Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Pertama kalinya di rumah Mertua


__ADS_3

"Aamiin Allahuma Aamiin, makasih do'anya sayang" ucap Bima sembari tersenyum dan kemudian mengecup kening istrinya.


Sri kemudian meletakkan album foto itu dan tiba - tiba memeluk suaminya.


"Hei, kamu kenapa? tumben meluk suami kamu ini? biasanya aku yang meluk duluan?" tanya Bima yang heran dengan tinggalah istrinya.


"Entahlah mas, tiba - tiba saja Sri ingin selalu dekat dengan mas Bima. Ingin di manja sama suamiku tercinta ini, he..he..!" jawab Sri seraya menempelkan telinganya di dada suaminya. Dan dia mendengar decak jantung suaminya yang memburu.


"Ayo kita tidur, kamu pasti lelah dalam perjalanan tadi. Apa lagi kamu saat ini sedang berbadan dua" kata Bima sembari mengusap lembut kepala istrinya.


"Iya mas, Sri juga mengantuk sekali" ucap Sri dan mereka melangkahkan kaki menghampiri tempat tidur, kemudian mereka naik ke tempat tidur kemudian memejamkan kedua mata mereka dan saling berpelukan.


Keduanya larut dalam mimpi, mungkin kecapekan karena habis melakukan perjalan yang panjang dan jauh.


Pukul tiga dini hari, Bima membuka kedua matanya. dan dia merasakan tenggorokannya yang kering.


Bima bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju ke Dispenser yang selalu ada di kamarnya.


Papa dari Sakti mengambil gelas yang masih tengkurap, lalu mengisinya dengan air dalam galon tersebut.


Kemudian Bima meminumnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering, dan sekali lagi dia melakukannya. Mengambil air dalam galon kemudian meminumnya.


Bima melangkahkan kakinya kembali ke samping tempat tidur. Dan dia melihat istrinya yang begitu manis jika sedang tidur.


"Sri, kamu manis sekali. Aku yakin kalau Rafa pasti sangat kecewa pada saat melepaskan Sri kemarin. Sri sangat berbeda jauh dengan Talina. Walaupun Sri tak bisa dandan seperti Talina, tapi kecantikannya alami. Tak perlu lagi polesan yang banyak mengandung kimia itu" gumam dalam hati Bima sembari mengusap lembut kepala Sri.


Bima kemudian mengambil permen yang berada di toples, di meja samping tempat tidurnya.


Setelah membuka, lalu Bima mengemutt permen yang berasa mint itu. Kemudian dia mendekati istrinya dan mencium kening dan kedua pipi istrinya.


Bima menyatukan bibirnya pada bibir istrinya, dan dia mendorong permennya ke mulut istrinya.


Sri yang tadinya masih memejamkan kedua matanya sangat terkejut saat membuka kedua matanya dan tiba - tiba saja mendapat serangan dari suaminya, yang sedang menikmati bibirnya.


"Mas Bima, a..apa ini? permen?" gumam dalam hati Sri saat merasakan ada permen dimulutnya.


Sri tak kuasa menolak serangan fajar suaminya. Dan dia ikut menikmati serangan fajar ini.

__ADS_1


"Sayang, kamu candu buat suamimu ini. Setiap kali melihat kamu, mas Ingin selalu bermain dengan kamu. Kamulah Ratuku, aku sangat mencintaimu." kata Bima yang dengan berbisik, mampu membuat Sri meleleh dan dia membalas setiap serangan suaminya sebagai tanda kalau dia saat ini sudah menerima Bima seutuhnya.


"Mas Bima, Sri juga mencintai mas Bima. Jangan tinggalkan Sri, Sri akan menjadi istri yang bisa membuat mas Bima bangga dan bahagia" bisik Sri yang juga membuat Bima meleleh.


Keduanya saling beradu dan saling menyerang, hingga keduanya kelelahan dan pada akhirnya tertidur dengan saling berpelukan di atas tempat tidur.


