
Berikut ini lirik dan arti lagu yang sesuai untuk menggambarkan di episode kali ini ;
...Ditinggal Pas Sayang-sayange...
...by. Safira Inema....
Loro rasane ati, nganti ra biso lali
sakit rasanya hati, sampai tidak bisa lupa
tresno tulus songko ati dilarani
cinta tulus dari hati disakiti
kowe janji tresno tulus songko ati
kamu janji cinta tulus dari hati
nyatane kowe gawe loro ati
nyatanya kamu membuat sakit hati
piye kabarmu sayang, opo kowe eling aku
bagaimana kabarmu, sayang, apa
kamu ingat aku
biyen sing mbok tinggal tanpo mesakne
dulu yang kamu tinggalkan tanpa belas kasihan
kowe ninggal aku pas sayang sayange
kamu meninggalkan aku saat sayang sayangnya
lungamu ninggal tatu neng atiku
pergimu meninggalkan luka di hatiku
tatu neng atiku loro rasane
luka di hatiku sakit rasanya
nganti koyo diiris iris rasane
sampai seperti diiris-iris rasanya
karena saat aku sayang sayangnya
kowe mutus tresno cukup sakmene
kamu memutuskan cinta cukup sampai di sini
keronto ronto ati rasane
tersakiti hati rasanya
koyo ra biso tak ibaratake
amung mergo masalah sing sepele
hanya karena masalah yang sepele
kowe nduwe tresno liyane
kamu punya cinta yang lain
loro rasane ati, nganti ra biso lali
sakit rasanya hati, sampai tidak bisa lupa
tresno tulus songko ati dilarani
cinta tulus dari hati disakiti
kowe janji tresno tulus songko ati
__ADS_1
kamu janji cinta tulus dari hati
nyatane kowe gawe loro ati
nyatanya kamu membuat sakit hati
piye kabarmu sayang, opo kowe eling aku
bagaimana kabarmu, sayang, apa kamu ingat aku
biyen sing mbok tinggal tanpo mesakne
dulu yang kamu tinggalkan tanpa belas kasihan
kowe ninggal aku pas sayang sayange
kamu meninggalkan aku saat sayang
sayangnya
lungamu ninggal tatu neng atiku
pergimu meninggalkan luka di hatiku
tatu neng atiku loro rasane
luka di hatiku sakit rasanya
nganti koyo diiris iris rasane
sampai seperti diiris-iris rasanya
mergo naliko aku sayang sayange
karena saat aku sayang sayangnya
kowe mutus tresno cukup sakmene
kamu memutuskan cinta cukup sampai di sini
keronto ronto ati rasane
tersakiti hati rasanya
koyo ra biso tak ibaratake
amung mergo masalah sing sepele
hanya karena masalah yang sepele
kowe nduwe tresno liyane
kamu punya cinta yang lain
💗💗💗HAPPY READING💗💗💗
"Kalau melihat Sakti, rasa kangen Sri pada mas Bima bisa terobati." gumam Sri sembari mengulang kembali mata pelajaran sekolah Sakti.
Dan nich cilik itu mendengarkan dan menyimak penjelasan dari mama sambungnya itu.
Setelah selesai mengulang pelajaran bersama Sakti, Sri mengajak Sakti ke dapur, karena dirinya akan menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
"Sakti, rupanya mbok Ni memasak sayur sop. Kita makan sama -sama ya!" seru Sri seraya meletakkan priring yang berisi nasi dan satu mangkok kecil sup.
"Iya mama Ci, kita makan. Sakti suka sayur sop." ucap Sakti sembari tersenyum. Dan mereka kemudian makan siang dengan menu sayur sop beserta lauk yang lainnya.
Setelah mereka selesai makan, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu depan rumah.
"Tokk.. tokk... tokk...!"
"Selamat siang, ada orang kah di dalam?" tanya seseorang dari luar pintu utama,
"Mama Ci, ada tamu!" seru Sakti memberitahukan pada Sri.
"I - iya. Biar mama Ci buka, Sakti disini saja ya!" seru Sri yang menatap bocah kecil dihadapannya itu.
"Iya mama Ci!" ucap Sakti seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sri kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu utama, dan dia membukakan pintu utama tersebut.
"Klek...klek..ceklek..!"
