Mbak Jamu Naik Level

Mbak Jamu Naik Level
First kiss yang Mendadak


__ADS_3

Harap bijak dalam membaca ya🙏🏻😍Maaf ada adegan 18+


...❤️❤️HAPPY READING❤️❤️...


Sri mengambil ponselnya dan berkali-kali dia mengambil gambar kekasihnya yang sedang tidur nyenyak itu.


Gadis itu melihat hasil jepretannya dan selalu senyum-senyum sendiri saat melihat hasilnya.


Tak berapa lama ponsel Rafa berbunyi,


"Drrt.... drrt.... drrt... drrtt...!"


Rafa terbangun dengan setengah sadar mengangkat teleponnya.


Saat dia melihat tulisan yang tertulis di ponselnya tertera Talina, Rafa merejeck ponselnya dan kembali tidur.


"Kenapa tidak kamu angkat mas?" tanya Sri yang penasaran.


"Biasa dari tali-temali!" jawab Rafa yang kemudian memejamkan matanya.


Sri tetap menonton televisi mencari acara televisi yang sedang hangat-hangatnya.


Kemudian poncel Rafa berbunyi kembali.


"Drrtt...drrrttt....drrrtt...!"


Sri melihat kearah Rafa yang masih saja diam tak mengangkat ponselnya.


"Drrtt...drrrttt....drrrtt...!"


Sekali lagi ponsel itu berdering kembal.


Dan akhinya Rafa mengangkat telepon yang dengan terpaksa.


'' oh kak Bima!" yang membaca nama di ponselnya ada nama kakaknya.


^^^📲"Assalamu'alaikum..."^^^


📲"Wa'alaikumsalam..."


^^^📲"Ada apa ya kak?"^^^


📲"Kamu pulang sebentar ya!'


^^^📲"Menangnya ada apa?"^^^


📲"Ini demi keluarga dan perusahaan kita"


^^^📲"Tidak mau, aku tidak mau pulang!"^^^


📲"Apa kamu akan membuat sakit mama semakin parah? mama selama ini sakit karena memikirkan kita!"


^^^📲"Iya-iya, aku pulang!"^^^


📲"Nah begitu donk!"


^^^📲"He...he..! iya-iya!"^^^


📲"Assalamu'alaikum.."


^^^📲"Wa'alaikumsalam..."^^^


Rafa menutup teleponnya, dan memposisikan dirinya duduk di sofa.


Pemuda itu mengusap kepalanya kasar kemudian menatap Sri dalam-dalam.


"Kenapa hatiku mengatakan kalau aku tidak boleh pulang?' gumam Rafa dalam hati.


"Mas Rafa, ada apa sih?" tanya Sri yang penasaran.


"Aku harus pulang sekarang Cher!" ucap Rafa yang sebetulnya enggan untuk pulang.


"Pulang saja kalau memang penting mas, lagi pula kita kan nggak mungkin tinggal berdua di apartemen ini!" seru Sri yang mengulas senyumnya.


Entah kenapa Rafa seperti ada dorongan ingin mencicipi bibir Sri yang tersenyum itu.


Rafa menatap intens kedua mata Sri, dan itu membuat jantung keduanya meloncat-loncat tak karuan.


Perlahan-lahan Rafa mendekati Sri dan jarak kedua wajah mereka hanya sepuluh centimeter.


"Mas Rafa, kamu mau ngapain?" tanya Sri yang sedikit takut dan dia berusaha bangkit, namun Rafa menariknya kasar hingga Sri kembali terduduk di sofa seperti posisi semula.


"Cher, aku tak tahu dengan perasaanku ini, aku tak ingin jauh dariku Cher!" ucap lirih Rafa main di dengar jelas oleh Sri.


"Mas!"

__ADS_1


Keduanya saling menatap intens, dan hasrat Rafa semakin menggelora.


Tangan kanan Rafa memegang dagu Sri, ada perasaan gugup diantara keduanya.


Perlahan Rafa menyatukan bibirnya dengan bibir Sri, mendapat serangan itu Sri tak bisa berbuat apa-apa.


Rafa melumatt bibir kenyal Sri yang seolah candu baginya, membuat Rafa tak mau menghentikannya.


Dalam hati Sri bergejolak yang mengatakan perbuatan ini tidak boleh, karena belum adanya ikatan pernikahan.


Namun Rafa terus menyerang Sri, membuat Sri kewalahan dan dia mendorong kuat tubuh kekar Rafa dengan sisa-sisa tenaganya.


"Mas Rafa! host..host..!" seru Sri yang terengah-engah.


"Cher..!" panggil Rafa yang ingin menciumi Sri kembali.


"Mas, kita cuma pacaran belum menikah!" seru Sri yang meneteskan air matanya.


