Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Perjalanan ke Pasar


__ADS_3

Tak berapa lama ada seorang ibu datang menghampiri gerobak dorong jamu Bu Karti.


"Jamu Bu!" seru si ibu itu pada Bu Karti.


"Oiya, jamu biasanya ya Bu Retno?" tanya Bu karti menuangkan jamu paitan ke dalam gelas dan memberikannya pada si ibu tadi.


Dan si ibu menerimanya, kemudian meminumnya. Sementara ibu karti menuangkan jamu beras kencur sebagai penawar rasa pahit dan segera Bu karti serahkan pada si ibu tadi.


Tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti tepat di sampingnya si ibu yang tadi membeli jamu.


Dan ketika Bu Karti dan Sri hendak melanjutkan perjalanannya, turunlah dua bocah yang nampak riang sekali.


"Nenek...! saya minta jamu..!"


"Saya juga nek..!"


"Mbak jamunya lagi yang beras kencur ya, buat cucu-cucu saya!' ucap si ibu.


"Oh, baik Bu!" seru Bu karti yang kembali menghentikan langkahnya,


Bu Karti kemudian menuangkan jamunya dan melayani dua pelanggan kecilnya itu.


"Nek saya mau kamu kunyit asam satu botol air mineral ini ya!" pinta seorang gadis yang menyodorkan botol air mineral ukuran 600ml.


Ternyata gadis tersebut adalah cucu si ibu tadi yang habis menjemput dua keponakannya yaitu dua anak kecil tadi.


Bu Karti menuangkannya jamu dari botol jamu kunyit dengan takaran setengah botol dan jamu Sinom atau gula asam untuk yang sisanya.


Dengan perlahan-lahan Bu Karti menuangkannya. Dan tak berapa lama, jamu itu telah penuh dan Minah memberikannya pada gadis cilik tadi.


"Berapa semuanya bu?" tanya si ibu pada Minah.


Bu karti kemudian menghitungnya dan kemudian memberitahukannya pada si ibu pelanggan jamunya.


"Dua ribu di tambah dua ribu lalu di tambah lagi delapan ribu, jadi semuanya dua belas ribu rupiah." jawab Bu Karti sembari tersenyum.


Si ibu kemudian mengambil uang dari dompetnya satu lembar sepuluh ribu rupiah dan satu lembar uang dua ribu untuk yang tersebut di berikanya pada Bu Karti dan Bu Karti menerimanya dengan suka cita,


"Terima kasih bu," ucap Bu karti dengan mengulas senyum.


Kemudian Bu karti dan juga Sri melanjutkan perjalanannya itu ketamanyang berada di tengah perumahan tersebut.

__ADS_1


"Bu Karti, apakah masih jauhkan tempatnya?" tanya Sri yang masih melangkahkan kakinya.


"Tidak lama kok, cuma di perempatan itu disana!" ucap ibu karti seraya menunjuk ke perempatan yang ada di depannya.


Tanpa di duga Sri dan Bu Karti keduanya di hadang oleh seorang gadis kecil, yang tadinya bersama ibunya.


"Berhenti kak! ibu mau beli jamu, kak!" seru gadis kecil itu.


Bu Karti dan Sri menghentikan lagkahnya dan keduanya saling pandang kemudian melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri gadis itu.


"Adik; Adik mau membeli jamu ya?" tanya Bu Karti dan anak kecil itu mengangguk pelan.


"Adik mau beli jamu apa?" tanya Sri yang menunduk, mensejajarkan diri sama anak kecil itu.


"Mau kamu beras kencur, tapi sebentar menunggu ibu saya sedang mengambil uang." ucap gadis kecil itu yang kemudian masuk ke dalam rumah untuk memanggil ibunya.


"Kamu coba melayani pembeli kali ini!" seru Bu Karti yang memberi kesempatan pada Sri.


"Baiklah, Sri akan mencobanya mbak!" ucap Sri yang bangkit dari duduk berlutut dan menunggu ibu dan anak gadis tadi keluar dari rumah.


"Ayo ma..! mbaknya sudah di luar." seru anak kecil tadi yang menarik tangan ibunya.


"Iya, iya sebentar!" ucap si ibu dari anak kecil itu.


