
Rafa dan Sri satu mobil di mobil Rafa, sedangkan Dafi dan Orin satu mobil di mobil Dafi.
Dan kedua mobil itu meluncur menuju restoran langganan Rafa.
"Kita tadi belum sholat Dhuhur dan Ashar lho mas. Sekarang ini sudah jam lima sore, sebaiknya kita mampir ke Masjid dulu!" pinta Sri.
"Masjid? Oh, iya!" jawab Rafa agak canggung.
"Iya, memangnya kenapa? aku dari tadi mau tanya apa ada Mushola studio, malah kelupaan!" ucap Sri seraya menatap Rafa.
"Mushola? eh, belum kepikiran sih!" ucap Rafa yang tak enak.
Mobil mereka menepi di pinggir halaman masjid. Dan tak lama mereka keluar dari mobil.
"Mas Rafa kenapa kita berhenti di sini?" tanya Dafi yang penasaran.
"Sri mau sholat dulu!" jawab Rafa menatap Sri yang sudah berjalan meninggalkan mereka menuju ke Masjid.
"Mas Rafa sana ikutin Cherry, biar kami disini!" ucap Orin yang dia dan Dafi memang Non muslim.
"Ok, kalian tunggu disini ya!" ucap Rafa.
"Iya" jawab Dafi dan Orin serempak.
Rafa dengan setengah berlari mengikuti Sri.
"Semoga aku tidak lupa cara sholat, sejak lama aku tak menghadap-Mu ya Allah!" ucap dalam hati Rafa.
Sementara itu Sri sudah ambil wudlu dan sudah menunaikan sholat Jamak Dhuhur dan Ashar. Karena di Studio tadi dia tak sempat untuk sholat.
Rafa yang selesai berwudlu, secara tak sengaja melihat Sri yang beribadah secara khusyuknya.
"Cher, padahal niatku hanya mau godain orang yang di sukai Mas Bima. Kenapa aku terbawa suasana? Adem lihat kamu sholat begini!" Rafa yang membatin dan kemudian dia melangkahkan kaki ke baris depan dan mulai untuk sholat.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dalam beribadah.
Sri tersenyum melihat wajah Rafa yang saat ini berseri.
"Kenapa kamu lihatin aku seperti itu?" tanya Rafa penasaran.
"Mas Rafa, kelihatan lain. Tambah ganteng!" ucap Sri yang keceplosan.
"A..pa yang kamu bilang? kurang jelas, bisa diulangi lagi?" goda Rafa seraya mengulas senyum.
"Ah, tak ada siaran ulang! he..he..!" ucap Sri seraya melangkahkan kaki dan diikuti Rafa, mereka menuju ke tempat parkir.
"Sebentar lagi sholat Maghrib, kita nunggu di sini apa langsung ke restoran?" tanya Sri saat sudah ada di hadapan Dafi dan Orin.
"Kita nanti sholat Maghrib di Restoran saja, disana ada mushola-nya." ucap Rafa seraya membukakan pintu untuk Sri.
"Oke, ayo kita berangkat!" ucap Dafi dan Orin secara bersamaan dan mereka masuk ke dalam mobil dengan posisi seperti semula.
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke Restoran yang jadi langganan Rafa.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sudah sampai di tempat parkir restoran dan tepat terdengar kumandang adzan Maghrib.
"Mas Rafa, kita sholat Maghrib dulu ya!" pinta Sri dan Rafa menyanggupinya.
"Dafi dan Orin, kalian duluan pesan tempat biasa ya! aku dan Sri mau ke masjid sebentar!' ucap Rafa.
"Ok bos!" sahut Dafi yang melihat Rafa dan Sri meninggalkan mereka.
"Bos kita sejak ada Cherry, jadi taat beribadah ya" kata Orin lirih pada Dafi.
"Benar, mari berdoa semoga mereka berjodoh!" seru Dafi sangat berharap.
"Apa mungkin mereka bisa berjodoh? bagaimana dengan si Lucy itu?" tanya Orin seraya melangkahkan kaki bersama Dafi menuju ke dalam Restoran.
"Aneh ya, kenapa aku seperti nggak suka saja kalau mas Rafa jalan sama Lucy!" ucap Dafi yang mencari tempat duduk yang biasa di pesan buat mereka ketemuan.
