Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Mengantar Sekolah


__ADS_3

"Iya, ayo pa!" sahut Sakti yang kemudian menggandeng mama dan papanya, sedangkan dia berada di tengah antara kedua orang tuanya.


"Hati - hati ya!" seru Marlina dan mbok Ni seraya melambaikan tangan mereka.


"Iya, jawab Sakti dan mereka keluar dari ruang makan dan saat ini berada di garasi.


Sakti dan Bima masuk ke mobil sedangkan Sri membuka pintu garasi dan berikut pintu pagar rumah.


Setelah mobil keluar dari rumah, Sri menutup garasi dan juga pintu pagarnya. Kemudian dia masuk ke mobil dengan posisi dirinya di samping Bima yang mengemudi dan Sri memangku putranya Bima yang baru berusia enam tahun yaitu Sakti.


Bima melajukan mobilnya dengan perlahan dan mengarah ke jalan raya yang menuju ketempat sekolah Sakti.


"Sakti, selama di sekolah ibu guru mengajari Sakti apa saja?" tanya Sri untuk membuat suasana tidak canggung.


"Menyanyi ma!" jawab Sakti dengan lucunya.


"Menyanyinya apa saja? mama mau dengar nih, siapa tahu mama bisa nyanyi" ucap Sri.


"Baik Sakti mau nyanyi, mama nyanyi juga dong!" seru Sakti dan Bima yang melihat apa yang dilakukan putra dan istrinya membuatnya mengulas senyum.


"Iya, mama akan ikut menyanyi kalau mama tahu lagu - lagunya" ucap Sri.


"Mudah kok ma!" seru Sakti uang kemudian mulai menyanyikan satu - persatu lagu anak - anak yang dia pelajari di sekolahnya.


