Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Rafa Salah Pergaulan


__ADS_3

Tak berapa lama mobil sudah sampai di halaman sebuah rumah yang sangat mewah dan megah dengan halaman yang lumayan luas.


"Kamu masuk sebentar ya Rafa?" ajak Talina saat keduanya sudah turun dari mobil.


"Ma'af lain kali saja, aku masih ada kerjaan!' balas Rafa sembari memberikan kunci mobil pada Talina.


"Rafa, aku sangat mencintaimu." kata Talina sembari memeluk erat lengan Talina.


Rafa cuek tanpa menoleh sedikitpun pada Talina.


"Lepaskan tanganmu Talina, beri waktu aku untuk menerima semuanya!' ucap Rafa yang melirik kearah lengannya yang dipeluk oleh Talina.


"Oh baiklah, tapi sebaiknya mas Rafa memikirkan wasiat papa mas Rafa. Masalah cinta kan bisa datang jika kita akan selalu bersama?" rayuan Talina.


Rafa tetap tak menggubrisnya, dia pamit pada Talina.


"Permisi, Assalamu'alaikum..!" ucap Rafa yang melangkahkan kakinya meninggalkan Talina yang masih terbengong melihat tingkah Rafa.


Rafa terus berjalan dan sampai di tepi jalan raya.


Berulang kali Rafa memesan ojek Oline, namun tak ada yang bisa datang,


"Ojek Online jawabannya nggak ada driver , lebih baik nunggu angkutan umum saja!" gumam Rafa yang gelisah sendirian dipinggir jalan sembari terus berjalan.


Tiba-tiba ada mobil sport mewah berhenti tepat di depan Rafa.


Terdapat sepasang sejoli , yang laki-laki berpakaian jas hitam yang tanpa di kancing bagian khas dan kemeja didalamnya.


Sementara yang perempuan memakai pakaian dress yang minim yang juga berwarna hitam.


"Bip..!"


Bunyi suara klakson dari mobil yang mendekati Rafa.


"Fa, Rafa kan?" panggil si wanita yang memakai dress minim berwarna hitam itu.


"Hai Lucy, kamu pasti sama Ando, iya kan?" balas sekaligus tanya Rafa yang melihat ke dalam mobil dan melihat siapa yang mengemudi.


"Iya pastinya, sama siapa lagi!" seru Wanita yang bernama Lucy itu.


"Rafa, ayo ikut kami!" seru laki-laki yang bernama Ando itu.


"Kemana?" tanya Rafa yang penasaran.


"Sudah ikut saja, pasti suka!" jawab Lucy sambil mengulas senyum.


"Nggak ah! jangan-jangan kalian ngajak bunuh diri lagi!" ucap Rafa sembari tersenyum.


"Ngawur saja! woi, nasi Padang masih enak, ngapain bunuh diri!" balas Ando sembari tersenyum.


"Lantas mau ngapain?" tanya Rafa yang masih penasaran.

__ADS_1


"Masuk saja dulu, nanti aku jelasin" ucap Lucy yang duduk disamping Andi.


"Ok, baiklah asal jangan bunuh diri atau membunuh ya! ha..ha..!" canda Rafa seraya tertawa lebar dan diikuti Ando dan Lucy .


Rafa kemudian masuk dan duduk di jok belakang Lucy.


"Kita mau ke partynya John, dia sedang happy. Menang tender dianya!" jawab Ando yang kemudian menyalakan mobilnya.


"Boleh juga nih, siapa saja yang datang?" tanya Rafa yang membenarkan posisi duduknya.


"Geng kita pastinya, kamu sih nggak pernah bisa dihubungi!" ucap Lucy yang sesekali melirik ke arah Rafa dan Ando.


"Ma'af aku ganti nomor ponsel! kalau begitu apa nomor kalian, biar aku save" ucap Rafa yang sudah mengeluarkan ponselnya.


Dan ketiganya saling bertukar nomor.


Tak berapa lama mobil yang ditumpangi Rafa, Ando dan juga Lucy telah sampai di sebuah cafe terbesar di kota itu dan terlaris diantara yang lainnya.


Setelah keluar dari mobil, ketiganya kemudian melangkahkan kaki masuk ke cafe tersebut.


"Hai Ando, kamu ajak Lucy kan?" tanya laki-laki itu saat menjabat tangan Ando dan kemudian melihat ke arah Lucy.


Dan laki - laki itu menjabat tangan Iucy, mereka saling cipika - cipiki kemudian saling berpelukan.


