Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Akibat dari Sri yang Kabur dari Rumah


__ADS_3

"Lantas kenapa kamu pulang setelah kabur dari rumah Sri? dan sekarang pulang-pulang bawa laki-laki!" ucap ibunda Sri yang mulai naik nada tingginya.


"Ma'af Bu, Sri kan ingin kerja dulu. Sri ingin punya uang sendiri" ucap Sri yang menatap wajah ibundanya.


Sedangkan Bima tak berani ikut campur urusan Keluarga Sri, dan dia menyimak pembicaraan Sri dengan ibundanya.


"Kamu harus tahu Sri, bapak dan ibu bergantian ke rumah sakit. Itu semua gara-gara kamu. Kamu yang pergi tanpa pamit, setelah perjodohan terjadi. Hal itulah yang membuat kami kepikiran kamu Sri!" jelas ibunda Sri.


"Ma'afkan aku ibu'' ucap Sri yang kemudian duduk berlutut dan mencium tangan ibundanya seraya menangis tersedu-sedu.


"Minta ma'aflah pada bapak kamu!" seru Ibunda Sri yang menyeka kedua air matanya.


"Bapak, bapak ada di mana Bu?" tanya Sri yang juga menyeka kedua air matanya.


"Ada di kamar" jawab Ibunda Sri .


Mendengar hal itu, Sri bangkit dari duduk berlututnya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar ke dua orang tuanya.


Ibunda Sri bangkit dari duduknya dan mengikuti Sri, dan demikian pula dengan Bima yang juga mengikuti dari belakang. Karena penasaran dengan apa yang terjadi dengan keluarga Sri saat ini.


Saat berada tepat di depan pintu kamar kedua orang tuanya, Sri membuka pintu dan melihat seorang laki-laki paruh baya yang terbaring lemah dengan menutup kedua matanya diatas tempat tidur.


"Bapak!" panggil Sri namun laki-laki itu masih terdiam dalam tidurnya.


Sri masuk dan duduk di tepi tempat tidur, kemudian memegang tangan bapaknya.


Bapak Sri membuka kedua matanya dan menatap Sri dengan tajam.


Laki-laki itu seperti ingin bersuara, namun lidahnya seperti tertekan.


"Bapak, bapak mau bicara apa? Sri tak mendengar suara bapak?" ucap Sri yang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh bapaknya.


"Sri, bapak kamu tidak bisa bicara, karena bapak telah terkena stroke yang awalnya sakit jantung" jelas ibunda Sri.


"Ya Allah, Bapak ma'afkan Sri. Sri banyak berdosa dengan bapak dan ibu" ucap Sri yang mencium punggung tangan Bapaknya.

__ADS_1


Bima yang merasakan suasana kesedihan di kamar itu ikut merasakan sesak di dadanya.


"Kasihan sekali keluarga kamu Sri, seandainya aku bisa bantu sedikit untuk meringankan beban kedua orang tua kamu Sri!" gumam dalam hati Bima yang tak terasa kedua matanya berkaca-kaca dan dia menyeka air mata yang mau jatuh ke pipinya itu.


"Ibu, Sri mohon ceritakan dari awal setelah Sri pergi dari rumah. Apa yang telah terjadi?" tanya Sri pada ibundanya.


"Waktu itu setelah kamu pergi, bapak kamu mencari kamu sampai kemana-mana Sri! semua teman-teman kamu di tanyai sama bapak. Hingga bapak kamu mengalami sakit jantung dan harus dirawat di rumah sakit. Untuk biaya ibu pinjam kesana-kemari dan sertifikat sawah dan rumah sampai ibu sekolahkan ke bank. Dan ibu tak bisa membayar angsurannya saat itu. Hingga nak Aryo dan ayahnya datang, Ayah nak Aryo marah-marah karena mengetahui kalau kamu minggat dan belum pulang juga." cerita ibunda Sri yang berhenti karena sedang menyeka air matanya.


"Terus apa yang terjadi Bu?" tanya Sri yang penasaran.


