Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Malam pertama yang Gagal


__ADS_3

Karena kesal, Rafa menyeret Sri dan menjatuhkannya di atas tempat tidur,


Sri berusaha bangkit, namun Rafa semakin garang dan dia menjadi brutal karena Sri berkali-kali memberontak.


Bukannya mereda, Rafa menatap Sri dengan tajam.


"Kau harus jadi milikku malam ini!" seru Rafa yang kemudian melepaskan bajunya.


"Apa! jadi dia akan berbuat mesum padaku?" gumam dalam hati Sri yang kacau.


Sri terus meronta, dan Rafa kembali bertindak brutal.


"Plakk...! plakk...! bugh..! dugh..!"


Dua tamparan dan dorongan yang keras sampai kepala Sri terbentur ukiran kayu di tempat tidur bagian kepala.


"Aaagh...!"


"Lepaskan aku mas Rafa, Cherry mohon!" Isak Sri yang kini menjadi memohon karena merasakan tubuhnya yang sudah sakit dan lemas.


Dan akhirnya Sri tak sadarkan diri.


Seperti buaya yang mendapatkan incaranya, Rafa mulai bereaksi.


Dia memposisikan tubuh Sri dengan sebagaimana mestinya, kemudian mengusap wajah Sri yang penuh dengan luka lebam.


Dibelainya bibir Sri dengan jari telunjuknya dengan lembut.


"Kau akan jadi milikku, milikku! milikku..!" racau Rafa yang mulai menciumi wajah Sri, dan dilanjut dengan bermain di bibir gadis yang ada di genggamannya saat ini.


Nafas Rafa mulai memburu, dan tangan kanannya mulai bergerilya.


Menyusuri bagian dalam pakaian gadis yang tak sadarkan diri itu.


Dan tangan kanan itu mendapati dua gundukan milik Sri yang begitu kenyal baginya.


Rafa saat ini dalam posisi menikmati bibir bertemu bibir dan juga tangannya yang sibuk bermain di dua gundukan milik Sri.


Setelah puas dengan aksinya itu, Rafa melepaskan pakaian atas Sri satu persatu,


Seperti anak kecil yang mendapatkan permen lolipopnya, Rafa menyerang dua gundukan Sri secara bergantian.


Merasa belum puas dengan aksinya itu, Rafa menciumi dada hingga perut Sri dengan nafas memburu.


Rafa kemudian tertarik pada milik Sri yang ada di bagian perut Sri.


Dilepaskannya pakaian bagian bawah Sri satu persatu.


Sedangkan si pemilik masih dalam kondisi tak sadarkan diri.


Melihat gadis didepannya sudah dalam kondisi polos tanpa sehelai benang itu, Rafa melepas pakaian bagian bawahnya.

__ADS_1


Dan dengan nafas yang memburu, Rafa mulai menggerayangi tubuh gadis yang masih memejamkan mata itu.


Rafa pun mulai bermain dengan jurus-jurus maboknya.


Sementara itu Sri merasakan ada sesuatu yang masuk dengan paksa di miliknya, perlahan dia membuka kedua matanya.


"Aaagh...! apa yang kamu lakukan!" seru Sri yang memberontak dan terus mendorong tubuh Rafa.


Rafa yang menyadari gadis yang dibawahnya sudah sadar dan meronta-ronta, Rafa memperkuat pegangannya pada tangan Sri yang g sudah direntangkannya.


"Aaaghh, lepaskan mas Rafa. Aku mohon!":ucap Sri dengan Isak tangisnya.


Namun Rafa tak menggubrisnya, dia menciumi kedua pipi Sri walaupun gadis itu terus mengelaknya dan Rafa nekat bermain dibibir Sri.


Gadis itu menggigit bibir Rafa hingga berdarah.


"Aaagh, kau dasar gadis liar!" gerutu Rafa yang kemudian dia menciumi leher Sri dan membuat stempel merah di sekitar leher dan dada gadis dibawahnya itu.


Sri menggeliat saat Rafa kembali bermain di dua gundukan miliknya seperti anak kecil yang makan lolipopnya.


Melihat respon Sri yang terus menggeliat, nafas Rafa semakin memburu dan dia siap memasukkan miliknya yang sudah seperti rudal yang siap landas ke milik gadis di bawahnya kembali.


Sri hanya bisa pasrah, tak bisa berbUat apa-apa lagi. Tenaganya sudah habis dan air matanya terus berderai menyaksikan Rafa merenggut kesuciannya.


