Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Sarapan Berdua Dengan Bima


__ADS_3

Sri melangkahkan kaki ke kamar mandi, untuk mencuci mukanya dan kemudian keluar melangkahkan kaki menuju ke tempat tidur dan merebahkan diri dan berusaha memejamkan kedua matanya.


Akhirnya Sri terlelap dalam tidurnya dan terbuai dalam mimpinya.


...****...


Keesokan harinya, Sri bangun dari tidurnya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul lima.


"Sebaiknya aku mandi dan segera menunaikan sholat Subuh!" ucap Sri yang bergegas bangun, kemudian mengambil handuk dan pakaian gantinya.


Sri mulai ritual mandinya, dan setelah itu memakai pakaian santainya dan kemudian mulai berwudlu.


Dia keluar dari kamar mandi, kemudian mulai menunaikan ibadah sholat subuh.


Setelah selesai sholat Subuh, Sri berdoa meminta ampunan dari Yang maha Kuasa atas semua dosa yang telah dia perbuat selama ini.


"Ya Allah, ampuni segala dosa-dosa hamba, hamba telah berbuat dosa dan hamba tak mau mengulanginya lagi, Apa yang harus hamba lakukan ya Allah, hamba malu bertemu dengan kedua orang tua hamba. Ya Allah semoga hamba tabah menjalani semua ini. Aamiin ya Robbal alaamiin." doa Sri dengan isakan tangisnya.


Selesai berdoa, Sri melipat mukenanya dan kemudian meletakkannya di tempat biasanya.


Sri kemudian berhias secara simpel dan kemudian melangkahkan kakinya ke dapur.


Diambilnya Apron dan kemudian Sri memakainya, Sri siap untuk memasak.


"Nasi kemarin masih banyak, masak nasi goreng saja" gumam Sri pada saat membuka penanak nasinya.


Sri kemudian mengambil bumbu-bumbu untuk membuat nasi goreng simpel ala dia.


Resep Nasi Goreng Simpel


Bahan:


Secukupnya nasi putih dingin


1 keping mie, rebus dan tiriskan


2 buah telur


Secukupnya kecap manis, garam dan kaldu jamur


Bumbu Halus:


6 butir bawang merah


3 siung bawang putih


1 buah kemiri


5 buah cabai merah besar


2 buah cabai rawit


Cara Membuat Nasi Goreng Simpel:

__ADS_1


Haluskan semua bahan bumbu halus, bisa di blender ataupun di uleg sesuai selera.


Panaskan wajan dengan sedikit minyak, lalu ceplok telur dan orak-arik rata. Setelah itu, masukkan bumbu yang telah dihaluskan, dan tumis hingga harum.


Masukkan nasi dan mie, aduk-aduk hingga rata, lalu tambahkan kecap manis, garam dan kaldu jamur, aduk hingga rata dan masak hingga matang.


Koreksi rasa, apabila sudah pas, angkat dan sajikan.



"Akhirnya selesai juga, setelah ini aku rebus air. Buat teh manis sepertinya cocok untuk menemani nasi goreng ini" gumam Sri yang kemudian merebus air dalam teko.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk.


"Tokk...tokk...tokk...!"


"Eh, siapa ya, pagi-pagi sudah bertamu?" gumam Sri yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu.


Sri melihat ke luar lewat lubang pengintai di pintu tersebut.


"Mas Bima!" batin Sri yang kemudian membuka pintu, dan benar ada Bima di depan pintu.


"Assalamu'alaikum...Sri" ucap salam dari Bima seraya mengulas senyumnya,


"Wa'alaikumsalam...Mas Bima, pagi-pagi sudah datang kemari, ada apa mas?" tanya Sri yang penasaran.


"Aku khawatir dengan keadaan kamu, apa kamu tak apa-apa?" tanya Bima yang wajahnya terlihat kusut, seperti tidak tidur semalaman.


"Sri tidak apa-apa mas!" jawab Sri yang memang apa adanya seraya mempersilahkan Bima untuk masuk.


"Iya Sri sedang masak nasi goreng. Kita sarapan sama-sama yuk mas!" jawab sekaligus ajak Sri yang kemudian mengambil dua buah gelas yang diisinya dengan tiga sendok teh gula pasir dan satu teh celup.


