Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Tak mendapat kesempatan bersekolah


__ADS_3

"Sini -biar di masak sama petugas masaknya. Kita tinggal nikmati saja, he..he..!" kata Aryo.


"Ada ya petugas masaknya?" tanya Sri yang belum tahu.


"Ada, kabarnya sih masakannya enak!" ucap Aryo yang membawa ember berisi ikan ke sebuah warung di lingkungan pemancingan itu.


"Sambil nunggu pesan es kelapa muda ya!" seru Aryo, yang kemudian dia memesan es kelapa muda yang ada di samping stan warung makan itu.


"Mas Arya cuci tangan dulu yuk!" ajak Sri.


"Oiya, sekalian mengembalikan pancingannya, Kitakan tadi menyewa bukan membelinya!" ucap Aryo seraya mengulas senyumnya.


"Iya mas" jawab Sri singkat.


Setelah mengembalikan pancingnya, Sri dan Aryo menuju ke wastafel.


Dengan iseng Aryo memercikkan air ke arah wajah Sri.


Sri berlari menghindari Aryo, hingga mereka sampai di depan rumah makan yang dimintai memasakkan ikan tadi.


Kedua ya kemudian duduk di kursi dan masih menunggu masakan di hidangkan di meja makan.


Tak berapa lama es kelapa muda pesanan mereka telah dihidangkan oleh penjualnya.


📆Flashback Off


"Sri, buka pintu. Kita sudah sampai nih!" ucap Bu Lik Sumilah seraya menggoyang-goyangkan punggung tangan Sri.


"Eh iya sudah sampai ya!" Ucap Sri yang tersadar dari lamunannya.


"Sudah sampai di Sekolah Menengah Kejuruan 5758!" Seru Karyo.


Sri kemudian turun dari mobil dan dikuti olen Bu Lik Sumilah.


"Ayo Sri kita masuk!" seru Bulik Sumilah.


"Iya Bu Lik!" ucap Sri yang mensejajarkan langkahnya pada Bu Lik Sumilah.


Mereka kemudian menuju ke ruang Guru, di sana beberapa guru sudah pergi ke kelas masing-masing.


Bu Lik Sumilah dan Sri langsung bertemu dengan kepala sekolah SMK 5758.


"Wah, sebetulnya sayang sekali ananda Sri tidak termasuk dalam siswa baru kami. Apa boleh buat pendaftaran siswa baru sudah si tutup kemarin pagi. Karena siswa-siswi kami sudah Full.Mingkin tahun depan bisa ke sini lagi!' ucap kepala sekolah itu.


"Jadi sudah ditutup ya pak?" tanya Sri penuh kekecewaan.


"Iya, ma'af ya!" ucap kepala sekolah pada Sri dan Bu Lik Sumilah.


"Ayo Sri kita dari sekolah yang lainnya" ucap Bu Lik Sumilah pada Sri saat menuju tempat parkir mobil, di mana Karyo menunggu di dalam mobil Pick Up-nya.

__ADS_1


"Baiklah Bu Lik!" ucap Sri sedikit semangat.


Mereka bertiga terus melaju dan mencari sekolah yang masih membuka pendaftaran. dan nyatanya pendaftaran di semua sekolah semuanya di tutup.


Tepat waktu makan siang, mereka mampir ke warung bakso. Dan mereka bertiga mengisi perut mereka yang sudah kosong.


"Terus bagaimana selanjutnya Nya?" tanya Karyo pada Bu Lik Sumilah dan Sri saat menyeruput esteh nya.


"Ya terpaksa deh mandeg setahun, ya hitung-hitung kamu nabung dulu untuk bea sekolah." ucap Bu Lik Sumilah.


"Iya Bu Lik!" ucap Sri yang menerima semangkok bakso dari pelayan warung bakso yang mereka singgahi.


"Sebetulnya Sri sedih, karena nggak bisa sekolah dalam waktu dekat ini. Ya apa boleh buat! Cari uang juga penting. He..he..!" kata Sri seraya mengulas senyumnya.


