Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Membeli Oleh - oleh


__ADS_3

Harap bijak, ma'af ada adegan 21+ nya.


...💗💗Happy Reading💗💗...


Tak berapa lama Bima selesai berwudlu dan dia keluar dari kamar mandi, kemudian mereka sholat Isya' berjama'ah.


Selesai sholat Isya' berjama'ah, Sri melipat mukenanya sedangkan Bima iseng menggoda istrinya.


"Sayang, main yuk!" ucap Bima yang mulai menggoda istrinya.


"Main apa mas?" tanya Sri yang pura - pura tidak tahu, dan tetap meneruskan melipat mukena lanjut perlengkapan sholat suaminya.


"Olah raga, kuda - kudaan! he..he..!" jawab Bima sembari mengulas senyumnya.


"Nggak mau ah, nanti berkeringat! kan nggak nyaman tidurnya. Sri nggak mau mandi lagi, kan dingin!" ucap Sri yang sebetulnya dia menahan tawanya.


"Nggak usah mandi, karena aku mau kita mainnya beronde - ronde. He..he..!" bisik Bima yang sebelumnya menghampiri istrinya.


"Hah, beronde - ronde?" ucap Sri yang terkejut dan menatap suaminya dengan mengernyitkan kedua alisnya.


Hal itu membuat Bima semakin gemas dengan Sri, dan tanpa permisi Bima langsung menyerobot bibir istrinya.


"Uph...!" Sri tak bisa menolaknya karena dia merasakan kenyalnya bibir suaminya dan juga demikian dengan Bima yang bermain dengan istrinya seolah menjadi candu baginya.


Mereka bermain cukup lama dan Sri mulai tak bisa kehabisan nafasnya. Bima yang mengetahui hal itu menyudahi permainan lidahnya.


Bima menyatukan keningnya dengan kening istrinya dan mereka saling membalas senyum. Kemudian Bima mencium kening dan dilanjut kedua pipi istrinya.


"Ayo kita ke atas tempat tidur, kita lanjutkan permainan kita!" bisik Bima sembari mengulas senyumnya.


Sri menganggukkan kepalanya dan mereka berdua melangkahkan kakinya menuju ke atas tempat tidur.


Permainan mereka berlangsung diatas tempat tidur, dan satu persatu mereka melepas pakaian yang menempel di tubuh mereka.


Dan keduanya memulai permainan ranjang mereka, sampai keduanya saling mendapatkan titik kenikmatan mereka.


Dengan nafas memburu, keduanya mensejajarkan posisi tidur mereka. Keringat membasahi tubuh dan mereka saling berpelukan dan akhirnya terlelap dalam mimpi mereka masing - masing.


Pukul empat pagi hari, Sri terbangun dan membuka kedua matanya. Dilihatnya suaminya masih terlelap dalam tidurnya seraya memeluk Sri.


"Mas Bima masih tidur" gumam dalam hati Sri yang melihat wajah dari dekat suaminya dalam - dalam.


Dan Sri merasakan sangat nyaman bila bersama Bima. Sri mengusap wajah suaminya dan kemudian mencium kening dan lanjut ke pipi suaminya.


Perlahan Bima membuka kedua matanya saat merasakan kecupan bibir di kening dan pipinya.

__ADS_1


"Oh, istriku" bisik Bima yang mempererat pelukannya, yang membuat Sri seketika kaget.


"Mas Bima, Sri mau mandi. Sudah waktunya sholat subuh!"Bisik Sri di telinga suaminya.


"Mas minta nambah sekali lagi ya!'' bisik Bima seraya meraba tubuh istrinya yang ternyata masih polos, belum sempat memakai sehelai pakaian pun di tubuhnya.


Hasrat Bima kembali menggebu dam mereka melakukan pemainan kembali sebelum mereka mandi.


Setelah selesai, Sri memakai pakaiannya dan kemudian mengambil pakaian gantinya dan dia melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.


Sri melakukan ritual mandinya, sementara Bima melanjutkan tidurnya. Selesai mandi, Sri berwudlu dan kemudian dia keluar dari kamar mandinya.


Melihat suaminya yang masih tidur diatas tempat tidurnya, Sri segera membangunkan suaminya itu.