Pelangi


Pelangi pelangi


Alangkah Indahmu


Merah kuning hijau


Di langit yang biru


Pelukismu agung


Siapa gerangan


Pelangi pelangi


Ciptaan Tuhan


***


Balonku Ada Lima


Balonku ada lima


Rupa-rupa warnanya


Hijau kuning kelabu


Merah muda dan biru


Meletus balon hijau DOOOR


Hatiku sangat kacau


Balonku tinggal empat


Kupegang erat-erat


***


Bintang Kecil


Bintang kecil


Di langit yang biru / tinggi


Amat banyak


Menghias angkasa


Aku ingin


Terbang dan menari


Jauh tinggi


Ke tempat kau berada


***


Bangun Tidur


Bangun tidur kuterus mandi


Tidak lupa menggosok gigi


Habis mandi kutolong ibu


Membersihkan tempat tidurku


***


Bunda Piara


Bila kuingat lelah ayah bunda


Bunda piara piara akan daku


sehingga aku besarlah


Waktuku kecil hidupku amatlah senang


senang dipangku dipangku dipeluknya


serta dicium dicium dimanjakan


namanya kesayangan


***


Burung Kakaktua


Burung kakaktua


hinggap di jendela


Nenek sudah tua


giginya tinggal dua


Tekdung tekdung tekdung la la la


Tekdung tekdung tekdung la la la


Tekdung tekdung tekdung la la la


Burung kakaktua


***


Dua Mata Saya


Dua mata saya


Hidung saya satu


Dua kaki saya


Pakai sepatu baru


Dua telinga saya

__ADS_1


Yang kiri dan kanan


Satu mulut saya


Tidak berhenti makan


***


Gelang Sipaku Gelang


gelang sipaku gelang


gelang si rama rama


mari pulang


marilah pulang


marilah pulang


bersama-sama


mari pulang


marilah pulang


marilah pulang


bersama-sama


***


Ibu Pertiwi


Kulihat ibu pertiwi


Sedang bersusah hati


Air matamu berlinang


Mas intanmu terkenang


Hutan gunung sawah lautan


Simpanan kekayaan


Kini ibu sedang susah


Merintih dan berdoa


***


Kasih Ibu


Kasih ibu kepada beta


Tak terhingga sepanjang masa


Hanya memberi tak harap kembali


Bagai sang surya menyinari dunia


***


Kebunku


Lihat kebunku penuh dengan bunga


Ada yang putih dan ada yang merah


setiap hari kusiram semua


Mawar melati semuanya indah


***


Pada Hari Minggu ku turut ayah kota


Naik delman istimewa kududuk di muka


Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja


Mengendarai kuda supaya baik jalannya


Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk


Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda


***


Naik Gunung


d


Naik naik ke puncak gunung


Tinggi tinggi sekali


Naik naik ke puncak gunung


Tinggi tinggi sekali


Kiri kanan kulihat saja


Banyak pohon cemara


Kiri kanan kulihat saja


Banyak pohon cemara


***


Naik Kereta Api


Naik kereta api tut tut tut


Siapa hendak turut


Ke Bandung Surabaya


Bolehlah naik dengan percuma


Ayo temanku lekas naik


Keretaku tak berhenti lama Cepat keretaku jalan tut tut tut


**


Pergi Belajar


Oh ibu dan ayah selamat pagi


Kupergi sekolah sampai kan nanti


Selamat belajar nak penuh semangat


Rajinlah selalu tentu kau dapat


Hormati gurumu sayangi teman


Itulah tandanya kau murid budiman


***


Satu Satu Aku Sayang Ibu

__ADS_1


Satu satu aku sayang ibu


Dua dua aku sayang ayah


Tiga tiga sayang adik kakak


Satu dua tiga sayang semuanya


***


Soleram


Soleram soleram soleram anak yang manis


Anak manis janganlah dicium sayang


Kalau dicium merahlah pipinya


Anak manis janganlah dicium sayang


Kalau dicium marahlah pipinya


***


Topi Saya Bundar


Topi saya bundar


Bundar topi saya


Kalau tidak bundar


Bukan topi saya


***


Anjing kecil / Helly / Heli


Aku punya anjing kecil kuberi nama Helly


Dia senang bermain-main sambil berlari-lari


Helly Guk Guk Guk kemari Guk Guk Guk


Ayo lari-lari


Helly Guk Guk Guk kemari Guk Guk Guk


Ayo lari-lari


***


Burung Hantu


Matahari terbenam


Hari mulai malam


Terdengar burung hantu


Suaranya merdu


Kukuk Kukuk Kukuk Kukuk Kukuk


Kukuk Kukuk Kukuk Kukuk Kukuk


***


Pelaut


Nenek moyangku orang pelaut


Gemar mengarung luas samudera


Menerjang ombak tiada takut


Menempuh badai sudah biasa


***


Hujan


Tik tik tik bunyi hujan di atas genting


Airnya turun tidak terkira


Cobalah tengok dahan dan ranting


Pohon dan kebun basah semua


***


Kutilang


Di pucuk pohon cempaka


Burung kutilang berbunyi


Bersiul-siul sepanjang hari


Dengan tak jemu-jemu


Mengangguk-angguk sambil bernyanyi


Tri li li li li li li li li....


Dan Sri ikut bernyanyi sampai tak terasa mereka telah sampai di sekolah dimana Sakti menimba ilmunya.


"Nah akhirnya kita sampai juga, Sakti jaga mama Ci ya! Dan kamu jangan nakal sama mama Ci!" pesan Bima pada putranya.


"Siap pak boss!" seru Sakti yang membalas pesan suaminya.


"Oiya nama Ci, bawa ini ya!' ucap Bima seraya menyerahkan ATM dan sejumlah uang tunai pada Sri.


"A..apa ini mas?" tanya Sri yang heran dengan tingkah suaminya.


"Anggap saja aku sedang menafkahimu!" ucap Bima sembari mengulas senyumnya.


"Sudah terima saja mama Ci, kita nanti bisa jalan - jalan ke tempat kita suka." ucap Sakti sambil tersenyum.


"Baiklah mas Bima, Sri terima." Ucap Sri sembari menerima uang cash dan juga ATM dari tangan Bima. Dan kemudian Sri memasukkannya dalam tas kecilnya.


Tak berapa lama mereka telah sampai di sekolah TK dimana Sakti menimba ilmu.


Bima menepikan kendaraannya, dan kemudian berhenti di tepi jalan tepat disamping sekolah Sakti.


"Nah, kita sudah sampai!" seru Bima yang menatap putranya Sakti.


"Sakti salim dulu sama papa!" seru Sri yang mengingatkan pada Sakti.


"Iya ma" jawab Sakti yang kemudian mencium punggung tangan kanan papanya. Dan Bima mengecup kening putranya.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,

__ADS_1


__ADS_2