"Aryah Aryo dan Aryo terlanjur malu karena sudah banyak bicara dengan saudara dan para relasi kalau akan menikah dalam waktu dekat. Karena itulah Aryo mau menikahi Martani, dan Aryo menanggung semua hutang-hutang ibunda di bank." jelas ibunda Sri.


"A..apa? Martani yang menikah dengan Aryo?" tanya Sri yang kini tubuhnya lemas dan dalam hati mengutuki dirinya sendiri.


"Iya, adikmu yang harus menanggung akibat ulah kamu itu!" jawab Ibunda Sri dengan geregetan.


"Martani baru saja lulus SMP, dia langsung menikah?" ucap Sri yang tak bisa membayangkannya.


Bima yang mengetahui hal itu, memanggil dan menepuk pundak Sri dan hal itu membuat Sri terkejut.


"Hah...! mas Bima eh iya ma'af Sri lupa kalau ada mas Bima" ucap Sri yang menoleh ke arah Bima.


"Eh iya ibu tadi mau tanya siapa dia tadi? sampai ibu lupa. Dan mau apa kamu bawa dia ke rumah ini dan tahu keadaan kita, Sri?" tanya Ibunda Sri yang penasaran.


"Dia mas Bima bu, bos Sri" jawab Sri seraya memegang tangan Bima yang memberi kode Bima untuk menyampaikan niat Bima pada ibu dan ayahnya Sri.


"Ibunya Sri, maafkan bila kedatangan saya sangat mengganggu. Saya berniat mau memperistri Sri, dan saya bertanggung jawab mau melunasi semua hutang-hutang ibu. Kalau memang hutang-hutang ibu, akibat Sri pergi dari rumah. Dan saya akan menanggung biaya berobat calon mertua saya" ucap Bima yang menjelaskan niatnya.


"Oh, begitukah? tapi itu banyak nak. Apa kamu mampu, kalau tidak jangan dipaksakan nak?" tanya ibunya Sri yang tak enak hati.


"Jangan khawatir Bu, saya menikahi Sri dengan tulus. Jadi ya aku juga harus menganggap keluarga dari istriku nantinya ya seperti keluarga aku Bu" ucap Bima yang membuat Sri memandang Bima dengan berkaca-kaca.


Sri terharu dengan perkataan Bima, dan Sri kembali menyeka air matanya.


"Ibu tak bisa menentang kemauan kalian, karena perjodohan Sri sudah ada yang menanggung yaitu Martani. Kami sebagai orang tua hanya bisa merestui, semoga bisa cepat terlaksana dan Sakinah Mawardah Warohmah sampai akhir hayat." ucap dan doa ibunda Sri.

__ADS_1


"Aamiin ya Robbal alaamiin" jawab Sri dan Bima secara bersamaan.


Terdengar suara adzan subuh dari toa Masjid, dan mereka berencana untuk sholat berjama'ah.


"Waktunya Sholat subuh, kamu bisa kan nak jadi imamnya?" tanya ibunya Sri yang bangkit dari duduknya.


"In syaa Allah bisa Bu" jawab Bima yang kemudian ketiganya pergi ke sumur untuk mengambil berwudlu.


Setelah berwudlu, mereka menunaikan sholat subuh secara berjamaah.


"Sri, ayo bantu ibu menyiapkan sarapan." ucap ibundanya Sri seraya melipat mukena dan meletakkan ditempat semula.


"Iya Bu" jawab Sri yang juga melipat mukena dan menempatkannya di tempanya juga.


"Mas Bima kalau mau tidur di kamarnya Sri, maaf di sini tak seperti di rumah mas Bima yang banyak kamar dan tentunya lebih nyaman." ucap Sri pada Bima.


"Aku akan menerimanya Sri, aku bukan Rafa. Kalau aku punya niat untuk menikahi kamu, maka akan aku terima kamu apa adanya" ucap Bima.


" Terima kasih mas" ucap Sri yang mengulas senyum dan kemudian mengantarkan Bima menuju ke kamarnya.


Namun sebelumnya Sri membersihkannya, karena lama tak di tempati oleh pemiliknya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,

__ADS_1


__ADS_2