Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Melanjutkan Perjalanan Wisata ll


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka telah sampai di depan kawasan Candi Cetho. Dan usaha tak menghianati hasil, terbayar sudah kesulitan dan kelelahan pada saat berangkat tadi..


Mereka disuguhkan pemandangan yang begitu menakjubkan.




Bima dan Sri menebarkan pandangan mereka, menikmati pemandangan yang sejuk dan serba hijau.


Mereka terus berjalan dan berswa foto di kawasan Candi Cetho.


Setelah puas menikmati pemandangan di sekitarnya, perjalanan wisata mereka berlanjut ke tempat wisata - wisata disekitarnya.


Mulai dari kebun teh yang menghampar berhektar-hektar, menutupi permukaan tanah dengan warna hijau cantiknya. Objek wisata ini berada di ketinggian 800-1.540 mdpl, yang membuatnya sejuk. Di hari yang cerah, suhu mencapai 21,5 derajat celcius. Oleh karena itu, pengunjung harus siap dengan jaket atau sweater untuk menghalau dingin.


"Alhamdulillah, jaket dan sweater kita masih bisa menahan tubuh kita dari hawa dingin ya!" ucap Bima yang sudah memarkirkan sepeda motor yang dia sewa dari hotel tadi pagi.


" Iya mas" ucap Sri seraya melihat hamparan tanaman teh seolah menjadi karpet yang memenuhi permukaan lantai.


Pohon-pohon teh ini diselingi dengan pepohonan yang tinggi menjulang. Jarak satu pohon dengan pohon lainnya sekitar 3 meter. Dimana pohon ini dapat menjadi peneduh ketika terik matahari menyerang perkebunan.


Angin semilir membawa damai dalam ketenangan. Langit biru dan awan putih yang menaungi tampak begitu pas dengan hijaunya alam di bawahnya. Suasana begitu menenangkan, membawa hati semakin tenang. Tak salah, tempat ini sering dijadikan tujuan wisata dari remaja hingga keluarga.



Perlahan tapi pasti, sang surya mulai menampakkan cahayanya. Dengan gerakan malu-malu, memancarkan warna kuning merona dibalik kabut kelabu.


Pancarannya mulai menyinari pepohonan dan menembus dedaunan. Menampakkan garis lurus menuju tanah.


Bima dan Sri melihat di jalan setapak, tampak ibu-ibu pemetik teh dengan alat tempurnya. Caping di kepala dan keranjang di punggung.


Gerakan tangan para pemetik teh ini begitu terampil. Memilih dan memetik pucuk daun teh untuk mendapatkan teh yang berkualitas. Daun teh yang dipetik di pagi hari aromanya lebih wangi dan segar. Karena inilah, para pemetik teh harus melakukannya di pagi hari.


Mereka juga menyewa jip untuk bertualang dengan menaiki mobil jip menjadi pilihan tepat untuk menikmati kawasan kebun teh dan sekitarnya, berkeliling selama delapan jam.

__ADS_1


Perjalanan cukup menantang apalagi jalur yang dilalui tidak rata, berkelok, dan naik turun.


Mereka juga mencoba olahraga ekstrem paralayang di sekitar area kebun teh. Walaupun Sri takut ketinggian, Bima dengan sabar membimbingnya.


Berada di ketinggian ribuan meter menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan.


"Mas , aku takut!" seru Sri dengan gemetaran.


"Tenang saja, ada mas disini yang menjagamu" ucap Bima.


Dan mereka melayang di udara, dengan hamparan tanaman teh di bawahnya. Sungguh keindahan yang tiada duanya. Apalagi udara yang sejuk, melayang menjadi semakin sejuk.



Melayang di udara dengan parasut sangat memacu adrenalin. Ini dapat menjadi opsi bagi pengunjung yang senang dengan olahraga ekstrim. Pengunjung pun dapat berfoto dari atas dengan latar belakang pemandangan awan. Atau hamparan kebun teh di bawahnya.


