
Tak berapa lama mobil pick Up itu sampai di rumah produksi Jamu Sumilah.
Setelah menurunkan bakul dan memberikan uang hasih jualan dan hasilnya pun dibagi berdua, Sri dan Minah bergegas membersihkan diri dan menunaikan sholat Maghrib.
Setelah semua urusan beres, mereka segera makan bersama seraya bercerita apa yang terjadi pada siang hari tadi.
"Sri, bagaimana pengalaman kamu jualan tadi sore?" tanya Sumilah penasaran.
"Alhamdulillah mbak Minah mencarikan tempat yang strategis, Sri bisa langsung ludes jamunya." kata Sri dengan gembira.
"Iya Sri sudah ada bakat, Bulik! punyaku belum habis punya dia sudah habis duluan." ucap Minah seraya tersenyum.
"Ya sudah Sri, kamu besok jualan lagi menggantikan Minah ya!" ucap Bulik Sumi pada Sri.
"Lho mbak Minah mau kemana?" tanya Sri bingung.
"Saya mau ijin pulang kampung dulu, sudah setahun saya nggak pulang Sri."ucap Minah seraya menatap Sri dengar rasa semangatnya.
"Oalah, iya mbak. Sampaikan salam ku buat keluarga ya mbak!" ucap Sri .
"Iya " balas Minah.
"Sri bantu mbok Darmi nyuci botol dan gelas!' seru Sumilah.
"Baik Bulik" ucap Sri yang kemudian segera mencuci botol-botol bekas jualan tadi siang.
Setelah selesai, Sri segera berwudlu dan menunaikan sholat Isya.
Dan setelah menunaikan sholat Isya, sri segera merebahkan diri ke tempat tidur untuk beristirahat.
"Sri, kalau kamu jualan di rumah tiap rumah. Usahakan jangan masuk ke rumah ya," pesan Minah.
"Kenapa mbak? " tanya Sri penasaran.
"Ya buat jaga-jaga agar jangan sampai ada fitnah." jawab Minah.
"O, Sri mengerti mbak." kata Sri dan beberapa menit kemudian mereka pun terlelap dalam tidur masing-masing.
...****...
Pukul 01.30 WIB dini hari, seperti biasa Sri membantu Sumilah dan mbok Darmi di dapur.
Pukul 03.00 Wib, Minah keluar dari kamar dan membangunkan Karyo.
Pagi ini Minah akan bertolak ke Wonogiri, untuk pulang kampung.
Setelah dari membangunkan Karyo, Minah menuju ke dapur untuk berpamitan dengan yang lainnya.
"Bu Lik, Sri dan mbok Darmi, Minah mau berangkat sekarang" ucap Minah sembari mengulurkan tangan pada satu persatu orang yang berada di dapur.
"Minah, kamu sudah bangunkan Karyo?" tanya Sumilah.
"Sudah Bu Lik, dia baru cuci muka" Jawab Minah saat sudah selesai menyalami semua orang di dapur.
"Ya sudah, hati-hati di jalan ya!" ucap Sumilah.
__ADS_1
"Mbak Minah juga hati-hati di jalan ya!" ucap Sri.
"Iya, Minah berangkat ya. Assalamu'alaikum...!" pamit Sri seraya melambaikan tangan kanannya.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab Sri, Sumilah dan Mbok Darmi seraya membalas lambaian tangan Minah.
Minah melangkahkan kaki menuju ke mobil pick up, dimana Karyo sudah berada di dalamnya.
Dan setelah Minah masuk kedalam mobil pick up itu, Karyo melajukannya perlahan meninggalkan rumah jamu Sumilah.
Sementara itu Sri masih sibuk mengisi jamu dalam botol dan Sumilah membuat jamunya.
Kembali Sumilah memberi pengertian dan penjelasan tentang jamu, dan kali ini jamu cabe Puyang.
"Sri kali ini kmu harus tahu tentang jamu Cabe Puyang!' ucap Sumilah sembari merebus daun sambirata ke dalam panci.
"Iya Bu Lik!" jawab Sri seraya memindah botol ke bakul-bakul.
"Jamu cabe puyang itu bahan utama berupa cabe jawa dan puyang atau lempuyang. Dengan campuran rempah lain, seperti saja jahe, kudu, temuireng, adas, temulawak, pulosari, merica, kedawung, kunci dan asam jawa" jelas Sumilah seraya menunjukkan satu persatu bahan jamu cabe Puyang itu.
