Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Belanja di Pasar Tadisional,


__ADS_3

Rafa sangat terkejut melihat dirinya yang dalam keadaan polos di bawah selimut tipis yang menyelimutinya.


"Apa yang telah terjadi?" tanya dalam hati Rafa dibarengi dengan rasa terkejutnya saat ada bercak darah di sprei tempat tidurnya .


Laki-laki itu mengusap kepalanya dengan kasar.


"Apa yang terjadi semalam? apa aku melakukan kesalahan?" tanya dalam hati Rafa yang mencoba mengingat kejadian semalam.


Dan dia melihat Sri yang sudah melepas mukena dan melipatnya itu masih saja menangis.


Rafa kemudian memakai pakaiannya satu persatu.


"Cher, apa yang terjadi semalam?" tanya Rafa pada Sri dengan rasa penasaran.


"Mas Rafa jahat, kenapa mas Rafa buat Sri tak suci lagi? apa yang harus aku katakan sama orang tua Sri? Sri kabur dari rumah supaya Sri bisa sekolah dan menjadi orang sukses, kenapa mas Rafa hancurkan mimpi Sri?" racau Sri yang mengambil bantal dan dipukul-pukulnya ke tubuh Rafa.


Rafa diam saja, selain karena pukulan bantal itu yang tidak sakit, karena dia memikirkan apa uang terjadi. Sementara dirinya juga sudah dijodohkan oleh orang tuanya.


"Aku harus bagaimana ini?" tanya dalam hati Rafa.


"Aku akan tanggung jawab Cher, aku akan tanggung jawab!kamu jangan menangis lagi ya? aku mohon, please?" bujuk rayu Rafa.


"Benarkah? mas Rafa mau menikahiku?" tanya Sri yang tak percaya.


"Iya, percayalah padaku!" ucap Rafa yang berusaha mengulas senyum dihadapan Sri.


"Janji ya!" ucap Sri seraya memberikan jari kelingkingnya pada Rafa dan Rafa mengerti maksud Sri.


Rafa mengkaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Sri.


"Janji mau menikahi Sri dan tidak akan berpaling dari Sri!" ucap Sri dan Rafa membalasnya.


Rafa terdiam, dan kemudian mulai berbicara.


"Baik saya janji mau menikahi kamu, tapi kamu disini saja. Maksud aku kamu jangan kemana-mana apalagi ke rumah ibuku. Kamu mengerti?" ucap Rafa saat berada di depan Sri.


"Belum" ucap polos Sri seraya menggelengkan kepalanya.


"Hadeuh, mas mau mencoba membujuk ibu dran supaya beliau mau memberi restu pada kita."ucapan sekaligus rayuan Rafa.


"Begitu ya, berapa lama mas?" tanya Sri yang penasaran.


"Ya belum tahu, aku mau mandi dulu!" ucap Rafa yang kemudian mengambil handuk dan pakaian gantinya.


"Iya mas!" ucap Sri yang kemudian mengganti sprei dan membuat sarapan.

__ADS_1


Sedangkan Rafa masuk ke kamar mandinya dan mulai dengan ritual mandinya.


Sri hanya membuat Mi cup dan juga teh manis, karena bahan yang ada hanya itu saja di lemari kabinet di dapur Rafa.


Tak berapa lama Rafa keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.


Kemudian dia melihat Sri yang menuang air panas di mie cup dihadapannya.


Rafa mendekati Sri, entah kenapa hasrat ingin bermainnya timbul ketika melihat Sri.


Sri meletakkan dua mi cup dan dua teh manisnya di atas meja makan.


Tiba-tiba saja Rafa memeluk Sri dari belakang.


Dan Sri tersentak kaget, Sri berusaha melepaskan dirinya namun Rafa semakin kencang memeluk Sri.


"Sri, aku mencintaimu!" bisik Rafa di telinga Sri yang membuat Sri seoerti angin menyejukkan, karena itu yang dia harapkan.


Namun seketika menjadi Boomerang karena mereka berdua belum ada ikatan pernikahan.


"Mas, kita menikah dulu ya? nanti Sri akan melayani mas Rafa sampai mas Rafa puas" rayu sri supaya bisa terlepas dari pelukan Rafa.