Setelah air dalam teko yang telah direbus Sri itu mendidih, Sri menuangkannya dalam dua gelas yang masing-masing telah terisi gula pasir serta masing-masing satu pack teh celup.


Sri kemudian mengambil nampan dan menghidangkannya pada Bima yang sudah duduk di ruang makan.


"Terima kasih Sri!" ucap Bima pada saat menerima satu gelas teh manis hangat dari Sri.


Sri mengangguk dan tersenyum, kemudian meletakkan satu gelas teh manis hangat di meja yang nantinya dia akan duduk di situ.


Kemudian Sri melangkahkan kakinya kembali ke dapur dan mengambil dua piring dan kemudian mengambil nasi goreng yang masih berada di penggorengan.


Selesai mengambil nasi goreng, Sri membawa dua piring nasi goreng itu ke ruang makan.


Diletakkannya satu piring diatas meja tepat dihadapan Bima.


"Hmmm....! baunya sedap sekali, pasti nasi ini enak sekali!" seru Bima seraya mencium aroma sedap nasi goreng dihadapannya itu.


"Dicoba dulu mas, kalau kurang asin bisa ditambah garam" ucap Sri yang sudah duduk di meja makan dan dihadapannya ada satu piring nasi goreng dan satu gelas teh manis hangat yang telah dia hidangkan tadi.


"Sebelum makan berdoa dulu mas" ucap Sri dan keduanya kemudian berdoa untuk makan.


"Selesai berdoa, mereka mulai menyantap sarapan nasi goreng itu dengan lahapnya.

__ADS_1


"Sri keasinan, kamu minta nikah ya?' goda Bima saat setelah menelan satu sendok nasi goreng itu.


"Masak sih mas? Sri kira tidak, ini sudah pas takarannya!" ucap Sri yang masih bingung.


"Maksud mas Bima, kamu mungkin mau menerima mas Bima ini jadi suami kamu?" ucap Bima yang membuat Sri tersedak karena terlalu terkejut untuk menerima ucapan dari Bima itu.


"Ma..ma'af Sri, kamu tak apa-apakan?" tanya Bima yang sangat cemas dengan keadaan Sri yang tersedak itu.


Sri kemudian meminum teh manisnya dan keadaannya mulai stabil.


"Sri tak apa-apa mas"'ucap Sri yang ada tisu dihadapannya.


Bima menyodorkan tisu makan pada Sri, dan Sri menerimanya dengan senang hati. Karena dia memang membutuhkannya pada saat ini.


"Terima kasih mas!" ucap Sri.


"Sudah, ayo lanjutkan makan lagi!' ucap Bima yang kembali menyantap hidangan nasi gorengnya.


Sedangkan Sri merenung sejenak, dalam hati dia berpikir.


"Apakah sebaiknya aku menerima mas Bima? walaupun aku belum bisa melupakan mas Rafa, tapi mas Bima sepertinya tulus mencintaiku?"


"Sri, ayo makan, kok malah melamun sih!" seru Bima yang telah selesai makan dan melihat Sri dengan mengulas senyumnya.


"Eh,iya ma'af!'' ucap Sri yang kemudian dia melanjutkan sarapannya.


Tak berapa lama Sri menyelesaikan sarapannya.


"Mas Bima kerja hari ini?" tanya Sri setelah menghabiskan teh manisnya.


"Tidak, aku ingin main ke kampung halaman kamu Sri!" ucap Bima sedikit serius.


"Main ke kampung halaman Sri? untuk apa mas?" tanya Sri yang penasaran.


"Ingin refreshing saja, lihat suasana desa. Di sini serasa suntuk saja!" ucap Bima yang bangkit dari duduknya dan hendak memindahkan piring dan gelasnya ke dapur, namun dengan cepat Sri memintanya.


"Ma'af mas biar Sri saja yang bawa, ini tugas Sri, mas Bima duduk atau lihat televisi dulu. Sri mau mencuci piring ini dulu" ucap Sri.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,


'

__ADS_1


"


__ADS_2