"Banyak juga ya bahannya Bu Lik?" ucap Sri yang kali ini membawa buku dan bolpoin buat mencatat semua bahan-bahan membuat jamu cabe Puyang itu.
"Sudah Sri?" tanya Bu lik Sumilah yang hendak melanjutkan menteri tentang jamu cabe puyang.
"Sudah Bu Lik!" jawab Sri yang masih bersiap dengan buku dan bolpoinnya.
"Lanjut dengan cara membuatnya pun cukup mudah dilakukan di rumah, haluskan seluruh bahan yang telah dicuci bersih. Setelah itu, peras bahan yang dicampur hingga keluar seluruh sarinya. Lalu, tuang ke dalam panci yang berisi air dan masak hingga mendidih. Jamu cabe puyang pun siap dikonsumsi" kata Sumilah yang membantu menuangkan jamu ke dalam botolnya.
Selain mudah dibuat, jamu cabe puyang ini memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Berikut ini beberapa manfaat jamu cabe puyang.
Jamu cabe puyang berkhasiat untuk menghilangkan pegal-pegal karena kecapekan, maupun sakit pinggang. Konsumsi jamu ini secara rutin dapat mengembalikan kebugaran tubuh sehingga stamina tetap prima dan terhindar dari penyakit. Cocok diminum oleh orang yang memiliki aktivitas padat agar kesehatan selalu terjaga.
Melancarkan peredaran darah
Jamu cabe puyang dapat bermanfaat untuk melancarkan sistem peredaran darah. Tak hanya itu, konsumsi jamu cabe puyang dengan teratur juga bisa mengatasi anemia. Kondisi kekurangan sel darah merah yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa pusing dan mual.
3.Menurunkan demam
Saat tubuh terasa lemas dan demam, jamu cabe puyang dapat menjadi solusi. Hal ini karena jamu cabe puyang memiliki sifat anti piretik yang fungsinya adalah sebagai penurun demam atau panas di dalam tubuh. Selain itu, jamu cabe puyang juga dapat mengatasi sakit kepala hingga meredakan flu.
__ADS_1
Menambah nafsu makan
Konsumsi jamu cabe puyang dengan teratur dapat menambah nafsu makan sehingga cocok bagi orang yang sedang menjalani program kenaikan berat badan. Namun, tak hanya itu saja karena jamu cabe puyang juga dapat membantu sistem pencernaan sehingga makanan yang masuk tetap diolah dengan baik dalam tubuh.
Menjaga kesehatan kulit
Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, jamu cabe puyang juga bantu menjaga kesehatan kulit. Konsumsi bahan alami seperti jamu cabe puyang dapat menutrisi kulit dari dalam sehingga kulit terasa lebih halus.
"Selain itu, jamu cabe puyang juga dapat melawan radikal bebas penyebab penuaan." jelas Sumilah saat sudah menyelesaikan membuat jamunya.
"Ok Bu Lik, Sri sudah mencatatnya." kata Sri seraya menutup bukunya dan kemudian berberes-beres, mencuci peralatan yang sudah di pakai untuk membuat jamu.
Sumilah kembali ke rumahnya untuk mandi dan sholat Subuh.
Sedangkan Sri juga demikian setelah selesai mencuci peralatan membuat jamu.
Tak berapa lama Karyo sudah pulang dari mengantar Minah ke Terminal.
Setelah berdandan, Sri dan dua temannya pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Di ruang makan sudah ada mbok Darmi dan Karyo yang sedang sarapan.
Mbok Darmi telah menyiapkan sarapan mereka.
"Mbok, makanan simbok kali ini luar biasa!" rayu Sri seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Hmm...! bilang saja mau nambah lauk ayam goreng!" seru Mbok Darmi seraya memanyunkan bibirnya karena sudah tahu kebiasaan Sri.
"He..he..! tahu saja simbok Ki sayang ini!" ucap Sri seraya mengulas senyum.
Setelah selesai sarapan, Sri dan dua temannya memindahkan bakul jamu yang sudah terisi jamu ke atas bak mobil pick up.
Beberapa menit kemudian, mobil pick up itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
,
__ADS_1