Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Belajar berjualan Jamu


__ADS_3


...(Bonus visual)...


"Masak sih Bu Lik? jadi malu nih, he..he..!" ucap Sri sembari tersenyum.


"Benar Sri, kamu jadi lain!" kata Sumilah yang tersenyum.


"Ah Bulik Sumi bisa saja, trus cara gsndhongny bagaimana Bu Lik?" tanya Sri yang kebingungan, karena Minah sudah menggendong bakul yang berisi jamu itu dengan mudah dan sepertinya ringan.


"Apa di desa kamu nggak pernah bawa sesuatu dari ladang?" tanya Sumilah seraya mengajari Sri menggendong bakul yang berisi jamu itu.


"He..he..! hampir nggak pernah ke ladang, paling-paling ke sungai nyuci baju" jawab Sri yang apa adanya.


"Sudah pokoknya diingat ingat yang caranya dan lama-kelamaan juga bisa nantinya." kata Sumilah yang meminta Sri mengulanginya lagi.


"Iya Bu Lik" jawab Sri yang akhirnya dia bisa sendiri.


"Minah, kamu ajari Sri jualan dulu ya. Hitung-hitung kamu bawa dagangan dobel gitu! he..he..!" kata Sumilah.


"Oh, iya nggak apa-apa. Ayo Sri nanti kita diantar mas Karyo" kata Minah yang kemudian bersama Sri melangkahkan kaki menuju ke mobil Pick up warna hitam yang terparkir di halaman.


"Sore ini aku hanya ngantar dua bidadari ya?' canda Karyo pada saat masuk ke dalam mobil.


"Selamat deh buat yang mengantar dua bidadari!" goda Minah saat meletakkan bakulnya di bak belakang mobil pick up.


"Sri..! tunggu....!" panggil Sumilah yang dengan tergopoh-gopoh menghampiri Sri.


"Ada apa Bu Lik?" tanya Sri pada saat akan masuk ke dalam mobil pick up bersama Minah.


"Kamu bawa kartu nama Bu lik ya, kalau ada apa-apa bisa hubungi Bu Lik dan ini ada alamat rumah jamu ini" jelas Sumilah seraya mengulurkan kartu namanya pada Sri, dan Sri menerimanya.


"Terima kasih Bu Lik, dan semoga tak terjadi apa-apa di jalan nanti." kata Sri dan semunya menjawab "Aamiin" secara bersamaan.


Beberapa saat kemudian Minah dan Sri masuk ke dalam mobil pick up itu.


Sri duduk di dekat jendela sedangkan Minah duduk di tengah samping Karyo.


Mobil pick up itu pun melaju menyusuri jalan raya.


"Ke tempat biasanya ya?" tanya Karyo seraya melirik ke arah Minah.


"Iya mas Karyo, tujuan kita ke perumahan Indah Selalu.Jadi kebiasaan selalu tanya lokasi, padahal dari dulu ya di situ dan di situ!" gerutu Minah dengan pandangan tetap ke depan, melihat jalan raya.


"Marah..!" goda Karyo seraya tertawa kecil dan demikian pula Sri.


Tak berapa lama, mobil pick up yang di tumpangi tiga orang itu kini menepi di dekat sebuah perumahan Elite.

__ADS_1


"Mas Karyo tunggu di sini ya, seperti biasa!" kata Minah seraya tersenyum.


"Iya, iya.. aku mau mimpi'in dik Sri saja! soalnya dik Minah-nya orangnya judes! he..he..!" goda Karyo sembari tertawa kecil.


"Biarin wekk...!" balas Minah yang sudah menggendong bakul di punggungnya dan demikian pula Sri yang juga sudah menggendong bakul jamu di punggungnya.


"Ayo Sri, kita jalan menyusuri jalan di gang itu. Nanti jalur itu langsung menuju ke taman. Di taman jam segini biasanya banyak yang berkunjung di sana" jelas Minah sembari terus melangkah.


"Iya mbak!" ucap Sri yang berjalan beriringan dengan Minah.


