Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
Suasana malam di keluarga Rafa


__ADS_3

Tak berapa lama mobil yang dikendarai Rafa telah sampai dan terparkir di halaman sebuah rumah yang sederhana namun terlihat mewah diantara yang lainnya.


"Sampai juga aku di rumah, apa bisa rumah ini aku anggap home sweet home? ah, sudahlah masuk saja dan langsung ke kamar" kata dalam hati Rafa yang keluar dari mobilnya dan melangkahkan kaki masuk ke rumah orang tuanya.


"Den Rafa? main ke rumah atau menginap?" tanya mbok Ni yang merasa tumben putra majikannya yang satu ini pulang ke rumah semenjak sudah punya apartemen sendiri.


"Tadi mas Bima yang telepon Rafa mbok Ni, jadinya ya dengan terpaksa Rafa pulang!" jawab Rafa dengan sedikit mengulas senyum dan melangkahkan kaki melewati ruang tamu.


"Di mana mas Bima dan Sakti Mbok Ni?" tanya Rafa yang melihat ke setiap sudut ruang tamu dan tak mendapati salah satu keluarganya.


"Oh, mereka ada di ruang makan den!" jawab mbok Ni yang kemudian menutup pintu saat keduanya sudah masuk ke rumah.


'Eh, Kamu Fa. aku kira kalau kamu nggak jadi pulangnya!" seru seorang laki-laki yang keluar dari ruang tamu dan melangkahkan kaki mendekati Rafa dan mbok Ni yang tak lain adalah Bima.


"Ya, terpaksa karena mas ngancamnya serem! ha..ha..!" celetuk Rafa seraya tertawa renyah.


"Kalau tidak seperti itu, sampai kapanpun kamu nggak akan mau pulang dan menginap di rumah!" balas Bima seraya mengulas senyumnya.


Dan Rafa membalas dengan senyum tipisnya.


"Oiya mbok Ni, Sakti tidak mau makan. Bujuk dia untuk makan ya mbok!" pinta Bima pada pembantunya yang sudah mengikuti keluarganya sejak Bima masih kecil.


"Baik tuan Bima, saya akan bujuk den Sakti untuk makan. Permisi tuan" balas mbok Ni sekalian dia pamit dan melangkahkan kaki menuju ke ruangan makan.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Bima setelah mbok Ni meninggalkan mereka.


"Belum sih, ya sudah ayo kita makan!" jawab dan ajak Rafa .


Keduanya pun melangkahkan kaki menuju ke ruang makan dengan langkah beriringan.


Sesampainya di ruang makan, Rafa melihat ibunya sudah bisa keluar dari kamar dan bisa makan di ruang makan bersama Talina dan juga Sakti.


"Rafa!' panggil seorang wanita yang mengulas senyum walapun terlihat pucat saat melihat putra bungsunya masuk bersama putra sulungnya.


Mendengar nama Rafa, Talina langsung menoleh dan mencari kebenaran panggilan dari wanita setengah baya yang ada di hadapannya itu.


"Rafa, mas Rafa..!" panggil Talina yang menoleh ke arah kedua Pria yang masuk ke ruang makan itu.


"Selamat malam semuanya!" sapa Rafa yang mengulas senyum manisnya.


Talina dibuat klepek-klepek karenanya.

__ADS_1


"Selamat malam om Rafa, om Rafa mau makan disini?" tanya sakti dengan polosnya yang sedang di suapi mbok Ni.


"Iya Sakti' jagoannya Om, Om mau makan bersama Sakti" jawab Rafa sembari mengusap kepala keponakannya itu.


"Asyik, nanti kita main Play Station bareng ya Om?" rengek Sakti setelah menelan makanannya.


"Iya, tapi habiskan makanan kamu, kalau perlu nambah biar bisa lawan Om nanti, ok!" seru Rafa dan dibalas anggukan oleh Sakti dan dia menerima setiap suapan dari mbok Ni dengan lahapnya.