Mama Ci membukakan pintu, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa yang ada dihadapannya saat ini.
"Ma..mas Rafa!" panggil Sri lirih namun terdengar jelas di telinga Rafa.
"Halo Cherry, apa kabar kamu?" sapa sekaligus tanya Rafa.
"Ba..baik" jawab Sri dengan berdiri kaku, bayangan tentang masa lalu dimana Rafa telah menyakitinya terbayang kembali muncul dipelupuk matanya.
Antara takut karena dia dirumah hanya bersama Sakti, dan juga rasa dendamnya yang kini menggemuruh didadanya.
Dimana Rafa terus menatapnya dengan intens.
"Pe..permisi!" seru Sri yang hendak meninggalkan Rafa. Baru saja Sri melangkahkan kakinya, tiba - tiba tangan kirinya dipegang oleh Rafa.
Sri yang melihat itu berusaha menarik tangannya, namun cengkraman Rafa semakin kuat. Dan Rafa menarik tangan Sri yang akhirnya Sri jatuh kepelukan Rafa.
Mama Ci itu berusaha terus untuk berontak, namun Rafa semakin erat memeluknya.
"Lepaskan aku Rafa! Lepas..!" seru Sri yang terus meronta - ronta.
"Lepaskanmu? tidak akan!" balas seru Rafa dengan menyatukan gigi - giginya.
"Kamu sudah beristri dan aku sudah bersuami, lepaskan aku!" seru Sri yang mengingatkan Rafa. Namun Rafa tak mengindahkannya, dan terus berusaha mencium Sri dengan paksa .
Sri terus memberontak dan dia menginjakkan kakinya pada kaki Rafa.
"Bugh..!"
"Auw...!" Rafa mengerang kesakitan dan pelukannya para Sri merenggang karena dia berusaha memegang kakinya yang sakit, karena baru saja diinjak oleh Sri.
Kesempatan itu digunakan oleh sri untuk bisa kabur dari Rafa, dan Sri berhasil lari dari Rafa.
"Hei, mau kemana kau!" seru Rafa yang terus mengejar Sri, yang saat ini Sri berlari menuju ke ruang makan.
Dengan sedikit terengah - engah, Sri menghampiri Sakti.
"Mama Ci, mama Ci kenapa terengah - engah?" tanya Sakti yang penasaran.
"Tidak apa - apa kok!" jawab Sri yang mengusap punggung Sakti, agar bocah cilik itu tidak khawatir lagi.
"Mama kamu mau buru - buru menyiapkan makan siap buat om Rafa." ucap Rafa yang muncul dari balik sekat tembok pemisah ruangan.
"Om Rafa...!" teriak Sakti yang turun dari kursinya dan menghamburkan diri memeluk adik tiri papanya itu.
Sri memaklumi sikap Sakti pada Rafa, karena Rafa memang Om - nya yang baru saja pulang dari luar negeri. Tentu saja ada rasa kangen yang ada dihati mereka.
"Sakti keponakan om!" seru Rafa seraya berlutut supaya bisa memeluk keponakannya itu.
Sakti dan Rafa saling berpelukan dan Rafa menyampaikan menatap Sri dengan tajam.
"Tunggu apa lagi? ambilkan adikmu ini makan siang kakak ipar, sudah lapar nih!" seru Rafa saat melepaskan pelukan Sakti.
"Oh, i..iya!" ucap Sri yang kemudian mengambilkan makanan untuk Rafa.
"Om, kenapa nggak bilang - bilang sih kalau mau pulang?" tanya Sakti yang saat ini di panggul oleh Rafa, yang membawanya ke tempat duduk Sakti semula.
Sementara Sri menghidangkan nasi dan sayuran beserta lauk - pauknya pada Rafa.
Rafa terus melihat ke arah Sri, yang sedang menghidangkan makanan untuknya.
"Ya Allah, bagaimana ini. Mas Rafa terus melihatku dengan tatapan seperti itu!" gumam dalam hati Sri yang duduk disamping Sakti.
"Sakti, mau disini apa mau tidur siang sama mama Ci?" tanya Sri dengan berbisik di telinga Sakti.
"Tidur sama mama Ci donk!" seru Sakti yang kemudian turun lagi dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Sri.
...~Â¥~...
...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...