"Oh, baiklah! kalau begitu ayo sarapan!" ucap Rafa yang kemudian duduk di kursi dan mengambil mie cupnya.


"Mas Rafa belum sholat Subuh, sholat subuh dulu. Mumpung waktunya masih ada untuk sholat subuh!" seru Sri saat melihat jam dinding yang masih menunjukkan jam lima lebih sepuluh menit.


Sri tersenyum tipis melihat Rafa yang setengah hati dalam melangkah itu.


Tak berapa lama Rafa keluar dari kamar mandi dan menunaikan kewajibannya untuk sholat Subuh.


Setelah selesai, dia melangkahkan kaki menuju ke meja makan dimana Sri sudah menunggunya.


Keduanya sarapan dengan Mie cup dan teh manis.


"Mas, kayaknya Sri mau belanja. Masak kita hanya makan mie cup terus?" ucap Sri di sela-sela dia saat makan mie cupnya.


"oke, setelah sarapan kita belanja ya!" ucap Rafa yang kemudian mereka menyelesaikan sarapan dan kemudian bersiap untuk berbelanja.


Setelah mengganti pakaian dan mengambil dompet, Sri dan Rafa keluar dari apartemen dan melangkah menuruni apartemen itu.


Keduanya berjalan beriringan menuju tempat parkir mobil Rafa.


Sri dan Rafa masuk dan kemudian Rafa menyalakan mobilnya dan mereka melaju menuju ke jalan raya.


"Masih pagi kita belanja di pasar tradisional saja ya mas!" seru Sri sembari menatap Rafa.

__ADS_1


"Oke,asalkan nggak bau saja" sahut Rafa sambil mengulas senyumnya.


"Masalah bau atau tidaknya itu sesuai hidung anda tuan Rafa!" balas Sri yang juga mengulas senyumnya.


"Maksudnya?" tanya Rafa yang jelas-jelas pasar tradisional itu pasti bau.


"Lha iya kita berbaur dengan masyarakat menengah ke bawah, uang belanjanya yang hanya dibawah rata-rata. Jadi fasilitasnya pun biasa-biasa saja. lagi pula mayoritas pembelinya yang belanja lebih banyak di pasar tradisional ketimbang di supermarket." jelas Sri sembari mengulas senyumnya.


Tak berapa lama, mobil itu menepi dan setelah berhenti keduanya keluar dari dalam mobil.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki masuk ke pasar tradisional itu.


Sri mulai belanja sayuran dan kebutuhan pokoknya.


"Aduh, benarkan disini bau!" celetuk Rafa pada saat mereka sampai di kios ikan dan daging.


"Ha..ha..! ya jelas saja bau, kita di tempat seperti ini. Seandainya di supermarket nggak ada AC maupun freezeer, aku yakin juga akan bau seperti disini!" celetuk Sri sambil tertawa.


Kemudian Sri membeli daging ayam dan juga ikan, setelah Rafa selesai membayar belanjaan ikan dan daging ayam, keduanya melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.


"Kita kemana lagi Cher?" tanya Rafa yang ikut membawa barang belanjaan mereka.


"Di apartemen nggak ada beras, kita beli beras sekalian bumbu-bumbunya!" ucap Sri.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya!" ucap Rafa yang mulai mual perutnya.


"Iya-iya, ayo kita ke sebelah sana!" ucap Sri dan mereka melangkahkan kaki menuju ke toko sembako.


"Bang beli beras 25kg, gula pasir 2kg, gula Jawa satu kg, terigu yang kemasan dua bungkus, sama telur dua kilo dan juga minyak goreng dua liter" pesan Sri pada pedagang sembako itu.


"Cukupkah belanjaan ini buat satu bulan?" tanya Rafa yang melihat belanjaan mereka.


"Cukup nggak cukup ya di cukup-cukupin mas" jawab Sri yang mengulas senyum.


Kini Rafa dan Sri sudah membawa semua barang belanjaannya, dan melangkahkan kaki menuju ke mobil sport yang terparkir diantara mobil pick up dan mobil lainnya yang kelasnya di bawah mobil sport milik Rafa.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


"


__ADS_2