"Nah perhatikan ya cara aku menjajakan jamunya." kata Minah.


"Iya mbak!" jawab Sri yang kemudian memperhatikan cara Minah menjajakan jamunya.


"Jamu...jamu...jamunya Bu,mbak, adik, Mbah Putri, jamu...jamu...!" seru Minah dengan suara tinggi.


"Jamu..!" seru seseorang yang rumahnya telah terlewati.


"Mbak ada yang beli" seru Sri yang kemudian menepuk bahu Minah.


'Oh iya, dimana?" tanya Minah seraya menoleh ke belakang.


"Itu di sana!' ucap Sri seraya menunjuk ke arah orang yang memanggil mereka.


"Iya Bu kami akan ke sana!' seru Minah yang kemudian bersama Sri kembali melangkahkan kaki menghampiri ibu-ibu yang hendak membeli jamu tadi.


"Iya mbak, jamu yang biasanya ya, kunyit sirih ya!" pesan si ibu.


Minah menuangkan jamu kunyit setengah gelas dan jamu sirihnya yang setengah gelas, lalu Minah memberikannya pada si ibu tadi.


Selama si ibu meminum jamunya, Minah sudah menyiapkan jamu untuk menawar rasa pahitnya yaitu jamu Sinom.


Si ibu telah selesai meminum semua jamunya.


"Berapa mbak?" tanya si Ibu tadi.


"Tiga ribu Bu!" jawab Minah.


Si ibu itu mengeluarkan uang kertas dua ribu rupiah dan seribu rupiah.


Tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti tepat di depan rumah si ibu tadi.


Dan ketika Minah dan Sri hendak melanjutkan perjalanannya, turunlah dua bocah yang nampak riang sekali.


"Nenek...! saya minta jamu..!"


"Saya juga nek..!"

__ADS_1


"Mbak jamunya lagi yang beras kencur ya, buat cucu-cucu saya!' ucap si ibu.


Mau tak mau Minah kembali menurunkan bakul jamunya dan melayani dua pelanggan kecilnya itu.


"Mbak saya mau kamu kunyit asam satu botol air mineral ini ya!" pinta seorang gadis yang menyodorkan botol air mineral ukuran 600ml.


Ternyata gadis tersebut adalah putri si ibu tadi yang habis menjemput dua keponakannya yaitu dua anak kecil tadi.


Minah menuangkannya jamu dari botol jamu kunyit dengan takaran setengah botol dan jamu Sinom atau gula asam untuk yang sisanya.


Dengan perlahan-lahan Minah menuangkannya. Dan tak berapa lama, jamu itu telah penuh dan Minah memberikannya pada gadis tadi.


"Berapa semuanya mbak?" tanya si ibu pada Minah.


Minah pun menghitungnya dan kemudian memberitahukannya pada si ibu.


"Dua ribu di tambah dua ribu lalu di tambah lagi delapan ribu, jadi semuanya dua belas ribu rupiah." jawab Minah sembari tersenyum.


Si ibu kemudian mengambil uang dari dompetnya satu lembar sepuluh ribu rupiah dan satu lembar uang dua ribu rupiah.Uang yang tersebut di berikan ya pada Minah.


Dan Minah menerimanya dengan suka cita,


"Terima kasih bu," ucap Minah dan kemudian melanjutkan perjalanannya itu ketamanyang berada di tengah perumahan tersebut.


"Mbak Minah masih jauhkan tempatnya?" tanya Sri yang masih melangkahkan kakinya.


"Tidak lama kok, cuma di perempatan itu disana!" ucap Minah seraya menunjuk ke perempatan yang ada di depannya.


Tanpa di duga Sri dan Minah, keduanya di hadang oleh seorang gadis kecil, yang tadinya bersama ibunya hh.


"Berhenti kak! ibu mau beli jamu, kak!" seru gadis kecil itu.


Minah dan Sri menghentikan langkahnya dan keduanya saling pandang kemudian melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri gadis itu.


"Adik; Adik mau membeli jamu ya?" tanya Minah dan anak kecil itu mengangguk pelan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2