Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Pulang Sekolah


__ADS_3

"Iya, ceritanya panjang. Kapan - kapan akan Sri ceritakan!" jawab Sri yang sembari tersenyum.


Tak berapa lama waktunya istirahat, Sakti dan teman - temannya keluar dari ruang kelasnya.


"Teman - teman Sakti sudah punya mama baru, cantikkan mamanya Sakti!" ucap Sakti dengan bangganya seraya menghampiri Sri dan memeluk mama Ci - nya.


"Eh, iya mamanya Sakti cantik!" bisik teman - temannya Sakti.


"Sakti bilang apa sih sama teman - teman Sakti?" tanya Sri yang penasaran.


"Mama Ci cantik!" jawab Sakti dengan polosnya sembari memberikan bekal ya pada Sri, yang berarti dia minta disuapi oleh Sri.


"Masak sih? kan masih ada yang lebih cantik dari mama Ci?" tanya Sri yang menerima dan membuka kotak bekal nasi Sakti, dan mulai menyuapi Sakti.


"Bagi Sakti mama Ci paling cantik!" jawab Sakti sembari mengunyah makanannya.


"Papa sama anak sama saja!" kata dalam hati Sri sembari mengulas senyumnya.


"Makan dulu, bicaranya nanti setelah makan ya!" pesan Sri dan Sakti menganggukan kepalanya.


"Sri, Sakti minum jamu tidak?" tanya Minah sembari melayani teman - teman Sakti yang membeli jamunya Minah.


Dan Sakti menganggukkan kepalanya.


"Iya katanya mbak Minah!" seru Sri sembari terus menyuapi Sakti.


"Baiklah, dibungkus saja ya!' seru Minah yang kemudian menuangkan jamu beras kencur ke dalam plastik kecil yang biasa buat bungkus jamu.


Minah memberikannya pada Sri, saat sudah selesai menuang jamu buat Sakti dan memberikannya pada Sri, Sri menerimanya dan masih menyuapi Sakti.


Ketika sakti hendak meminta jamunya, hal itu dilarang oleh Sri.


"Minum jamunya nanti saja, setelah makan bekalnya ya!" seru Sri dan Sakti menganggkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian Sakti telah menyelesaikan makannya dan juga telah meminum jamunya.


Dan waktu istirahat telah selesai Sakti melangkahkan kaki untuk kembali masuk ke kelasnya.


Sementara Minah melangkahkan kakinya meninggalkan sekolahnya Sakti.


Tak berapa lama bel pulang sekolah berbunyi, dan semua murid TK berhamburan keluar dari ruang kelas mereka.

__ADS_1


Demikian pula dengan Sakti yang kemudian menghampiri Sri. Dan sebelumnya Sri telah memesan taksi online.


Beberapa saat kemudian taksi online telah datang, Sri dan Sakti masuk kedalam mobil taksi tersebut.


Kemudian taksi melaju sesuai arahan petunjuk lokasi yang diberitahukan oleh Sri.


Taksi melaju secara perlahan menyusuri jalan raya yang mengarah ke perumahan dimana mereka tinggal.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan rumah dan mereka segera turun dari mobil taksi tersebut.


Setelah turun, Sri dan Sakti melangkahkan kaki masuk ke halaman melewati pintu pagar dari besi berwarna hijau itu.


"Alhamdulillah kita sudah sampai rumah ya Sakti!" seru Sri saat sudah sampai di teras rumah yang mereka tinggali.


"Iya mama Ci" ucap Bima dan mereka masuk ke rumah, disambut oleh Marlina (neneknya Sakti) dan mbokNi yang merupakan pembantu kepercayaan keluarga mereka.


Tak berapa lama bel pulang sekolah berbunyi, dan semua murid TK berhamburan keluar dari ruang kelas mereka.


"Sakti lepas sepatu cuci tangan dan kaki, lalu ganti pakaian ya!" seru Marlina saat Sakti mencium punggung tangan neneknya itu.


"Iya Oma!" ucap Sakti yang mengulas senyumnya.