Setelah itu mereka pindah ke lokasi lain, yaitu ke Air terjun Jumog.



Layaknya seperti air surga, aliran air terjun sangat jernih dan segar. Tidak sedikit wisatawan yang meminum langsung air dari alam ini. Aliran sungai yang masih dalam lokasi curug jumog juga menjadi salah satu tempat populer pengunjung untuk bermain.


Selain berenang di arus sungai dan kolam air terjun, pengunjung juga dapat berenang di kolam buatan pengelola. Oh iya, beda dengan air terjun grojokan sewu yang dikelola oleh pemerintah, air terjun jumog sendiri sampai saat ini dikelola oleh warga sekitar, sehingga penambahan fasilitas yang ada semua adalah inisiatif warga.


Selain kolam renang, terdapat juga warung warung yang menyediakan jajan. Jadi tidak perlu repot repot membawa bekal saat rekreasi ke air terjun jumog, cukup membawa bekal lebih saja. Lagipula, harga jajanan yang ditawarkan masih dalam batas wajar.


Masih terletak di lereng gunung lawu, air terjun jumog beramat di Gandu, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. 


Akses jalannya tidak terlalu sulit, namun anda tidak bisa membawa kendaraan menuju lokasi air terjun jumog. Untuk kendaraan roda 2, anda perlu berjalan 300 meter untuk sampai ke curug, dan untuk bus, anda harus parkir sejauh 800 meter sebelum curug jumog. Diperjalanan, menuju curug, anda bisa menemukan banyak penjual, mulai dari buah buahan, hingga penjual bibit tanaman.


"Wah, sejuk sekali ya!'' seru Bima seraya menarik nafasnya dalam - dalam dan mengeluarkannya pelan - pelan.


"Benar mas udara di daerah sini memang seperti di puncak Bogor maupun di kota Malang" jelas Sri.


Setelah puas berwisata, mereka kembali ke hotel karena hari telah beranjak petang.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sampai juga di kamar ini!" seru Sri saat sudah masuk ke kamar hotel dimana semalam mereka menginap.


"Kita mandi bareng lagi yuk!" bisik Bima sembari memeluk Sri dari belakang.


"Nanti kelamaan mandinya kalau berdua, kita kan buru - buru mau sholat berjama'ah." ucap Sri sembari menengok ke arah suaminya.


"Iya sayang, kamu mandi dulu sana. Nanti malam kita main lagi ya?" pinta Bima dengan mengulas senyumnya.


Dan Sri mengambil baju ganti dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk ritual mandinya.


Selama Sri mandi, Bima mendapat kabar dari sekretarisnya yang mengharuskan dirinya untuk kembali ke Jakarta.


"Ada apa mas? " tanya Sri saat keluar dari kamar mandi dan melihat kekusutan di wajah suaminya.


"Perusahaan yang mas kelola saat ini, akan bekerja sama dengan luar negeri. Jadi produk jamu kita akan tersebar ke luar negeri dengan bantuan mereka. Menurut kamu bagaimana Sri?" tanya Bima yang menatap kedua mata istrinya.


"Wah bagus itu mas, kalau bisa keluar negeri kan berarti penghasilan kita bertambah. Selain itu sebagai bukti pula kalau kamu itu produk asli kita!" jelas Sri. Bima diam seperti memikirkan sesuatu.


"Jika seperti itu, aku ingin mengajak kamu ke luar negeri juga. Tapi, bagaimana dengan sakti dan usaha studio Rafa?" tanya Bima uang meminta pertimbangan pada istrinya.


"Kalau Sakti, kita ajak juga tidak apa - apa kan mas? Sedangkan studiobrafa, bukannya dipasrahkan sama orang kepercayaannya Rafa?" Sri yang balik bertanya.


"Ah, kita pikirkan nanti saja! sekarang mas mau mandi dulu!" Ucap Bima yang kemudian mengambil pakaian gantinya dan masuk ke kamar mandi.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


,


__ADS_2