Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Modus Rafa


__ADS_3

"Cherry... Sri, nama tenar kamu Cherry. ingat itu!" seru Rafa yang geregetan.


"I..iya, ma'af Sri eh Cherry lupa!" balas Sri sembari mengulas senyumnya.


Beberapa saat kemudian menu makanan mereka telah dihidangkan oleh para pelayan restoran.


Setelah menerima menu makanan yang mereka pesan, mereka mulai makan makanan tersebut.


Sri diam sejenak dan melihat cara Orin makan, yang awalnya meletakkan tisu makan di kedua pahanya.


Dan gadis dari desa itu memegang sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kirinya.


"Susahnya makan ala orang kaya, kalau aku sih sebetulnya cukup dengan sendok atau tangan saja!" gumam dalam hati Sri yang terus mencoba makan seperti yang Orin lakukan.


Tak berapa lama mereka telah selesai makan dan mereka masih bersendau gurau di dalam restoran itu.


"Mas sudah malam, bisa antar saya pulang?" tanya Sri memohon, karena takut jika di marahi Bu Lik Sumi jika kemalaman.


"Oh, baiklah!" ucap Rafa yang menyetujuinya.


Rafa kemudian memanggil pelayan dan membayar makanan mereka.


"Dafi dan Orin, aku antar Cherry ya!" pamit Rafa setelah selesai membayar makanan mereka.


"Kami juga akan pulang, capek mau istirahat!" ucap Orin yang bangkit dari duduknya.


"Eh, kamu mau pulang Rin?" tanya Dafi yang juga bangkit dari duduknya.


"Iya, habis mau kemana lagi?" tanya Orin seraya membenahi pakaian dan posisi tas yang selalu dibawanya.


"Rencananya sih mau ngajakin kamu nonton!" ucap lirih Dafi yang spontan membuat Rafa berdehem menggoda Dafi dan Orin.


"Hm...hm...hmm...!"


"Eh, mas Rafa!" Dafi yang malu-malu.


"Ceritanya ngajak ngedate gitu ya!" ucap ceplos Orin tanpa tedeng aling-aling.


"Sudah sana, aku restui kalian kok!" goda Rafa sambil tertawa sedangkan Sri hanya tersenyum, karena belum paham maksud ketiga orang di depannya itu.


"Restui,restui..! kayak mau menikah saja!" gerutu Orin dengan candaannya.


"Ha...ha...ha..!" semuanya tertawa seraya melangkahkan kaki ke area parkir mobil mereka.


"Bos Rafa, sampai jumpa besok pagi ya!" seru Dafi seraya melambaikan tangan kanannya mengarah pada Rafa dan Sri.


"Ok,! Besok jangan telat ya!' seru Rafa sembari tersenyum.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil sesuai posisi sebelumnya.

__ADS_1


Dafi dan Orin melaju ke arah bioskop sedangkan Rafa dan Sri mengarah ke rumah jamu Sumilah.


"Kalau besok kita ketemuan lagi, jadi aku nggak bisa jualan jamu ya?" tanya Sri yang mengingatkan.


"Iya" jawab Rafa tetap diposisi mengemudi.


"Cher, bisa tidak kamu tidak jualan jamu lagi?" tanya Rafa yang menyempatkan melihat ke arah Sri.


"Kalau tidak jualan, aku tidak enak sama Bu Lik Sumi. Aku makan dan tidur ditempat beliau!" jelas Sri.


Rafa menepikan mobilnya, dan memberhentikannya.


"Begini saja, kamu tinggal saja di apartemen aku saja!' pinta Rafa saat mobil telah berhenti dan Rafa menatap wajah polos Sri.


"Apartemen? apa itu?" tanya Sri yang memang tak tahu istilah apartemen.


"Apartemen kamu juga tidak tahu Cherr?" tanya Rafa yang geregetan.


Sri menggeleng pelan dengan wajah sendu.


"Nampaknya kamu harus home schooling Cherr!" gumam Rafa sambil tersenyum.


"Sri benar-benar nggak tahu mas!" kata sri yang tetap dengan wajah polosnya.