"Lucy Cantik lho, kaya lagi! Endorse dan subcribenya melambung!" ucap Orin sembari duduk.
"Ah kamu ini ya, aku tiap kali lihat konten dia itu merasa risih! apa kamu nggak merasa?" tanya Dafi yang melihat ke daftar menu yang tersedia di meja tempat dia dan Orin duduk.
"Iya sih, sebagai perempuan aku juga sangat risih. Demi konten, rahasia keluarganya diumbar ke media sosial!" jawab Orin yang kemudian memanggil pelayan restoran.
"Nah, itu dia! bisa-bisa saat dia mandi pun dia Upload! ha .ha..!" celetuk Dafi sembari tertawa.
"Ih, ngeri!' sahut Orin yang kemudian mereka memesan minuman dan Snack sembari menunggu Rafa dan Sri.
Sementara itu Rafa dan Sri telah selesai menjalankan ibadah sholat Maghrib.
"Cher, ayo kita ke restoran!" ucap Rafa saat melihat ke arah Sri.
"Oiya mas" balas Sri.
Keduanya melangkahkan kaki menuju ke restoran dimana Dafi dan Orin sedang menunggu mereka.
Saat mereka masuk ke Restoran, Rafa mencari keberadaan Dafi dan Orin yang terlebih dulu masuk ke dalam restoran.
"Itu mereka!" seru Rafa seraya menunjuk ke arah Dafi dan Orin.
"Oiya, ayo kita kesana mas!" ajak Sri. dan mereka bergegas mempercepat langkah kaki mereka.
"Lama ya menunggu kami?" tanya Rafa yang menarik kursi dan mempersilahkan Sri untuk duduk.
"Terima kasih mas!" ucap Sri yang merasa tersanjung.
"Lama nggak apa-apa, kita kan sedang menikmati camilan ini!" ucap Orin seraya menatap ke arah Dafi, dan keduanya tersenyum.
"Ayo lekas pesan menu, sudah lapar nih!" seru Rafa yang memberikan daftar menu buat Sri.
"Kami sudah menulis daftar pesanan kami, hanya tinggal menunggu kalian saja!" ucap Dafi yang apa adanya.
"Oh, begitu ya?" ucap Rafa.
" Cher kamu pesan apa?" lanjut tanya Rafa pada Sri.
__ADS_1
Sri melihat daftar menu dan melihat harga di tiap menunya.
"Yah, mahal-mahal semuanya, uangku mana cukup?" gumam Sri dalam hati.
"Cher, jangan khawatir aku yang bayar!" ucap Rafa yang seolah tahu apa isi hati Sri saat ini.
"Eh, i..iya mas!" ucap Sri yang tak enak hati.
Sri menulis pesanannya, demikian pula dengan Rafa.
Dafi memanggil pelayan dan seorang pelayan menghampiri mereka.
"Ini pesanan kami ya!" seru Dafi seraya mengumpulkan kertas yang bertuliskan pesanan mereka.
"Baik tuan!" ucap pelayan itu yang kemudian melangkah menuju ke pantry.
"Cher, besok pagi kita ke bank ya!" ucap Rafa pada Sri.
"Iya mas, sebentar itu untuk apa ya?" tanya Sri yang belum paham.
"Itu untuk royalti kamu lah, Sri!" ucap Rafa seraya mengulas senyum.
"Royalti, apa itu?" tanya Sri yang memang tidak paham.
Dafi dan Orin saling pandang dan tertawa kecil.
"Mas Rafa nemu Cherry di mana sih!" ucap Orin yang tak bisa menghentikan tawa mereka.
Rafa mengusap wajahnya kasar.
"Cher, Royalty itu gaji atau upah kamu selama aku kontrak jadi model. Mengerti?" jelas Rafa sedikit geregetan.
"Oh, bayaran foto!" seru Sri yang menebak.
"I..iya begitulah secara kasarnya!" ucap Rafa yang melirik ke arah Dafi dan Orin yang masih saja tertawa.
"Oh, ok mas. Jam berapa mas Rafa jemput Sri?" tanya Sri yang masih terbiasa dengan nama aslinya.
"Cherry... Sri, nama tenar kamu Cherry! ingat itu!" seru Rafa yang geregetan.
"I..iya, ma'af Sri eh Cherry lupa!" balas Sri sembari mengulas senyumnya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1