Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Bertemu Sakti di Taman


__ADS_3

Sri dan Karyo melanjutkan perjalanan dengan suasana hening.


Tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir mereka, hanya musik yang mengalun di audio mobil pick up itu.


"Eh, aku kan cuma bercanda. Sri marah beneran nampaknya? Bagaimana cara mendekati dia ya?" ucap Karyo dalam hati.


"He..he..bisa juga aku pura-pura marah! Kena deh kamu Sri kerjai mas Karyo!" Sri membatin dengan tersenyum.


Dan tibalah mereka di samping gapura masuk perumahan Selalu Indah.


Karyo menepikan mobil pick upnya dan segera memberhentikannya.


Sri turun dan tak ada sepatah kata dari karyo yang biasa menggoda Sri.


"Sebelum berjualan, minta ma'af dulu deh sama mas Karyo. Biar jualannya laris! he..he..!" kata dalam hati Sri.


Ketika bakul sudah ada di punggung, Sri menghampiri Karyo dan mengukurkan tangannya seraya tersenyum.


"Mas Karyo, maafkan Sri ya!" ucap Sri yang membuat Karyo menoleh dan terkejut seketika.


Kemudian dia mengembangkan senyum di bibirnya.


"Apa Sri nggak di ma'afkan, ya?" ucap Sri seraya menggoyang-goyangkan tangannya, karena cukup lama Karyo tak merespon.


"Untuk kamu dik Sri, selalu ada pintu ma'af. Dan mas Karyo minta ma'af jika candaan mas Karyo terlalu berlebihan buat kamu dik Sri" jawab Karyo seraya membalas uluran tangan Sri dan terus cengar-cengir bahagia.


"Iya mas, lahir batin kita saling memaafkan ya" Ucap Sri yang mengulas senyum.


"Iya dik Sri' balas Karyo.


"Sudah ya mas Karyo, Sri berangkat cari uang dulu !" ucap Sri saat Karyo sudah melepaskan tangannya.


"Semoga laris manis ya dik!' seru Karyo yang berdoa.


"Aamiin ya Robbal alaamiin" jawab Sri yang kembali tersenyum.


"Sudah berangkat sana!" ucap Karyo seraya melambaikan tangannya.


"Makasih mas Karyo, daa....!" pamit Sri yang kemundian melangkahkan kakinya meninggalkan Karyo.


Perlahan Sri berjalan masuk ke Perumahan dengan menyusuri jalan seperti biasa dia menjajakan jamunya.


"Jamu....!"


Tiba-tiba ada yang memanggil Sri menoleh mencari sumber suara.


Setelah ketemu, Sri menghampiri orang yang memanggilnya itu.


"Jamu Bu?" tanya Sri pada bembelinya.

__ADS_1


"Iya mbak, jamunya ya!" ucap wanita muda itu, yang nampak bersama seorang ibu-ibu.


"Cabe puyang dan penawarnya jamu beras kencur!" jawab si ibu.


"Kalau aku kunyit sirih dan penawarnya jamu Sinom ya!" ucap wanita muda itu.


"Iya ibu, mbak" ucap Sri yang kemudian melayani mereka satu persatu.


"Mbak, rasa jamunya mirip sama buatan mbak Minah?" tanya si ibu yang ternyata pelanggan jamunya Minah.


"Oiya, kami satu produksi, Minah bukan pembuat. Dia sama seperti aku, penjual jamu!" ucap Sri yang membenarkan kesalahan itu.


"Oh jadi dia hanya jualan ya? katanya buatan sendiri!" kata si wanita muda itu.


"Iya karena yang buat Bu Lik Sumilah." kata Sri.


"Oh begitu ya!" ucap wanita muda itu.


"Kenapa kamu nggak buat sendiri?" ucap si ibu.


"Selain belum pernah buat, juga nggak berani soal rasa Bu!" ucap Sri apa adanya.