"Ando, kok mau pacarnya di gituin dihadapannya, kalau aku sih nggak mau kalau pacarku di gituin" gumam. dalam hati Rafa.


"Apa kabar John!" sapa Lucy saat selesai berpelukan.


"Iya-iya, kapan-kapan giliran aku akan ajak kalian party!' seru Ando.


"Pasty aku tunggu itu!" balas John.


Kemudian John melihat kearah Rafa, dan Rafa menguulurkan tangannya dan John pun menyambut uluran tangan Rafa.


"Rafa kah ini? tambah cakep saja sih kamu!" ucap John yang kemudian memeluk Rafa.


"Terima kasih John, bukankan cakep aku sudah sejak dulu? he..he..!" canda Rafa saat pelukan mereka terlepas.


"Ayo masuk, kita nikmati malam ini!" seru John yang merangkul Rafa dan mereka melangkahkan kaki masuk ke cafe khusus orang dewasa itu.


Baru saja masuk, suara bingar bingar musik DJ serta bau alkohol pun menyeruak.


Ketiganya mengambil makanan dan minuman yang di bawa si pelayan cafe,


Dan ketiganya mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.


Candaan, tawa, nyanyian seolah menjadi bagian terpenting dalam pesta itu.


"Fa, andai saja kamu bawa pasangan malam ini, kamu nggak akan jones( jomblo ngenes)!" canda Ando Seraya bercumbu dengan Lucy.


"Salah siapa nemuin aku dalam kondisi mengenaskan di tepi jalan! ha..ha..!" balas Rafa yang juga bercanda.

__ADS_1


"Tapi bener nggak sih Fa, cowok secakep kamu ini belum punya pacar?"tanya Lucy yang sedang menikmati ciuman Ando di lehernya.


"Kamu jangan salah menilai, ha..ha..! Rafa ini juga playboy! malah pacar dia cantik-cantik. Karena semua modelnya dia pacari! ha..ha..!" canda Ando yang tangannya mulai nakal meraba dua gundukan kembar Lucy.


"Cih, lebih baik aku dance dari pada disini seperti obat nyamuk dan penonton yang jadi karatan! ha..ha..! ucap Rafa yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke geeobolan orang-orang yang sedang dance menikmati alunan musik yang dibawakan oleh Dj yang terkenal di kota itu.


Rafa pun terjerumus ikut minum-minuman beralkohol.


Dan pesta berjalan sangatlah meriah, walaupun banyak yang sudah mengalami muntah-muntah, namun pesta tetap berlangsung dengan riuhnya.


Saat sedang asyik berdansa, tiba-tiba ada yang menepuk bahu Rafa.


"Rafa!" panggil orang itu.


"Hei Ando, ayo kita dance. Ajak Lucy sekalian!" ucap Rafa yang sudah dalam kondisi kebanyakan minum alkohol.


"Dia sudah teler, aku mau bawa lucy ke hotel! apa kamu mau aku antar sekalian pulang?" tanya Ando yang menawarkan jasanya.


"Oh, okey! aku iku kamu pulang. Dari pada nanti nggak dapat tumpangan lagi! ha..ha..ha..!" balas Rafa sembari tertawa.


"Tunggu sebentar, kita pamit sama John dulu!" ucap Ando sembari menebarkan pandangannya mencari sosok yang punya acara.


"Itu John!" seru Rafa sembari melambaikan tangannya mana kala pandangan John tertuju pada mereka.


John membalas lambaian tangan itu dan melangkahkan kakinya menghampiri Ando dan Rafa.


"Hai kalian, ada apa ya?" tanya John saat sudah berada di depan Rafa dan Ando.


"Kami mau pamit pulang, dan terima kasih atas pestanya!" ucap Ando yang tak begitu mabok.


"Oh, iya sama-sama. Dan aku menunggu pesta dari kalian ya!" balas John sembari mengulurkan tangan dan menepuk bahu Ando.


"Tentu saja kami akan undang kamu dan semuanya!" ucap Rafa yang juga menerima jabat tangan dari John dan tepukan dibaginya.


"Aku mau angkat Lucy dulu dan kamu bantu aku buka pintunya ya Fa!" seru Ando seraya memberikan kunci mobilnya pada Rafa.


"Oh iya!" jawab Rafa sembari menerima kunci mobil tersebut, walaupun merasa sakit kepala yang teramat sangat melandanya kini.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


"

__ADS_1


__ADS_2