Dan semuanya kemudian makan dengan lahapnya, dan Talina selalu menyempatkan diri memandang ke arah Rafa, walaupun Rafa tak menghiraukannya.


Dan mereka makan bersama sambil bercerita yang ringan-ringan karena didominasi oleh Sakti, jagoannya Bima.


Tak berapa lama makan malam bersama itu telah selesai, dan mereka berpindah ke ruang keluarga.


Rafa memenuhi janjinya pada Sakti karena sakti yang selalu terus merengek untuk main Play Station bersama Rafa.


Sementara Bima sibuk dengan laptop dan juga ponselnya.


Pandangannya tak henti-hentinya melihat ke arah foto yang terpajang di monitor laptopnya.


Foto itu foto seorang gadis yang tak lain adalah Sri, yang sudah melakukan sesi pemotretan bersama Rafa.


"Sri, inikah Sri si penjual jamu itu?" batu Bima yang terpesona melihat setiap pose Sri yang berpakaian penjual jamu dengan make up tipis namun terlihat natural itu.


Tak henti-hentinya Bima melihat foto gadis yang sekarang ini tengah terlelap di apartemen Rafa.


Sementara Mamanya Rafa dan Bima sedang berbincang-bincang dengan Talina dengan topik bahasan majalah fashion yang mereka pegang.


Keseruan mereka terhenti, tatkala Sakti yang sudah mulai mengantuk.


"Mbok, mbok Ni!" panggil Bima pada pembantunya.


"Iya tuan!":sahut seorang wanita setengah baya yang keluar dari dapur dengan tergopoh-gopoh.


"Sakti sudah mengantuk, ajak dia ke kamar tidurnya!" pinta Bima yang masih melihat laptopnya.


"I..iya tuan" ucap Mbok Ni yang kemudian merayu Sakti dan Sakti walaupun enggan beranjak dari tempat duduknya, namun akhirnya dia mau juga beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke kamarnya dan diikuti mbok Ni.


Rafa kemudian membereskan peralatan Play Stationnya dan kemudian dia pergi melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Bima yang sedang sibuk dengan laptop dan ponselnya.


"Kak Bima, bagaimana menurut kamu dengan hasil jepretan aku?" tanya Rafa yang menghampiri Bima.

__ADS_1


Bima sedikit kaget, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah Rafa .


"Lumayan bagus, nggak percuma kalau mas Bima mu ini mempercayakan semua foto dan desain label produk kita oada kamu Fa!" seru Bima sembari mengulas senyumnya.


"Ya siapa dulu donk, adiknya mas Bima!" balas Rafa dan meeeka tertawa bersama.


Keduanya pun membahas pekerjaan, dan terlihat sangat seru.


Marlina mamanya Bima dan Rafa sesekali melirik keseruan kedua buah hatinya itu, demikian pula dengan Talina yang sejak sekolah selalu mengincar Rafa


Pandangan gadis itu tak henti-hentinya melihat pemuda yang bernama Rafa itu dibsetiap gerakannya.


Karena terlalu sering melihat Rafa, gadis itu menjadi hafal tiap lekuk senyum Rafa dan juga gerakan tubuh pemuda idamannya itu


Tak berapa lama mbok Ni keluar dari kamar Sakti


"Cucuku sudah tidur mbok Ni?" tanya Marlina saat menoleh ke arah mbok Ni.


"Sudah nyonya" jawab Mbok Ni dengan ramah.


"Kalau begitu, ambilkan tas saya yang berada di depan lemari hias!"seru Marlina pada pembantunya.


"Ba...baik nyonya, akan saya ambilkan" balas mbok Ni yang kemudian membalikkan langkahnya menuju ke kamar majikannya itu.


Sesampainya di depan sebuah pintu yang berbeda dari lain, setelah itu dia masuk melangkahkan kakinya menuju ke ruang rias majikannya itu.


Setelah dompetnya sudah didapatnya, mbok Ni bergegas keluar dari kamar itu dan melangkahkan kaki menuju ke ruang keluarga, dimana semuanya sedang berkumpul.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


"

__ADS_1


__ADS_2