampan.


(Sri bawa minuman itu buat semua tamu).


Sri melaksanakan perintah ibunya, dia membawa minuman untuk para tamu ayahnya.


Di letakkan ya minuman-minuman itu diatas meja di depan para tamu ayahnya.


Tanpa di sadari Sri, para tamu itu memperhatikan gerak-gerik Sri.


"Sri, lungguho neng kene sedelo" ucap ayahnya Sri.


(Sri duduk di sini sebentar)


"Inggih pak" jawab Sri yang kemudian duduk di samping ayahnya.


(Ya yah)


"Sri, kedatangan Pak Bayu ini ingin menjadikan kamu anak menantunya" kata Ayah/bapak-nya Sri.


Sri sangat terkejut, Pak Bayu adalah kepala desa di desanya. Dan anaknya bernama Aryo adalah Insinyur pertanian yang menjadi pembimbing para petani di desa dimana mereka tinggal.


Banyak home industri yang di didikannya, karena itulah Aryo banyak di sukai para gadis di desanya.


Sri tak berani membantah, karena sejak dulu bapaknya sangat menginginkan Sri menikah dengan Aryo.


Sri diam dan tertunduk, bingung jika menolak pasti bapaknya akan marah besar padanya dan jika menerima lamaran itu, tak ada lagi kesempatan dirinya untuk sekolah lagi.


Sedangkan dirinya ingin merasakan belajar di bangku Sekolah menengah atas dan juga kuliah.


Karena cita-cita Sri ingin menjadi wanita karier sebelum menjadi ibu rumah tangga.


"Kalian sebaiknya kenalan dulu, sana kalian main-main saja dulu!" ucap Bapaknya Sri.


"Inggih pak!" balas Aryo.


"Ayo dik Sri, kita cari angin sebentar!" lanjut Aryo yang kemudian bangkit dari duduknya.


Sri juga bangkit dan menatap wajah Aryo, dan Sri pun mengangguk tanda mau diajak Aryo.


Aryo pun tersenyum, setelah itu mereka berpamitan dengan orang tua masing-masing.


Keduanya naik sepeda motor dan melaju di sepanjang jalan desa.

__ADS_1


Banyak diantara warga yang memperhatikan mereka, namun mereka tetap tak perduli.


Aryo mengajak Sri ke tempat wisata pemancingan yang terkenal di daerahnya.


Keduanya sangat menikmati saat memancing ikan di kolam yang tersedia.


"Mas Aryo, mata pancing mu di tarik ikan itu!" seru Sri yang melihat pancingan Aryo bergerak di tarik ikan


"Ya dapat!" seru Aryo yang sudah menarik mata pancingnya dan muncullah ikan patin sebesar lengan Arya yang menggelepar-gelepar.


"Alhamdulillah dapat ya mas!" ucap Sri yang ikut senang.


Arya memasukan ikannya dalam wadah.


Tak berapa lama, mata pancing Sri juga bergerak-gerak.


"Sri tarik mata pancing kamu!" seru Aryo dan Sri berusaha menariknya namun sedikit kewalahan.


"Mas Aryo bantuin ya!" seru Sri dan Aryo ikut menarik mata pancing kepunyaan Sri.


Dan tanpa sengaja tangan Aryo memegang punggung tangan Sri.


Sri hanya melihatnya dan melihat ke arah Aryo, karena saat ini sedang sibuk menarik ikan yang kena mata pancingnya.


"Ayo tarik lagi yang kuat Dik Sri!" seru Arya, dan Sri menurutinya.


Dada Arya bergemuruh saat berada di samping Sri, dan Sri merasakan ada hembusan semilir angin, padahal tak ada udara yang bergerak di sekitar pemancingan.


"Mas Arya, kamu ganteng dan juga sosok yang mengayomi." Sri yang membatin.


"A..akhirnya dapat juga!" seru Aryo dengan kelegaan.