"Ma'afkan aku Sri, aku khilaf!" ucap Rafa seraya mengusap kembali kepalanya dengan kasar.


"Drrtt...drrrttt....drrrtt...!"


Kembali terdengar suara ponsel dari Rafa.


"Mas Bima lagi" ucap Rafa yang tak bersemangat.


"Mas Rafa, sebaiknya mas Rafa pulang. Siapa tahu kalau ada sesuatu hal yang penting" ucap Sri sambil menyeka air matanya, yang sebetulnya sedikit mengusir Rafa.


Karena takut kejadian tadi terulang kembali.


"Baiklah, aku akan pulang, jaga dirimu baik-baik ya Cher! ingat jangan buka pintu sembarangan!" ucap Rafa yang memberi pesan pada Sri.


"Iya-iya mas!" ucap Sri yang bangkit dari duduknya dan membenahi pakaiannya yang sedikit kusut.


Demikian pula dengan Rafa yang membenahi pakaiannya yang kusut, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu.


"Cher, kalau butuh apa-apa atau kamu kenapa-kenapa, hubungi mas Rafa ya?" ucap Rafa yang membalikkan tubuhnya menghadap Sri.


"Iya mas" balas Sri sembari mengulas senyum simpulnya agar kekasihnya tak khawatir.


"Makasih sayang!" ucap Rafa yang kemudian hendak mencium kembali kekasihnya itu.


"Apa sih, sudah sana pulang!" ucap Sri yang mengetahui niat Rafa, dan dia mendorong Rafa sampai keluar melewati pintu yang sudah di buka Rafa sebelumnya.


"Iya-iya, daaa.. Cheryku sayang!" ucap Rafa sambil melambaikan tangannya dan mengulas senyumnya.


"Assalamu'alaikum.." ucap salam Rafa.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Sri dan Rafa melangkahkan kakinya meninggalkan Sri.


Setelah Rafa hilang dari pandangan Sri, gadis itu segera menutup pintu apartemennya dan memegang bibirnya yang ciuman pertamanya sudah diambil oleh Rafa.


"Mas Rafa...!" dessah Sri.


Saat ini Sri merasakan antara senang dan susah dari apa yang dialaminya baru saja.


Senangnya karena first kissnya dengan orang yang di cintainya, susahnya karena statusnya yang masih baru pacaran.


Karena prinsipnya dia tak mau pacaran dengan gaya kebablasan.


"Aku ingin malam pertama yang benar-benar malam pertama. Semoga aku bisa benjaganya, Aamiin" ucap Sri dalam hati yang kemudian dia segera membersihkan diri dan berwudlu.


Adzan Maghrib sudah berkumandang, dan Sri ibadah sholat Maghrib sendirian di dalam apartemen seorang diri.


Sementara itu Rafa sudah melangkahkan kakinya sampai di tempat parkir mobilnya.


"Aku sebetulnya malas untuk pulang. Pastilah ujung-ujungnya perjodohan!" gumam dalam hati Rafa sembari masuk kedalam mobil dan menjalankan laju mobilnya perlahan-lahan menuju ke jalan raya.


"Cher, kenapa aku merasa lain ya saat mencium lembut dan kenyalnya bibir kamu! kenapa aku ingin mencium dan memilikimu?" racau Rafa sambil mengemudikan mobilnya.


"Ah, Cherry...Cherry! bibirmu benar-benar yang bagiku seperti candu! Aku tak ingin kamu dimiliki orang lain, kamu harus tetap menjadi milikku! ahh...!" gumam Rafa sembari memukul kemudinya dengan kesal.


Kemudian Rafa memutar audio mobilnya dengan memutar lagu yang sesuai kata hatinya.


...My Love...


...Westlife...


An empty street, and empty house


A hole inside my heart


I'm all alone the rooms are getting smaller


I wonder how, I wonder why

__ADS_1


I wonder where they are


The days we had, the songs we sang together


And oh my love


I'm holding on forever


Reaching for a love that seems so far


Chorus :


So I say a little prayer


And hope my dreams will take me there


Where the skies are blue


To see you once again my love


Over seas from coast to coast


To find the place I love the most


Where the fields are green


To see you once again


My love


I try to read, I go to work


I'm laughing with my friends


But I can't stop to keep myself from thinking oh no


I wonder how, I wonder why


I wonder were they are


The days we had, the songs we sang together


And oh my love


I'm holding on forever


Reaching for a love that seems so far


(Chorus )


To hold you in my arms


To promise you my love


To tell you from the heart


what I'm thinking of


I'm reaching for a love that seems so far


(Chorus )


My Love


I say a little prayer


Dreams will take me there


Where the skies are blue to see you once again


Over seas from coast to coast


To find the place I love the most


Where the fields are green to see you once again


My love


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel MBAK JAMU NAIK LEVEL ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2