"Sebetulnya kamu sudah lulus SMP itu sudah lebih baik. Nggak apa-apa Sri, coba lihat Ibu mantan menteri kelautan ibu Susi. Beliau juga lulusan SMP, dan bisa sukses. Jadi sukses tidak harus dengan sekolah yang tinggi, tekad yang kuat dan juga faktor rejekilah yang bisa membuat seseorang itu sukses" ucap Karyo sambil menuang caos, kecap, dan sambal di atas mangkok yang berisi bakso yang baru saja diletakkan di hadapannya.


"Wuih, belum makan bakso kok tumben pinter" goda Sumi seraya mengulas senyum.


"Kan nggak percuma kerja di tempat juragan Sumilah! he..he..!" balas Karyo sambil terkekeh.


"Bisa saja mas Karyo ini!" ucap Sri seraya mencicipi kuah bakso di hadapannya.


"Yaiya donk! he. he..!" sahut Karyo dan semuanya mulai menyantap bakso dengan lahapnya.


"Sri, kami nggak pakai caos dan kecap?" tanya Sumilah seraya menyodorkan botol caos dan juga botol kecap.


"Oh ya sudah, ayo cepat di habiskan dan setelah itu kita pulang ya!" ucap Sumilah yang juga menyantap baksonya.


Beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan acara makan siang dengan menyantap bakso.


Setelah membayar bakso dan minumannya, mereka bertiga melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana Karyo memarkirkan mobil.


Dan ketiganya masuk ke mobil pick up yang kemudian mereka melaju menyusuri jalan raya menuju ke rumah.


Sumilah melihat beberapa stan kios penjual buah.


"Yo, berhenti sebentar!" seru Sumilah tiba-tiba.


"Ada apa Ndoro?" tanya Karyo seraya menepikan mobil pick upnya.


"Beli buah-buahan dulu. Stok kita sudah habis!" seru Sumilah yang kemudian Sri dan Sumilah turun dari mobil dan berjalan menuju ke kios buah di tepi jalan.


Setelah mendapatkan beberapa buah yang di inginkan, mereka kembali masuk ke dalam mobil pick up di mana Karyo sudah menunggu.


"Sudah urusannya?" tanya Karyo sembari membantu meletakkan buah-buah yang di beli Sumilah.


"Sudah, ayo lanjut jalannya!" seru Sumilah dan Karyo melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah jamu, mereka keluar dari mobil pick up.

__ADS_1


Dan ternyata semua sudah kembali dari berjualan jamunya.


Sumilah menghampiri para pekerjanya dan meminta uang hasil jualan mereka yang sebelumnya sudah di potong sebagai uang gaji para karyawannya itu.


Setelah itu mereka beristirahat, sementara Sumilah kembali ke dapur bersama Sri.


Mereka sibuk membuat jamu lagi untuk yang mau berjualan jamu sore hari.


Sri membantu Sumilah dengan rajin.


"Kamu bisa menyaring jamu itu ya!" perintah Sumilah.


"Baik Bu lik!" sahut Sri.


"Sekarang Bu Lik mau beri tahu resep Jamu beras kencur.!" kata Sumilah di sela-sela aktifitasnya.


"Iya Bu Lik" Jawab Sri yang masih dengan aktifitasnya.


Dan Sumilah dengan aktifitas menumbuk jamunya.


"Sebelumnya yang harus kamu ketahui Sri, meski bernama beras kencur, minuman yang satu ini ternyata dibuat dari campuran berbagai bahan. Jamu manis dengan aroma herbal yang kuat ini diracik dari beras putih, kencur, asam jawa, dan daun pandan." kata Sumilah.


"Iya Bu Lik" kata Sri yang memindahkan botol-botol jamunya.


"Lanjut lagi ya! Nanti semua campuran bahan tersebut tidak hanya meningkatkan cita rasanya, tapi sekaligus juga khasiatnya." kata Sumilah.


Tiba-tiba Karyo datang dan memberi tahukan sesuatu.


"Ndoro di cari Incesnya!" seru Karyo.


Sumilah yang tahu maksud Karyo, bangkit dari duduknya.


"Sri tunggu sebentar ya!" ucap Sumilah.


"Iya Bu Lik" balas Sri.


Sumilah melangkahkan kakinya meninggalkan Sri yang sibuk menyaring jamu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2