Sedangkan Rafa terus menikmati kesenangannya sendiri dan terus memompa mulai dari pelan hingga cepat.


Darah keluar dari milik Sri, namun raga tak memperdulikannya.


Karena kondisi tubuhnya yang sudah tak berdaya, Sri kembali pingsan.


Sedangkan Rafa terus memompa sampai dirinya merasa puas, dan setelah itu Rafa melepaskan cairannya kedalam milik Sri sebagai bentuk kepuasannya yang bejat itu.


"Aargh, tidaak...!" jeritan Sri


🗓️Flashback off.


"Tidaaak..tidakkk...!" jeritan Sri yang kemudian menutup wajahnya, karena merasakan malu dan sakit hati yang luar biasa yang dirasakan Sri. Namun Sri tak mampu untuk bicara yang sebenarnya pada Bima, dan dia masih memendamnya sendiri apa yang terjadi pada dirinya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Bima yang kebingungan dengan apa yang menimpa Sri.


"Sri takut mas" jawab Sri dengan isakan yang terdengar pilu oleh Bima.


"Kalau kamu takut, malam pertamanya tidak hari ini juga tidak apa-apa kok!" ucap Bima yang membelai lembut rambut panjang Sri.


Sri masih sesenggukan, dan Bima iba melihat apa yang terjadi pada Sri.


Kemudian menuntun Sri untuk tidur dan Bima menyelimuti Sri dengan selimut yang sudah disediakan.


Dan Bima membaringkan tubuhnya sejajar dengan Sri dan dia mencium kening dan memeluk Sri.


Bima berusaha membuat Sri nyaman selama disampingnya. Papanya Sakti itu mengusap kepala Sri dengan lembut dan membuat Sri perlahan-lahan memejamkan kedua matanya dan akhirnya Sri terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Sementara Bima juga memejamkan kedua matanya dan memeluk Sri yang saat ini sudah menjadi istrinya.


Pukul dua dini hari, Sri bangun dari tidurnya. Perlahan dia membuka mata dan melihat apa yang ada di depannya, sesosok laki-laki tampan yang saat ini menjadi suaminya masih tertidur pulas disampingnya.


"Mas Bima" panggil lirih Sri yang kemudian melihat keadaan dirinya.


"Pakaianku masih utuh, dan aku tak merasakan kesakitan seperti mas Rafa menyentuhku. Jadi mas Bima tak menyentuhku sama sekali?" gumam dalam hati Sri.


Sri kemudian bangkit dari posisi berbaringnya dan dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.


Setelah menggosok gigi, Sri berwudlu dan kemudian keluar dari kamar mandi.


Sri mengambil mukenanya dan menunaikan sholat malam.


"Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosa hamba, dosa-dosa kedua orang tua hamba, dosa-dosa suami dan kerabat serta semua orang yang beriman pada-Mu. Ya Allah berikanlah petinjuk-Mu, apakah jalan yang hamba lalui ini benar atau salah? pantaskah hamba yang kotor ini menerima ketulusan Cinta mas Bima? hamba yang disakiti sang adik tetapi hamba mendapat ketulusan dari sang kakak. Apakah ini memang jalan hamba ya Allah? Semoga ini jalan terbaik untuk hamba. Aamiin... Aamiin..Aamiin ya Robbal Alaamiin."


Sri mengakhiri sholat malamnya dengan do'a, menumpahkan semua yang ada dihatinya.


Setelah melipat mukenanya, Sri kembali menyusul tidur di samping Bima, karena dia merasakan masih ada rasa kantuk yang menghinggapinya.


Dan akhirnya Sri terlelap dalam tidurnya di samping suaminya.


Suara Adzan Subuh berkumandang, dan Bima bangun dari tidurnya, dengan perlahan-lahan.


Bima membangunkan Sri, untuk ikut sholat Subuh berjamaah,


"Sri, ayo bangun kita sholat subuh berjama'ah" ucap Bima seraya mengguncang guncang tubuh Sri.


Sri membuka kedua matanya dan bangun dari tidurnya.


"Sudah jam berapa mas?" tanya Sri seraya melihat ke arah Bima.


"Sudah waktunya sholat Subuh, ayo kita sholat subuh berjamah" ajak Bima.


"I..iya mas, mas Bima yang berwudlu lebih dulu" ucap Sri.


"Baiklah" balas Bima yang kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


...~¥~...


...Mohon q para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


,

__ADS_1


__ADS_2