"Lumayan besar ya mas!" kata Sri seraya melihat ikan tangkapannya.


"Iya, lapar kan?" tanya Aryo.


'He..em!" jawab Sri seraya menganggukkan kepalanya.


"Sini biar di masak sama petugas masaknya. Kita tinggal nikmati saja, he..he..!" kata Aryo.


"Ada ya petugas masaknya?" tanya Sri yang belum tahu.


"Ada, kabarnya sih masakannya enak!" ucap Aryo yang membawa ember berisi ikan ke sebuah warung di lingkungan pemancingan itu.


"Sambil nunggu pesan es kelapa muda ya!" seru Aryo, yang kemudian dia memesan es kelapa muda yang ada di samping stan warung makan itu.


"Mas Arya cuci tangan dulu yuk!" ajak Sri.


"Oiya, sekalian mengembalikan pancingannya, Kitakan tadi menyewa bukan membelinya!" ucap Aryo seraya mengulas senyumnya.


"Iya mas" jawab Sri singkat.


Setelah mengembalikan pancingnya, Sri dan Aryo .enuju ke wastafel.

__ADS_1


Dengan iseng Aryo memercikkan air ke arah wajah Sri.


Sri berlari menghindari Aryo, hingga mereka sampai di depan rumah makan yang dimintai memasakkan ikan tadi.


Kedua ya kemudian duduk di kursi dan masih menunggu masakan di hidangkan di meja makan.


Tak berapa lama es kelapa muda pesanan mereka telah dihidangkan oleh penjualnya.


Seger...!" seru Aryo yang terus menatap Sri yang sibuk membenarkan rambutnya yang tertiup angin.


(Segar)


"Ha...! a.apanya yang seger mas?" tanya Sri yang penasaran.


"Oh, anu..e..es degan iki sing seger!" jawab Aryo sedikit kelabakan.


(Oh, itu..e...es kelapa muda ini yang segar)


"Ohw, kan mas Aryo belum minum? kok bisa bilang segar?" tanya Sri sambil mengulas senyum karena memang melihat Aryo belum meminum es kelapa mudanya.


"Ya kan sudah di lihat dari penampilannya!' jawab Arya sekenanya namun memang ada benarnya juga.


Karena es kelapa mudanya sangat menggoda tenggorokan yang meminta untuk segera di basahi.


"Hm...bukannya sedari dulu es kelapa muda itu memang segar, mas?" tanya Sri seraya mengaduk es kelapa mudanya biar gulanya tercampur rata.


"Ya, iya nanyanya juga minuman apalagi es! segar, seperti kamu dik Sri!" ucap Aryo yang terus menatap Sri dengan mengulas senyumnya.


"Ah, gombal!" seru Sri yang kemudian menyeruput minumannya.


Tak berapa lama pelayan Warung makan itu membawakan hidangan ikan yang di pancing mereka.


"Wah mantap, ikannya di masak bumbu rujak asam pedas semua!" seru Aryo dan setelah berdoa mereka makan dengan lahapnya.


"Mas Aryo, kenapa mas melamarku?" tanya Sri di sela-sela makannya, karena penasaran.


"Aku sangat menyukaimu sejak dulu dik Sri, sejak pertama kita berjumpa!" jawab Aryo yang sudah mencuci tangannya.


"Kalau aku tidak mau, bagaimana mas?" tanya Sri sedikit berhati-hati.


"Apa kamu tak menyukai aku Sri?" tanya Aryo sedikit kecewa.


"Bukannya tidak suka sama mas Aryo, siapa sih yang nggak kenal mas Aryo? Sri hanya ingin melanjutkan sekolah. Sri ingin kerja cari uang buat Sri sendiri, tanpa meminta pada Bapak, dan simbok. Sri ingin menikmati masa muda Sri lebih dulu. Agar kelak Sri nggak menyesal!" jelas Sri yang membuat Aryo tersentak dengan pengakuan Sri.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2