"Betul juga sih!" ucap si ibu.


Selesai melayani si ibu dan anaknya tadi, Sri masih melayani beberapa pelanggan jamu yang mulai berdatangan.


Setelah satu jam lamanya, Sri selesai melayani para pelanggan jamu, Sri kemudian melangkahkan kaki menuju ke taman tempat kemarin dia berjualan dan sambil menjajakan jamunya kembali.


"Jamu mbak..!" dan lagi ada yang membanggi Sri.


Kembali Sri mencari sumber suara, dan menghampiri ibu-ibu yang memanggilnya.


Sri melayani pembeli itu dengan telaten.


Setelah selesai, Sri kembali melangkahkan kaki menuju ke taman di tengah perumahan itu.


Sepanjang jalan masuk ke taman, Sri mengingat saat dia di tolong seorang pemuda saat di goda dua preman kemarin.


"Oiya kemarin kan aku ketemu juga sama mas Rafael di sini. Rafael...Bima...? iya, mereka hampir sama?" kata dalam hati Sri yan g menurunkan bakulnya di tempat duduk dari semen.


Tak berapa lama, para pelanggan pun berdatangan.


"Ini mbak Jamu kemarin ya?" tanya beberapa pelanggan jamu.


"Iya" jawab Sri sembari tersenyum.


"Ibu..! beli jamu..!" rengek seorang anak kecil yang sedang jalan-jalan bersama ibunya dan adiknya yang berada di stiker baby-nya.


"Iya-iya, tapi jangan narik-narik begitu! nanti adik kamu jatuh bagaimana?" tanya si ibu.

__ADS_1


"Pokoknya aku mau jamu asam itu!" ucap si anak itu seraya menunjuk ke arah bakul Sri.


Sri yang mengetahui hal itu, segera menghampiri anak kecil itu.


"Sabar ya dik, ini jamunya masih banyak, mbak melayani yang duluan antri ya" ucap Sri ramah.


Dan si anak kecil itu mengangguk mengerti, lalu diam di samping ibunya dan ikut mengantri.


Tak berapa lama, Sri melayani si anak kecil dan ibunya itu.


Sri sedang sibuk melayani pembeli, hingga tak sadar kedatangan Sakti dan Baby susternya.


"Mbak Jamu..!" panggil Sakti pada Sri, dan Sri mencari suara kecil yang sudah hafal di telingannya itu.


"Pangeran tampan..!" balas Sri yang kemudian berjongkok mensejajarkan diri pada bocah laki-laki yang kelewat tampan itu.


"Mbak jamu..! Ayo ke rumah nenek Sakti. Nenek sakit habis dari rumah sakit!' ucap Sakti sedikit cedal.


"Lah, nenek Sakti sakit apa mbak?" tanya Sri pada baby sisternya Sakti.


"Nyonya sakit Jantung, mbak jamu!" jawab si baby sister Sakti.


"Oh, sebentar ya sakti. Mbak mau menyelesaikan jualan jamunya dulu ya!" ucap Sri.


"Sudah mbak biar nanti di borong sama papa, ayo ke rumah nenek!" ucap Sakti yang memeluk lengan Sri manja.


"Wah kalau pengeran tampan sudah begini, susah menolak nih!" ucap Sri seraya tersenyum.


"He .he..!" Sakti hanya cengar-cengir saja.


"Ma'af ya mbak, mas Sakti memang kalau sekali itu ya harus itu, tak mau di tentang." ucap baby sister Sakti.


"Iya, saya sedikit tahu'' kata Sri yang membereskan dagangannya.


Sakti dan baby sisternya melangkahkan kaki dan Sri berjalan mengikuti Sakti dan Baby sisternya.


Sri berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Sakti dan baby sisternya.


Mereka bertiga meninggalkan taman dan berjalan menuju arah sebuah rumah di mana Sri kemarin juga sudah pernah ke rumah itu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


,


__ADS_2