'Kenapa aku gemas sekali sih sama keluguan kamu!"ucap dalam hati Rafa.


"Oh, jadi rumah yang tidak di tanah ya!" ucap Sri seraya menganggukkan kepala mencoba memahami apa yang dijelaskan Rafa.


"Jangan-jangan kamu tak tahu home schooling juga Cherr?" tanya Rafa gemas.


"Home schooling bukannya sekolah di rumah!" jawab Sri polos.


"Ya betul juga, tapi penjabarannya Cher!" ucap Rafa mengusap wajahnya kasar.


Sri hanya menggelengkan kepalanya.


"Ok! Homeschooling adalah sebutan untuk jenis proses belajar. Dari home yang artinya “keluarga”, homeschooling artinya “sekolah berbasis keluarga”. Ada juga yang lebih suka bilang home education atau “pendidikan berbasis keluarga”. Sejauh ini kamu mengerti Cher?" jelas sekaligus tanya Rafa.


Sri hanya mengangguk pelan.


"Apakah dengan ikut Homeschooling akan dapat ijasah nantinya?" tanya Sri penasaran.


"Sudah terlampir jelas dalam Undang-Undang bahwa hasil Lulusan Home schooling diakui dan dianggap setara dengan peserta didik dari sekolah formal. Artinya, anak homeschooling juga memiliki ijazah SMA atau sederajat yang bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi." jelas Rafa.


"Apabila anak homeschooling ingin melanjutkan ke perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik swasta maupun negeri, mereka bisa mendapatkan ijazah melalui ujian kesetaraan. Atau lebih populer dengan sebutan ijazah paket C.Terdapat 3 jenis ijazah paket yang dikenal di Indonesia:


Ijazah Paket A setara SD – minimal usia 12 tahun


Ijazah Paket B setara SMP – memiliki Ijazah Paket A usia 3 tahun

__ADS_1


Ijazah Paket C setara SMA – memiliki Ijazah Paket B usia 3 tahun" lanjut jelas Rafa.


"Secara legalitas, ijazah dari home schooling memiliki kedudukan sama dengan ijazah sekolah formal, ya?" tanya Sri yang masih terus ingin tahu.


"Iya betul, tumben pinter!" puji Rafa.


Sri mengulas senyum malunya.


"Sejauh ini sudah paham kan Cher?" tanya Rafa dan Sri menganggukkan kepalanya.


Melihat tingkah Sri seperti itu,Rafa semakin gemas.


"Jujur Cherr kamu sudah punya pacar belum sih?" tanya Rafa modus.


"Pacar? e....sa..saya belum pernah punya pacar, a..palagi pacaran!" ucap polos Sri.


"Apa, yang benar Sri? anak seusia kamu itu seharusnya sudah berkali-kali berpacaran Sri?" tanya Rafa yang semakin penasaran.


"Kalau sekedar teman sih banyak, tapi pacar atau pacaran Cherry belum pernah!" ucap Sri dengan polosnya.


"Mas Bima, ma'af ya! Emas murnimu aku dului. Tak kan ku biarkan gadis ini di miliki oleh siapapun, termasuk mas Bima. Kakak kandungku!" gumam dalam hati Rafa.


" Cher, mas boleh jadi pacar pertama kamu?" tanya Rafa yang menjurus ke modus ingin memiliki Sri seutuhnya.


"Mas Rafa menginginkan aku jadi pacar mas Rafa?" tanya Sri dalam hati.


Sri menatap kedua netra Rafa, seolah mencari kejujuran Rafa dalam kedua buah mata laki-laki dihadapannya.


"Bagaimana Sri?" tanya Rafa yang penasaran akan jawaban Sri.


"Cherry belum bisa menjawabnya mas!" jawab Sri lirih.


"Sejak kamu mengembalikan dompet aku, aku ada rasa sama kamu Sri! Dan rasa itu semakin kuat, setelah kebersamaan kita ini!" usaha Rafa.


Hal itu membuat Sri semakin diam, dia juga merasakan hal yang sama.


"Oh, apa besok kamu bisa menjawabnya?" tanya Rafa yang penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2