Mengejar Cinta Yang Salah

Mengejar Cinta Yang Salah
episode 100


__ADS_3

"siapa namamu?" tanya Qenan.


"nama saya Dita, tuan," jawab gadis itu dengan suara cukup pelan.


Deg....


Jantung Qenan berdetak tak beraturan saat mendengar nama itu, ia teringat pada sosok mendiang istrinya dan di lihat-lihat juga wajah mereka berdua memiliki banyak kemiripan.


Obrolan mereka pun berlanjut, Qenan menanyakan asal-usul Dita yang sebenarnya. Qenan terkejut mendengar kisah Dita yang ternyata hanya tinggal bersama sang ayah sementara ibunya telah lama meninggal dunia, memiliki ayah yang hobi berjudi hingga menghabiskan seluruh harta peninggalan ibunya membuat Dita harus menjadi bahan taruhan sang ayah dengan para preman yang ada di pasar.


"ayahku kalah dan aku di bawa pergi oleh para preman tua itu," lirih Dita menceritakan kisah hidupnya.


Qenan merasa iba melihat Dita yang terus menangis, hatinya merasa tersayat-sayat mendengar kisah hidup Dita.


"kau tenanglah! saat ini kau aman bersamaku," ucap Qenan menenangkan Dita.


Melihat penampilan Dita yang berantakan, Qenan berinisiatif untuk mengajaknya ke salon langganan Asty dahulu agar mengembalikan sedikit percaya dirinya.


Laju mobil pun berhenti di parkiran salon, awalnya Dita menolak untuk turun karena ia merasa malu, tetapi Qenan berhasil membujuknya. Setelah mengikat rambutnya, Qenan membukakan pintu untuk Dita dan ia pun segera turun.


Qenan di sambut dengan ramah oleh pemilik salon dan para karyawannya. Mereka dengan penuh senyuman membukakan pintu untuk Qenan dan mereka terkejut saat melihat Qenan bersama seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang Asty.


"ya ampun tuan, apa dia reinkarnasi nyonya Asty?" ucap salah seorang karyawan yang sudah biasa melayani Asty.


"kau ini ada-ada saja, cepat berikan dia pelayanan terbaik!" seru Qenan.


Dengan senang hati mereka membawa Dita masuk untuk melakukan beberapa perawatan. Sementara Qenan duduk di sebuah sofa dan memainkan ponselnya, "Aku sudah lama sekali tidak kesini, serasa tengah mengantar istriku ke salon."

__ADS_1


Qenan rela menunggunya selama satu jam, tetapi waktunya tidak terbuang sia-sia, ia begitu terpukau saat melihat hasil sulapan tangan para karyawan salon. Qenan melihat diri Asty tengah berdiri di hadapannya saat ini, ia terdiam menatap Dita yang tersipu malu.


"bagaimana, tuan? Benar kan kata ku, dia itu reinkarnasi nyonya Asty," ujar karyawan salon.


Qenan tersenyum melihat Dita yang memang benar-benar mirip dengan Asty, di tatap seperti itu membuat Dita semakin tersipu malu dan salah tingkah.


Untuk lebih mengakrabkan diri, Qenan mengajak Dita pergi ke sebuah pusat perbelanjaan dan membeli beberapa potong pakaian karena mulai saat ini Dita menjadi karyawan Qenan sebab ia takut jika harus kembali ke rumah ayahnya.


Qenan mulai merasa nyaman saat berjalan dengan Dita, ia benar-benar merasakan hal yang sama seperti saat bersama Asty. Ketika di ajak berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Dita memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang begitu periang sama persis dengan Asty.


Kini mereka tengah duduk di salah satu food court dan di sana Dita banyak bercerita tentang dirinya, sambil menyantap es krimnya Dita bercerita tentang mimpi yang pernah di alaminya, "Saya pernah bermimpi menjadi seorang istri CEO, waktu itu saya mengantar dia yang hendak bekerja. Saya mengantar sampai pintu gerbang, tetapi tiba-tiba sebuah mobil menabrak saya dan saya terbangun dari mimpi itu. Benar-benar sebuah mimpi yang paling menakutkan bagi saya."


Mendengar cerita Dita, Qenan terdiam sejenak. Pikirannya seolah kembali pada saat ia akan kehilangan belahan jiwanya, Qenan tidak percaya jika gadis ini memimpikan kejadian yang sama persis dengan kejadian dimana Asty mengalami kecelakaan setelah mengantarnya ke depan pintu gerbang.