"Mas, mas Bima! bangun mas, mandi setelah itu kita sholat Subuh berjam'ah" ucap Sri sembari menggoyang - goyangkan tubuh Bima.


Merasa ada yang membangunkannya, Bima membuka kedua matanya dan melihat ke sekitarnya.


" Mas bangun, mandi setelah itu kita sholat Subuh sama - sama" bisik Sri yang membuat Bima membuka kedua matanya dan menunggu nyawanya berkumpul sebentar.


Setelah dirasa sudah terkumpul nyawanya, Bima melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Sri memberikan pakaian ganti untuk dirinya.


Lalu Bima melakukan ritual mandinya. Kemudian dilanjutkan dengan berwudlunya.


Beberapa menit kemudian, Sri dan Bima berkemas - kemas dan keluar dari kamar tidurnya dengan membawa tas mereka.


Keduanya bertekat meninggalkan hotel pagi ini juga setelah sarapan.


Bima dan Sri melangkahkan kakinya menuju ke bagian administrasi hotel. Setelah membayar semua biaya menginap dan makanan, mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir mobil mereka.


Bima meletakkan barang - barangnya bagasi mobilnya. Setelah itu mereka melangkahkan kaki untuk sarapan untuk terakhir kalinya di restoran dan hotel tersebut.


"Kali ini kita sarapan apa?" tanya Bima saat mereka melangkahkan kaki masuk ke restoran tersebut.


"Bagaimana kalau nasi pecel mas?" tanya Sri yang melangkahkan kaki ke bangku yang kosong.


"Hmm....boleh juga!" jawab Bima yang kemudian memanggil pelayan restoran.


"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan restoran yang sudah sampai di samping Bima dan Sri.


"Kami mau pesan nasi pecel komplit sama teh manis panas, masing - masing dua porsi ya!" ucap Bima.


"Baik' balas si pelayan itu yang memudian melangkahkan kakinya menuju kedapur restoran guna menyiapkan pesanan Bima dan juga Sri.


Tak berapa lama mereka pesanan telah datang.

__ADS_1



"Wah mantap sekali!" seru Sri dan kemudian meraka berdoa dan makan bersama -sama.


"Sri, nanti jangan lupa kita beli oleh - oleh ya! selain buat keluarga juga buat sanak saudara dan juga para karyawan." pesan Bima.


"Baiklah nanti kita pilih satu persatu makanan ya!" ucap Sri yang kemudian mereka berdua menyelesaikan acara sarapan mereka berduan.


Tak berapa lama, acara sarapan mereka bersama telah usai. Dan keduanya melangkahkan kaki menuju ke mobil yang terparkir di halaman hotel.


Setelah menemukan mobil, mereka bergegas menghampiri mobil dan kemudian masuk.Kemudian Bima menyalakan mobil dan perlahan mobil mewah itu keluar dari halaman hotel, kemudian mobil mewah itu melaju menyusuri jalan raya.


"Mas kita berhenti ditempat oleh - oleh!" seru Sri yang mengingatkan.


"Iya" jawab Bima yang melihat ke arah pinggir jalan, dimana ada kios oleh - oleh.


Tak berapa berapa lama mereka telah sampai di kios oleh - oleh dan Bima menepikan kendaraannya.


Setelah itu mereka keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju pintu masuk kios tersebut.


Setelah masuk ke dalam kios, mereka mulai memilih oleh - oleh apa yang akan mereka pilih dan beli.


"Kita beli timus ubi ungu, bakpia ubi ungu, keripik ubi ungu, walang ubi dan lain sebagainya" ucap Sri seraya menatap suaminya.


"Timus ubi ungunya kita akan selama perjalamnan, sedangkan camilan lainnya untuk oleh - oleh saudara dan kerabat" pesan Bima.


"Iya mas," jawab Sri dan kemudian mereka sibuk memilih oleh - ,oleh.


Setelah mendapatkannya, mereka melangkahkan kakinya kembali menuju ke mobil. Lalu mereka masuk dan Bima menjalankan mobilnya perlahan menuju ke jalan raya.


Dengan kecepatan sedang menuju ke jalan raya arah kota Surakarta.


...~Â¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,

__ADS_1


__ADS_2