"Biasanya panggil nenek, tumben panggil Oma segala!" seru Marlina sembari mengusap kepala cucu pertamanya itu dengan gemas.


Marlina mengulas senyumnya dan demikian pula dengan Sri dan juga mbok Ni.


Sakti kemudian melangkahkan kakinya menuju ke rak sepatu dan melepaskan sepatunya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Setelah sampai di kamar mandi, Sakti mencuci tangan dan kakinya, setelah itu keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menghampiri Sri yang sudah menyiapkan pakaian ganti Sakti.


"Sakti, setelah ganti pakaian nanti belajar sebentar sama mama Ci ya!" pinta Sri yang telah membantu Sakti untuk mengganti pakaian Sakti.


"Iya mama Ci" jawab Sakti yang kemudian mengambil tas dan kemudian membuka tas sekolahnya.


Dan mereka kemudian belajar bersama, mengerjakan pekerjaan rumah dan juga mengulang kembali pelajaran sekolah.


Setelah selesai, Sri menyuruh Sakti untuk tidur siang. Karena jam dinding telah menunjukkan pukul dua belas siang. Sakti kemudian tidur dengan lelapnya dan Sri menyelimutinya dengan selimut yang telah tersedia.


Kemudian Sri melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sakti dan menuju ke dapur, membantu mbok Ni menyiapkan makan siang keluarga Marlina.


Tak berapa lama makan siang telah selesai, Marlina menyuruh mbok ni mengantar makan siangnya di kamar

__ADS_1


Sri dan Mbok Ni merasakan sesuatu yang aneh. Namun mereka tak mau ambil pusing.


Setelah mengantat makan sian Marlina, mbok Ni dan Sri makan siang bersama di ruang makan.


Mereka makan sambil bercerita dan sesekali bercanda gurau. Karena mbok Ni menceritakan masa kecil Bima dan membandingkan dengan Sakti yang sekarang ini.


Setelah selesai makan, Sri hendak membantu mbok Ni mencuci piring. Namun hal itu di larang oleh Mbok Ni.


"Jangan Nak Sri, anda sekarang ini adalah nyonya disini, jadi biarlah pekerjaan ini saya yang melakukannya nak Sri." Ucap mbok Ni.


"Tapi mbok Ni, Sri bosan kalau cuma makan tidur, mnakan tidur saja!" seru Sri.


"Ya nggak apa-apa, kan enak nggak usah capek - capek lagi" ucap mbok ni seraya mengulas senyumnya.


"Ah mbok ni, Sri nggak bisa begitu. Sri sering kerja dan kerja, jadi nggak bisa kalau cuma makan tidur dan makn tidur saja." ucap Sri yang membalas senyum mbok Ni.


"Sudah, ngakak apa- - apa, sana ke kamar. Sholat Dhuhur dan tidur siang. Nanti kalau Sakti bangun juga ada pekerjaan." ucap mbok Ni mengingatkan.


"Iya -iya mbok Ni. Sri ke kamar sekarang!" seru Sri sembari mengulas senyumnya. Demikian dengan mbok Ni yang juga mengulas senyumnya.


Sri melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Sesampainya di depan kamar, Sri membuka pintu kamar dan kemudian masuk dan menutup serta mengunci kembali pintu kamarnya.


Kemudian dia melangkahkan kaku menuju ke kamar mandi untuk berwudlu.


Setelah Wudlu, Sri menunaikan sholat Dhuhur, dan setelah sholat dhuhur dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"Mbak Minah, aku akan terus bertemu dengan mbak Minah jika selalu menunggui Sakti sekolah." gumam dalam hati Sri.


"Apakah aku boleh bekerja ya sama mas Bima? aku ingin sekali bekerja, Seandainya saja aku diperbolehkan untuk bekerja!" kata dalam hati Sri yang tak berapa lama dia memejamkan kedua matanya dan akhirnya dia terlelap dalam tidurnya.


Sri masuk ke alam mimpinya, yang dimana dirinya kembali ke masa lalunya.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2