"Aku permisi ke toilet sebentar." Qenan segera bangkit dan meninggalkan Dita yang tengah menyantap es krimnya sendirian.


"maaf tuan, kami tidak bercerita seperti itu. Kami hanya menceritakan bagaimana cara kami melayani nyonya Asty, tuan," ujar karyawan salon dari seberang telepon.


Jantung Qenan kembali berdetak tak karuan saat mengetahui jika memang benar Dita mengalami mimpi seperti saat Asty mengalami kecelakaan. Qenan segera berlari menuju tempat duduknya kembali, ia seperti menemukan cintanya yang telah lama untuk ia coba lupakan.


Dita yang masih memakan es krimnya merasa terkejut saat Qenan tiba-tiba saja berlari menghampirinya. Dengan sisa es krim yang masih menempel di bibirnya membuat Qenan semakin gemas saat melihat Dita, semua tingkahnya hampir sama dengan Asty dan membuat Qenan semakin rindu padanya.


Qenan mengambil sehelai tisu dan mengusap bibir Dita seraya berkata, "Dita, mau kah kamu menjadi istriku?"


Mendengar ucapan Qenan membuat Dita terdiam beberapa saat, seolah ucapan Qenan tak terdengar olehnya. Ia menatap wajah Qenan tanpa berkedip, ia tidak bisa begitu saja mempercayai orang yang baru di kenalnya, walau ia kini hidup seorang diri tetapi ia masih harus waspada dan berpikir jika ia akan menjadi korban perdagangan manusia.


Namun seketika pikiran itu hilang kala Qenan mengajaknya pergi ke rumah bu Rani yang tidak lain adalah ibu kandung Qenan.

__ADS_1


Mereka segera melanjutkan perjalanan menuju rumah bu Rani, jantung Dita terus berdetak begitu kencang hingga Qenan bisa melihat detakan nya.


"kau tenang saja! orang tua ku tidak akan menyakiti mu. Aku yakin mereka pasti akan senang saat bertemu dengan mu," seru Qenan.


Beberapa saat mengemudi, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang tampak begitu megah dan membuat Dita merasa tercengang kala menginjakkan kaki di halaman rumah.


"ayo, masuklah!" ajak Qenan pada Dita yang tengah sibuk menatap sekeliling rumah orang tua Qenan.


Qenan membuka pintu yang tingginya mencapai dua kali tinggi badan Dita, "gila nih pintunya ajah segede gini," ucap Dita kagum.


"hey kau membawa anak gadis siapa?" tanya bu Rani menatap punggung Dita yang tengah terkesima melihat isi ruangan.


Bu Rani dan pak Bagas terkejut kala Dita membalikkan badannya, wajah yang begitu mereka rindukan hadir kembali di hadapan mereka.


"Ya ampun, Asty?" Bu Rani menghampiri Dita dan memegangi wajahnya.


"maaf bu, nama saya Dita!" seru Dita tersenyum.


Bahkan senyumannya pun begitu sama persis dengan Asty membuat bu Rani tak segan memeluk tubuh Dita dan meneteskan air matanya.


Sedangkan pak Bagas mengintrogasi Qenan, ia menanyakan siapa Dita sebenarnya dan bagaimana mereka bisa bertemu. Qenan pun menceritakan semuanya dari awal mereka bertemu dan membuat pak Bagas berkaca-kaca, ia merasa jika Asty hadir kembali di keluarganya melalui Dita seorang gadis malang yang di jadikan taruhan oleh ayahnya sendiri.


"kamu tinggal saja di sini, jadilah anak kami!" seru pak Bagas tersenyum pada Dita.


Dita merasa begitu bersyukur bisa lepas dari para preman dan masuk ke keluarga yang baik hati seperti pak Bagas dan bu Rani. Setelah menitipkan Dita pada orangtuanya, Qenan pamit pulang ke rumahnya sendiri karena ia tidak ingin timbul fitnah jika ikut tinggal bersama Dita di rumah orang tuanya.


Setelah sampai di rumahnya, Qenan meraih sebuah figura yang berisi foto pernikahannya dengan Asty. "Aku merasa kau telah kembali, sayang."

__ADS_1


__ADS_2