Dan Adzan Subuh berkumandang di tiap - tiap masjid, Sri bangun dari tidurnya dan memakai lingerienya yang tadi sempat dua buka pada saat sedang bermain perang - perangan dengan sang suami.


Sri segera bangkit dan melangkahkan kakinya menuju kekamar mandi. Dan tanpa di duga oleh Sri, suaminya ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas Bima!" seru Sri yang terkejut, karena dia juga melihat Bima yang polos tanpa sehelai benang pun berada dihadapannya.


"Aku ingin dimandiin sama kamu!" ucap Bima pada saat Sri menutup kedua mata dengan kedua telapak tangan Sri.


"Mas Bima kan dah gede, ngapain juga minta di mandikan sama Sri?" tanya sri yang masih menutup kedua matanya.


"Mas seperti anak kecil jika bersama kamu, sayangku!" ucap Bima yang membuka telapak tangan Sri yang menutupi wajah istrinya, kemudian melepaskan lingerie yang menempel di tubuh istrinya.


"Mas Bima apa'an sih!" seru Sri yang memejamkan mata.


"Ha..ha...!" Bima tertawa terpingkal - pingkal melihat apa yang dilakukan istrinya itu.


"Iya, kamu sih lucu! ha..ha..!" jawab Bima yang tak berhenti dari tertawanya.


"Apanya yang lucu!" seru Sri yang tadinya memejamkan kedua matanya kini membuka mata karena penasaran dengan apa yang dianggap suaminya lucu dari dirinya.


"Iya kamu itu lucu, kita sudah bermain berapa kali sejak di kota Karanganyar. Kenapa juga kamu masih menutup kedua mata kamu sayang?" tanya Bia seraya memegang dagu Sri dan mendongakkan, agar menatapnya dengan intens.


"Tapi ini kan lain mas?" ucap Sri yang terus menatap suaminya dengan intens itu.


"Kita rasakan saja sensasinya, lebih enak di kamar mandi apa tempat tidur. Ok!" balas Bima dan Sri menganggukan kepalanya pelan.


Tentu Sri hanya menurut saja, karena Bima yang lebih berpengalaman dari dirinya yang baru saja menikah.


Keduanya kemudian bermain di kamar mandi dan saling membersihkan tubuh pasangannya.


Setelah puas melakukan itu, Bima dan Sri menyudahi mandi bersama mereka. Kemudian satu persatu mereka mengganti pakaian dan berwudlu.

__ADS_1


Setelah itu mereka keluar dari kamar mandi dan melakukan sholat subuh berdua.


Selesai sholat subuh, Sri mengajak Bima untuk turun. Karena Sri ingin membuatkan sarapan buat Suaminya.


Bima menuruti kemauan istrinya dan tak lupa membawa laptopnya, karena hari ini dia akan mulai bekerja kembali setelah beberapa hari dia cuti untuk menikah.


"Mas mau sarapan apa?" tanya Sri saat mereka berada di dapur.


"Buatkan nasi goreng saja!" jawab Bima yang duduk di meja makan dan dihadapannya ada laptop yang sedang dia nyalakan.


"Oh, baiklah" ucap Sri yang kemudian mulai memasak untuk suaminya dan juga dirinya dan sakti tentunya. Karena nasi yang ada di penanak nasi hanya cukup untuk tiga orang saja.


Saat memasak nasi goreng, Sri menyempatkan untuk memasak nasi putih biasanya di penanak nasi listrik.


Sri juga membuat teh manis panas untuk mereka berdua.


Tak berapa lama nasi goreng telah jadi dan siap dihidangkan dihadapan suaminya.


"Hm..baunya harum" ucap Bima saat Sri menghidangkan nasi goreng yang baru dia masak untuk suaminya dan juga dirinya. Tak lupa dengan teh manis panasnya.


Keduanya mulai sarapan berdua dengan menu nasi goreng ala Sri, yang sebelumnya mereka berdoa bersama.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan, dan Sri mengambil piring bekas mereka sarapan dan hendak mencucinya.


Tiba - tiba saja ada yang datang dan menyapa sepasang pengantin baru itu.


...~¥~...


...Mohon para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


,


__ADS_2