"Iya, jamu acem..!" jawab si Adek itu yang cedal dengan mimik wajah yang membayangkan masamnya buah asam.


"Oh, pakai gelas apa plastik ya?" tanya Sri yang mengambil botol jamu Sinom dan berusaha mengguncang-guncangkannya agar jamu yang mengendap bisa tercampur rata.


"Nak Sri, nampaknya kamu lebih mahir dari ibu!" bisik Bu Karti yang tertegun dengan gaya jualan Sri.


"Ini karena Sri sering beli jamu di kampung jadi sering lihat dan kemarin Sri praktekkan saat jual jamunya Bulik Sumilah, he..he..!" ucap Sri seraya mengulas senyum.


"Mbak di bungkus plastik saja buat putriku jamu Sinom dan kalau saya kami daun pepaya ada?" tanya si ibu gadis kecil itu.


"Oiya Bu" jawab Sri, yang kemudian Sri menuangkan jamu Sinom buat gadis kecil di hadapannya dan setelah itu dia mengambil gelas dan di tuangkannya jamu yang berwarna hijau daun pada gelas di hadapannya.


Setelah penuh, Sri memberikannya pada si ibu muda itu. Dan setelah itu tangan kanannya sudah membawa satu botol jamu Sinom.


Setelah si ibu tadi selesai minum jamu daun pepaya, Sri segera menuangkan jamu Sinom ya pada gelas kosong di tangan si ibu guna untuk menawarkan rasa pahitnya jamu daun pepaya.


"Makasih ya mbak!" ucap si ibu dengan mengulas senyum kepuasan setelah meminum jamu dan mengeluarkan uang lima ribuan pada Sri.

__ADS_1


"Sama-sama Bu!" balas Sri yang kemudian memasukkan uang dari si ibu ke dompetnya.


Setelah berpamitan pada ibu dan anak tadi, kemudian Sri dan Bu Karti melanjutkan perjalanan. Dengan melangkahkan kakinya menuju ke pasar, tapi sebelumnya mereka melewati tempat dimana kemarin mereka mengalami kecelakaan.


Keduanya juga sempat bertegur sapa dengan pak RT yang kemarin memperbaiki gerobak, dan sesekali melayani pembeli yang menghentikan langkah mereka.


Beberapa menit kemudian ,mereka telah sampai di tempat transaksi jual beli kota yang tak lain adalah pasar tradisional.


Dan benar saja di sana telah ramai warga yang sedang beraktifitas.


Mereka terus berjalan hinggak berhenti di tempat yang berjajar dengan penjual bubur, gorengan dan lainnya.


"Nah nak Sri, disinilah tempat biasa ibu jualan sampai jamu yang ibu bawa ini habis." ucap ibu karti dan Sri mengerti maksud dari ibu Karti.


Keduanya melayani 3mbeli uang berdatangan dan Bu karti sibuk menjelaskan siapa Sri dan mengatakan kalau Sri akan menggantikannya untuk sementara waktu. Selama dirinya merawat suaminya yang sakit.


Banyak yang paham maksud dari Bu Karti. Dan mereka berjanji akan menjadi pelanggan setia jamu yang walaupun yang jualan berganti orang.


"Nah Sri, kamu kan sudah bisa melayani para pembeli. Sekarang ibu tinggal ya, ibu mau ke rumah sakit." ucap Bu Karti di saat mulai Sri pembeli.


"In syaa Allah Sri sudah bisa sendiri, ibu jangan khawatir ya!" balas Sri yang mengulas senyumnya.


"Masih ingatkan jalan pulang nanti?" tanya Bu Karti pada Sri.


"Iya, Sri masih ingat ko Bu. Jangan khawatir." jawab Sri.


"Baiklah kalau begitu Assalamu'alaikum!" ucap salam Bu Karti seraya mengambil satu nasi bungkus yang ada kantong plastiknya. Dan dia meletakkan satu lagi nasi bungkus bagian Sri, yang tadi di belinya di rumah dan kemudian melambaikan tangannya pada Sri.


"Wa'alaikumsalam.'' balas Sri yang juga melambaikan tangannya.


Bu Karti melangkahkan kakinya meninggalkan Sri, dan Sri kembali melayani pembeli satu persatu dan tak terasa hari sudah menjelang siang.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2